Hukum

Gerhard Marten Rumesser Akui Terima Paket Dari Kurir Berbeda

Tuesday, 04 Februari 2014 | View : 1716

JAKARTA-SBN.

Saksi, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gerhard Marten Rumesser mengakui beberapa kali menerima paket dari sejumlah kurir yang berbeda untuk terdakwa kasus suap di lingkungan SKK Migas, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Menurut Gerhard Marten Rumesser, saat akan menjabat Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini berpesan bahwa akan ada titipan yang harus dia terima. "Itu awal sekali baru mau jadi Kepala (SKK Migas), beliau pernah mengatakan ke saya, kalau ada titipan lewat saya saja. Hanya begitu," beber Gerhard Marten Rumesser ketika bersaksi untuk Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Riyono, pun langsung mencecarnya dengan pertanyaan: apa yang dimaksud dengan titipan dan titipan dari siapa. "Titipan itu dari siapa? Apakah Saudara paham apa yang dimaksud titipan?" tanya Jaksa KPK Riyono.

Gerhard Marten Rumesser mengaku paham dengan maksud Rudi Rubiandini. "Saya paham (titipan) dalam arti uang. Dari siapa saya tidak pernah tanya. Kurirnya juga hanya menyebutkan titipan untuk Pak Rudi," jawabnya.

Mengenai titipan untuk apa, Gerhard Marten Rumesser mengaku tidak pernah meminta konfirmasi dari Rudi Rubiandini. "Saya tidak pernah tanya secara spesifik."

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Riyono dan Hakim Ketua Amin Ismanto pun geram karena Gerhard Marten Rumesser berkukuh menjawab bahwa pengirim paket tersebut tidak jelas. "Kalau tidak jelas siapa yang memberi kenapa diterima? Kalau seumpama isinya bom bagaimana?" tanya Jaksa KPK Riyono.

Menurut Gerhard Marten Rumesser, bungkusan yang ia terima berisi uang. "Saya duga itu uang sekitar SIN$ 200 ribu, pecahan SIN$ 100 ribuan," bebernya.

“Saya ingat pernah memberikan bungkusan dari kurir yang tidak saya kenal kepada Pak Rudi. Dia datang dan mengatakan ingin menitipkan barang ke Pak Rudi, isinya saya duga uang dolar AS atau dolar Singapura sebesar 100-200 ribu. Itu hanya dugaan saya karena melihat bentuknya,” ungkap Gerhard Marten Rumesser.

Ia mengatakan angka itu hanya terkaannya sebab saat ditanya penyidik KPK ia disuruh mengira-ngira.

Hakim Amin Ismanto menimpali pernyataan Gerhard Marten Rumesser. "Saya minta kejujuran dalam keterangan ini. Kalau memberikan keterangan dengan kejujuran. Dengan kejujuran akan ada kebenaran," tutur Hakim Amin Ismanto.

Jaksa KPK Riyono kemudian kembali melontarkan pertanyaan. "Tadi dikatakan lebih dari sekali, ada sampai sepuluh kali?" tanyanya.

Gerhard Marten Rumesser mengaku lupa berapa kali ia mendapat paket untuk Rudi Rubiandini. "Ada tiga kali lebih," jawabnya.

Menurut dia, ada juga titipan yang ditujukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Menurut yang menitipkan, ini untuk diberikan ke ESDM tapi lewat Pak Rudi. Itu beberapa kali tapi lain semua kurirnya,” paparnya.

Sebelumnya, Gerhard Marten Rumesser menyebutkan Denny Karmaina beberapa kali menghubungi Rudi Rubiandini dan menitipkan paket. Gerhard Marten Rumesser menduga isi paket tersebut adalah uang. Paket uang itu diberikan agar Rudi Rubiandini memenangkan perusahaaan Denny Karmaina dalam proyek offshore Chevron. Perusahaan Denny Karmaina bersaing dengan PT. Timas Suplindo, perusahaan tempat Ketua Komisi Energi DPR RI Sutan Bhatoegana menjabat komisaris. (ant/tri/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.378.664 Since: 05.03.13 | 0.2875 sec