Hukum

Kicauan Berujung Pidana

Wednesday, 05 Februari 2014 | View : 1058

JAKARTA-SBN.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 6 bulan pidana dengan masa percobaan 1 tahun kepada terdakwa Benny Handoko. Majelis hakim PN Jakarta Selatan memberikan vonis hukuman enam bulan penjara dan satu tahun masa percobaan kepada Benny Handoko, pemilik akun twitter @benhan atas tindak pidana pencemaran nama baik terhadap mantan anggota DPR RI dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Misbakhun.

Dalam sidang putusan, hakim menyatakan Benny Handoko terbukti melakukan pencemaran nama baik mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mukhamad Misbakhun. Benny Handoko, oleh Majelis Hakim yang diketuai Soeprapto dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan.

"Terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana," kata Hakim ketua Soeprapto dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014). "Dengan sengaja, tanpa hak mendistribusikan, sehingga dapat diaksesnya informasi elektronik ke publik," ujar Hakim Soeprapto.

Benny Handoko dinyatakan terbukti menyalahi ketentuan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa kepada Benny Handoko dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tak perlu dijalankan, kecuali kalau ada tindak pidana sebelum masa percobaan selama 1 tahun berakhir," kata Hakim Soeprapto dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014).

Hakim Soeprapto mengatakan Benny Handoko tidak perlu menjalankan hukuman 6 bulan penjara asalkan tidak melakukan tindak pidana yang sama selama masa percobaan 1 tahun. Pemilik akun Twitter @Benhan itu juga harus membayar biaya perkara sebesar Rp 10 ribu.

Putusan vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Benny Handoko dengan hukuman pidana, yakni 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. "Tuntutannya 1 tahun, tapi ini separuhnya," kata Jaksa Fahmi Iskandar. "Mungkin majelis hakim punya pertimbangan sendiri. Kami menghormatinya," ucap Jaksa Fahmi Iskandar.

Dengan dijatuhkannya keputusan bersalah, Jaksa Fahmi Iskandar menyatakan itu sudah membuktikan bahwa Benny Handoko telah melakukan tindak pidana. "Ini bukan puas atau tidak puas, membuktikan benar atau tidak. Tapi dakwaan Jaksa terbukti," katanya. Jaksa Fahmi Iskandar pun siap jika Benny Handoko mengajukan banding.

Benny Handoko sendiri menyatakan tidak puas dengan keputusan hakim. Alasannya, pendapat soal Muhammad Misbakhun hanya berupa kicauan di media sosial, tapi malah memenjarakannya. "Majelis hakim menunjukkan bahwa kita tidak bebas mengkritik. Padahal banyak orang menggunakan Twitter untuk menunjukkan sikap politiknya," ucap Benny Handoko.

Benny Handoko menyayangkan putusan hakim yang memvonisnya selama enam bulan penjara. Putusan tersebut ia nilai berpotensi memasung orang untuk bebas berkomunikasi di media sosial.

"Kita jadi tidak bebas lagi mengkritik pejabat publik," cetus Benny Handoko usai persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014).

Benny Handoko didakwa dengan UU ITE karena dianggap secara sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap Muhammad Misbakhun.

Tindak pidana itu bermula pada Desember 2012, pukul 02.55 WIB, saat Benny Handoko berkicau di twitter untuk menanggapi kicauan di twitland yang menyebut Muhammad Misbakhun terus dipojokkan oleh salah satu media karena getol membongkar korupsi bailout Bank Century yang menyeret Sri Mulyani.

Atas cecuit itu, Benny Handoko melalui akun @benhan menganggap kicauan itu tak lucu, sekaligus menyebut Muhammad Misbakhun sebagai perampok Bank Century.

Benny Handoko divonis 6 bulan lantaran melakukan pencemaran nama baik terhadap Mukhamad Misbakhun di Twitter. Pemilik akun @benhan itu menyebut Muhammad Misbakhun sebagai perampok Bank Century.

Tak berhenti di situ, Benny Handoko kembali meneruskan cecuitnya di twitter dengan kalimat lain. Ia juga menyebut Muhammad Misbakhun adalah pemilik akun anonim penyebar fitnah dan pernah menjadi PNS di Ditjen Pajak di era paling korup.

Tak terima, Muhammad Misbakhun dan Benny Handoko sempat perang di dunia maya hingga akhirnya politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melaporkan Benny Handoko ke polisi.

Karena ulah Benny Handoko itu, Muhammad Misbakhun merasa difitnah dan dipojokkan karena dalam putusan peninjauan kembali di Mahkamah Agung, Juli 2012, Muhammad Misbakhun dinyatakan tak bersalah karena tidak terbukti memalsukan dokumen letter of credit Bank Century.

Seperti dikabarkan sebelumnya, terdakwa kasus pencemaran nama baik, Benny Handoko yang merupakan pemilik akun twitter @benhan mengajukan pledoi dan menegaskan dirinya tetap tak bersalah atas tuduhan yang dialamatkan ke dirinya.

"Saya yakin tidak melakukan pencemaran nama baik. Dan saya harap hakim tidak terjebak pada Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU RI Tahun 2008 tentang ITE," ujar Benny Handoko, di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Menanggapi pembelaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi Iskandar langsung memberikan tanggapan dan menyatakan negara tetap berpegang pada tuntutan yang telah disampaikan sebelumnya.

Hakim ketua Soeprapto pun kemudian memutuskan untuk menunda sidang dengan agenda pembacaan putusan.

"Sidang dengan agenda putusan yang akan dibacakan majelis hakim digelar pada tanggal 5 Februari 2014," kata Hakim Soeprapto.

Seperti diketahui, @benhan dituntut hukuman percobaan 2 tahun oleh JPU Fahmi Iskandar pada hari Rabu (8/1/2014) lalu. @benhan dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan selama 2 tahun.

Saat membacakan surat dakwaan beberapa waktu sebelumnya, JPU menyatakan pada Desember 2012, pukul 02.55 WIB, Benny Handoko berkicau di twitter untuk menanggapi kicauan di twitland yang menyebut Muhammad Misbakhun terus dipojokkan oleh salah satu media karena getol membongkar korupsi bailout Bank Century yang menyeret Sri Mulyani.

Atas twit itu, Benny Handoko melalui akun @benhan menganggap kicauan itu tak lucu, sekaligus menyebut Muhammad Misbakhun sebagai perampok Bank Century.

Tak berhenti di situ, Benny Handoko kembali meneruskan di twitter dengan kalimat lain. Ia juga menyebut Muhammad Misbakhun adalah pemilik akun anonim penyebar fitnah dan pernah menjadi PNS di Ditjen Pajak di era paling korup.

JPU menuturkan, saat twit soal Muhammad Misbakhun itu akun @benhan memiliki 46 ribu follower. Selanjutnya, salah satu follower Benny Handoko berakun @ovili meneruskan twit @benhan ke akun twitter @misbakhun milik Muhammad Misbakhun. Selanjutnya saksi korban, Muhammad Misbakhun, meminta klarifikasi melalui twitter kepada terdakwa Benny Handoko.

Sebenarnya, Muhammad Misbakhun sudah meminta Benny Handoko meminta maaf sehingga urusan tak perlu diperpanjang. Namun, lanjut Jaksa Fahmi Iskandar, permintaan klarifikasi itu tak ditanggapi Benny Handoko.

Muhammad Misbakhun kemudian melaporkan Benny Handoko ke Polda Metro Jaya pada 10 Desember 2012 dan pada 24 Mei 2013 lalu, Benny Handoko ditetapkan sebagai tersangka.

Pada persidangan yang dipimpin hakim Soeprapto itu, JPU menjerat Benny Handoko dengan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman maksimalnya adalah enam tahun penjara.

Yakni terdakwa telah menyebar informasi atau dokumen elektronik yang memuat penghinaan. “Sementara saksi korban Muhammad Misbakhun dalam putusan peninjauan kembali di Mahkamah Agung, Juli 2012, dinyatakan tidak terbukti memalsukan dokumen letter of credit Bank Century sebagaimana dakwaan,” tukas Jaksa Fahmi Iskandar. (tem/tri)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.783.821 Since: 05.03.13 | 0.1288 sec