Hukum

Kasus Suap SKK Migas, Rudi Rubiandini Bantah Telah Menangkan PT. Timas Suplindo

Tuesday, 04 Februari 2014 | View : 1573

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). membantah telah memenangkan PT. Timas Suplindo, perusahaan Ketua Komisi Energi DPR RI, Sutan Bhatoegana dalam tender IDD Chevron.

“Itu hanya pernyataan si Sutan, sama dengan pernyataan lain di negeri ini, apabila ada sebuah project yang takut bermasalah, dia menyatakan tolong dikawal," terang Rudi Rubiandini ketika ditemui usai persidangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Menurut Rudi Rubiandini, tanpa ada pesan singkat dari Sutan Bhatoegana yang meminta perusahaannya dikawal, PT. Timas Suplindo memang memberikan penawaran harga paling rendah dalam proyek konstruksi terintegrasi instalasi bawah laut gendalo gehem itu. "Kebetulan perusahaan yang dikawal saudara Sutan itu memang nilainya paling rendah. Memang dialah yang harusnya jadi pemenang," jelas mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu.

Namun, Rudi Rubiandini mengakui memang ada masalah-masalah lain. "Dia (Sutan Bhatoegana) worried, dia menyampaikan kepada saya. Bukan istilahnya saya harus mengatur, tidak sama sekali," kata dia.

Rudi Rubiandini mengatakan tender yang diikuti Sutan Bhatoegana merupakan tender biasa. Menurut dia, Sutan Bhatoegana hanya mengingatkan saja agar proses tender dilakukan dengan baik. Rudi Rubiandini pun menepis jika tender IDD Chevron merupakan tender pesanan.

"Itu yang datang kepada saya banyak sekali berbicara seperti itu, bukan hanya Pak Sutan," papar dia.

Hingga saat ini, sambung Rudi Rubiandini, pemenang tender ini pun belum diputuskan siapa pemenangnya. "Sampai saat ini proses tender tadi belum ditentukan sampai hari ini," ucap dia.

Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Demokrat (PD), Sutan Bhatoegana (SB) disebut meminta terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). untuk mengawal perusahaannya, PT. Timas Suplindo, dalam tender konstruksi terintegrasi instalasi bawah laut Gendalo-Gehem, proyek milik IDD Chevron, kontraktor kontrak kerja sama.

Hal ini terungkap lewat pesan pendek Rudi Rubiandini kepada Gerhard Marten Rumesser, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riyono, dalam sidang dengan terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (4/2/2014). Di persidangan, Jaksa KPK Riyono membacakan pesan singkat dari Sutan Bhatoegana yang diteruskan Rudi Rubiandini ke Gerhard Marten Rumesser, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas.

Berikut isi pesan pendek atau pesan singkatnya yang dibacakan Jaksa KPK Riyono:

Rudi Rubiandini: “Pak Gerhard, apakah ini bisa dikawal… ‘Sudah dibuka di Chevron bid-nya. Hasilnya sbb: Total Timas USD 1,888,419,614.83, Saipem-Rekin 2,284,253,898. Mohon Timas sebagai yang penawar yang termurah agar dikawal. Terima kasih.' Itu sms SB.”

Gerhard Marten Rumesser: "Bisa saja Pak. Tapi ceritanya agak panjang. Nanti saya cari waktu untuk ketemu Pak Rudi."

Rudi Rubiandini: "Okey"

Jaksa KPK Riyono pun bertanya kepada Gerhard Marten Rumesser soal siapa yang dimaksud dengan "SB".

Gerhard Marten Rumesser, yang bersaksi untuk Rudi Rubiandini, menjawab SB adalah Sutan Bhatoegana. "Karena Pak Sutan adalah komisaris dari perusahaan yang menang, yang harganya paling rendah. Komisaris Timas. Itu alasan saya kenapa saya menduga kenapa Sutan Bhatoegana," jawab Gerhard Marten Rumesser.

Nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut dalam persidangan kasus suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang menyeret untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). Sebab, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas disebut berteman dekat dengan Denny Karmaina, Direktur PT. Utama Rajawali Swiber Cakrawala, peserta tender proyek offshore Chevron. Denny Karmaina, kawan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas semasa SMA, adalah Direktur Utama PT. Rajawali Swiber Cakrawala.

Denny Karmaina disebut komplain kepada Rudi Rubiandini lantaran SKK Migas menyetujui PT. Timas Suplindo sebagai pemenang proyek IDD Chevron untuk pengerjaan konstruksi terintegrasi instalasi bawah laut Gendalo-Gehem.

Ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riyono, saat memutarkan rekaman percakapan telepon Gerhard Marten Rumesser, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas. Dalam rekaman tersebut, hanya terdengar suara Gerhard Marten Rumesser. Berikut isinya:

- Halo..

- Itu gimana tuh yang apa, halo.. Yang itu..

- Ini apa, aku janji ngasih Rabu siang, ke itu, ke beliau, oke thank you..

Jaksa Riyono bertanya kepada Gerhard Marten Rumesser dengan siapa dia berbicara di sambungan telepon tersebut. "Itu masih inget dengan siapa?" tanyanya dalam persidangan untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa (4/2/2014).

Gerhard Marten Rumesser mengaku berbicara dengan Denny Karmaina. Yang dimaksud dengan "beliau" adalah mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). Sedangkan yang diserahkan ke Rudi Rubiandini pada hari Rabu adalah dokumen.

Menurut Gerhard Marten Rumesser, telepon tersebut hanya berupa konfirmasi dan menyambung pembicaraan sebelumnya. Dalam pembicaraan itu, kawan sekolah Ibas ini berharap PT. Saipem Indonesia menang dalam tender proyek dari IDD Chevron tersebut.

Namun yang menjadi pemenangnya malah PT. Timas Suplindo yang komisarisnya adalah Ketua Komisi Energi DPR RI, Sutan Bhatoegana karena penawaran harganya terendah.

"Kata Denny, tendernya tidak betullah, sehingga Timas harusnya dikalahkan, dalam konteks itu dia memberikan bukti-bukti, itulah alasannya dokumen itu," papar Gerhard Marten Rumesser. Dia mengatakan lantas menyerahkan dokumen tersebut ke Rudi Rubiandini karena terkait dengan tender besar. “Approval-nya dari Pak Kepala,” ujar dia.

Jaksa KPK Riyono langsung mencecar apakah pembicaraan tersebut terkait permintaan uang Rudi Rubiandini sebesar US$ 500 ribu ke Denny Karmaina. "Pembicaraan ini terkait adanya permintaan Pak Rudi dari Deni sebesar US$ 500 ribu?" tanyanya.

Gerhard Marten Rumesser mengaku tidak tahu karena langsung menyerahkan dokumen yang tersimpan dalam folder tersebut ke Rudi Rubiandini. Namun, ia tidak bisa memastikan isi folder tersebut berupa dokumen atau uang. "Saya kasih ke Pak Kepala, duitnya entah berapa, Pak Kepala akan datang ke saya kalau duitnya kurang. Tapi belakangan setelah saya cross check, menurut Pak Denny itu dokumen. Saya tidak mengecek ke Kepala," katanya.

Rudi Rubiandini pun mengaku pernah bertemu dengan Denny Karmaina di Bimasena, Jakarta Selatan, pada 28 Juli 2013. "Denny Karmaina baru bertemu dua kali. Yang pertama diperkenalkan. Yang kedua ketemu sama Pak Sutan," beber Rudi Rubiandini seusai persidangan.

Dalam pertemuan tersebut, Rudi Rubiandini mengaku Denny Karmaina mengajukan komplain dengan menyatakan di tender IDD Chevron ada permasalahan. "Ada komplain dan itu sudah terbiasa saya sebagai Kepala, jadi bukan hal yang baru dan bukan spesifik," ujar mantan Wakil Menteri ESDM itu. Pada saat bersamaan, Sutan Bhatoegana malah mengajukan protes ke Rudi Rubiandini karena uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Komisi Energi DPR RI masih kurang.

Ketika ditanya apakah Rudi Rubiandini menemui Denny Karmaina karena berstatus kawan Ibas, Rudi Rubiandini mengaku tidak mengetahui perkawanan Ibas-Denny. "Saya enggak tahu, tuh," katanya.

Dalam persidangan, penasihat hukum Rudi Rubiandini, Rusydi A. Bakar, menyinggung soal Denny Karmaina saat menanyai kepada Gerhard Marten Rumesser, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas. "Di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Saudara, ada yang menyebutkan 'Denny dari PT. Swiber dan mengatakan kepada saya, ia teman sekolah Ibas sewaktu SMA'," ujar pangacara Rusydi A. Bakar dalam persidangan Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Gerhard Marten Rumesser pun membenarkan. "Iya, yang saya tahu dia Direktur perusahaan minyak," katanya.

Namun, sebelum ia menjelaskan lebih lanjut, Hakim Ketua Amin Ismanto memotong jawaban Gerhard Marten Rumesser. "Tanya yang berkaitan dengan terdakwa (Rudi Rubiandini) saja, jangan melebar ke mana-mana," tukas Hakim Amin Ismanto. (ant/tri/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.378.618 Since: 05.03.13 | 0.2664 sec