Hukum

Kasus Suap SKK Migas, Saksi Sebut Sutan Bhatoegana Minta Perusahaan Dikawal Tender

Tuesday, 04 Februari 2014 | View : 1160

JAKARTA-SBN.

Dugaan keterlibatan Ketua Komisi Energi DPR RI dan anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana, dalam permainan tender di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) semakin mengerucut. Saat bersaksi dalam sidang terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). dan pelatih golf pribadi Rudi Rubiandini, Deviardi, Tenaga Ahli Bidang Operasi SKK Migas, Gerhard Marten Rumesser, mengakui pernah mendapat permintaan dari Sutan Bhatoegana (SB) agar perusahaannya yakni PT. Timas Suplindo, dimenangkan pada lelang di SKK Migas. Tenaga Ahli Bidang Operasi SKK Migas, Gerhard Marten Rumesser mengaku anggota komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana pernah minta perusahaannya dimenangkan dalam sebuah tender di lingkungan SKK Migas.

Gerhard Marten Rumesser mengakui hal itu setelah dicecar oleh Hakim Anggota Purwono Edi Santoso yang membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya. Awalnya, Gerhard Marten Rumesser mencoba berkelit ketika dicecar perihal keterlibatan Sutan Bhatoegana.

“Sering saudara berbicara dengan Sutan Bhatoegana?" tanya Hakim Purwono kepada Gerhard Marten Rumesser saat bersaksi untuk terdakwa Rudi Rubiandini dan Deviardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (4/2/2014).

"Saya kalau one on one (tatap muka) enggak pernah. Tapi kalau rapat di DPR sesekali pernah," jawab Gerhard Marten Rumesser.

Ketua Komisi VII dari fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sutan Bhatoegana disebut meminta satu perusahaan dikawal untuk memenangkan dalam tender di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). “Dalam berita acara pemeriksaan Saudara No.52, penyidik menunjukkan SMS komunikasi Pak Rudi tanggal 28 Mei 2013, isinya adalah ‘Tender sudah dibuka dan penawaran Timas lebih rendah dari penawaran Saipem. Seharusnya pemenang tender dari penawar terendah’, ini maksudnya apa?" tanya Hakim anggota Anwar dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Menurut Gerhard Marten Rumesser saat bersaksi untuk terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (4/2/2014), dirinya pernah mendapat terusan pesan singkat atau SMS dari Rudi Rubiandini yang diduga dikirim oleh Sutan Bhatoegana.

“Itu adalah SMS yang dikirim SB yang di-‘forward’ Pak Rudi ke saya, soal Timas penawarannya paling rendah mohon dikawal. Dugaan saya itu SMS dari Sutan, dugaan saya SB adalah Sutan Bhatoegana,” ungkap mantan Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Gerhard Marten Rumesser.

Gerhard Marten Rumesser menjadi saksi dalam sidang terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). yang diduga menerima suap untuk mengatur kebijakan tender di SKK Migas.

Menurut Gerhard Marten Rumesser, saat itu memang SKK Migas tengah membuka lelang pengadaan konstruksi anjungan pengeboran.

PT. Timas yang dimaksud adalah PT. Timas Suplindo yaitu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan rekayasa, Sutan Bhatoegana tercatat pernah menjadi wakil Direktur perusahaan tersebut pada 2003-2004.

Sedangkan, PT. Saipem adalah PT. Saipem Indonesia yang juga bergerak di bidang konstruksi minyak dan gas.

Yang bersaing ketat dalam tender itu yakni dua perusahaan, PT. Timas Suplindo yang dijagokan oleh Sutan Bhatoegana dan PT. Saipem Indonesia yang dikawal Direktur PT. Rajawali Swiber Cakrawala, Denny Karmaina.

Denny Karmaina disebut-sebut sebagai sahabat dekat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini mengenai pengadaan konstruksi ‘offshore’ di Chevron, Yang Mulia," jelas Gerhard Marten Rumesser.

Gerhard Marten Rumesser mengatakan, PT. Timas Suplindo saat itu menawarkan harga lebih rendah dari PT. Saipem Indonesia. Dalam pelaksanaan lelang, Rudi Rubiandini lantas meminta Gerhard Marten Rumesser memenangkan PT. Timas Suplindo, dengan menunjukkan pesan singkat yang diteruskan dari Sutan Bhatoegana.

"Saya dikirim SMS oleh Pak Rudi. Isinya pak SB (Sutan Bhatoegana) minta supaya PT Timas dimenangkan. Itu SMS yang di forward (diteruskan) dari pak Sutan. Itu permintaan SB ke Pak Rudi, Pak Rudi ke saya," papar Gerhard Marten Rumesser.

Namun, menurut Gerhard Marten Rumesser, Rudi Rubiandini tidak mengerti mengenai aturan pelaksanaan lelang di SKK Migas. “Menurut saya Pak Rudi tidak mengerti tender, karena Pak Rudi minta tolong dikawal supaya Timas yang menang, itu permintaan yang di-forward Pak Rudi ke saya, yang berasal dari SB Pak," beber Gerhard Marten Rumesser.

“Tapi apakah Pak Rudi pernah menyampaikan SB itu Sutan?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tidak pernah, dalam kaitan tender ini saya mengambil kesimpulan karena Sutan Bhatoegana adalah komisaris dari perusahaan yang menang itu," ucap Gerhard Marten Rumesser.

Sedangkan PT. Saipem Indonesia sendiri dikawal oleh Direktur PT. Rajawali Swiber Cakrawala, Denny Karmaina.

Akhirnya, Gerhard Marten Rumesser mengakui PT. Timas Suplindo mendapat proyek tersebut.

Tetapi, dia mengaku juga menerima protes dari Denny Karmaina. Masalah pemenangan PT. Timas Suplindo dalam tender IDD di lingkungan SKK Migas ini, diakui Gerhard Marten Rumesser, pernah diprotes pesaingnya PT. Saipem Indonesia.

Gerhard Marten Rumesser mengatakan, berulang kali Denny Karmaina pernah menitipkan dokumen yang ditujukan kepada Rudi Rubiandini. Denny, imbuh dia, juga menitipkan dokumen yang isinya mengenai ketidaklayakan PT. Timas Suplindo dalam penggerjaan proyek tersebut. "Pak Denny ini berharap yang menang itu Saipem, harusnya Timas itu dikalahkan. Dia berikan bukti-bukti kenapa alasannya dalam dokumen itu. Karena itu saya berikan ke Pak Kepala karena approval tendernya ada di Pak Kepala (Rudi Rubiandini)," elaborasi dia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Riyono kemudian mencecar Gerhard Marten Rumesser terkait penyebutan nama Sutan Bhatoegana. Gerhard Marten Rumesser pun mengungkapkan, dirinya yakin SMS dari Sutan Bhatoegana karena yang bersangkutan merupakan salah satu komisaris dari perusahaan yang ikut tender. “Yang (tender) IDD ini saya ambil kesimpulan Pak Sutan Bhatoegana, karena setahu saya dia Komisaris dari PT. Timas yang menang tender karena penawarannya paling rendah," kata mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas tersebut. "Yang saya tahu Pak Sutan memang komisaris PT. Timas," lanjut Gerhard Marten Rumesser.

Rudi Rubiandini diketahui pernah menerima titipan dari Denny Karmaina melalui Gerhard Marten Rumesser.

“Pernah ada titipan dari Denny ke saya, yang saya ingat seukuran folio, agak berat karena banyak, tapi bungkusannya seperti folder dokumen," ungkap Gerhard Marten Rumesser.

Titipan tersebut ditujukan ke Rudi Rubiandini karena nilai kontrak untuk tender tersebut nilainya besar. “Pak Rudi ingin tahu karena nilainya besar, nanti Pak Rudi yang mengesahkan. Pak Denny berharap yang menang Saipem, sehingga seharusnya Timas dikalahkan dengan alasan itu dia bawa dokumen-dokumen ke SKK, dan karena (nilai) itu besar saya laporkan ke Pak Kepala, itu yang menentukan Pak Kepala,” terang Gerhard Marten Rumesser.

Seusai persidangan, Rudi Rubiandini mengatakan bahwa SMS Sutan Bhatoegana tersebut hanyalah proyek biasa. “Pernyataan si SB ini sama dengan pernyataan lain di negeri ini, apalagi satu proyek yang takut bermasalah, dia menyatakan tolong dikawal. Kebetulan perusahaan yang dikawal saudara SB itu memang nilainya paling rendah. Memang dialah yang harusnya jadi pemenang. Namun memang ada masalah-masalah lain, jadi dia ‘worried’, dia menyampaikan ke saya, bukan istilahnya saya harus mengatur, tidak sama sekali,” urai Rudi Rubiandini seusai sidang.

Ia juga mengaku bahwa proses tender pun dilakukan dengan baik sesuai aturan. “Jadi meskipun disebut-sebut ada SB dalam kasus ini tidak ada masalah, hanya mengingatkan saja agar proses tender dilakukan dengan baik, jangan diartikan sebagai pesanan," sambung Rudi Rubiandini.

Mantan Wakil Menteri ESDM tersebut bahkan mengaku bukan hanya Sutan Bhatoegana yang datang kepadanya.

"Yang datang kepada saya banyak sekali yang berbicara seperti itu, bukan hanya Pak SB," tambah Rudi Rubiandini.

Dalam perkara ini, Rudi Rubiandini dikenakan Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang berdasarkan Pasal 12 huruf a atau huruf b subsider Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal penjara 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 1 miliar. (tem/tri/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.378.674 Since: 05.03.13 | 0.2202 sec