Internasional

Oposisi Bersikeras Gagalkan Dan Gugat Pemilu Thailand

Monday, 03 Februari 2014 | View : 557

BANGKOK-SBN.

Para demonstran anti-pemerintah Thailand pada Senin (3/2/2014) berjanji untuk terus melakukan unjuk rasa di jalan guna mengusir Perdana Menteri Yingluck Shinawatra setelah pemilu yang berlangsung "kacau" gagal membawa solusi bagi krisis politik di negara itu.

Ratusan pengunjuk rasa memulai melakukan pawai dan demonstrasi lainnya di seberang luar dan seluruh Kota Bangkok pada hari Senin (3/2/2014) hari ini guna untuk meningkatkan serta menaikkan dukungan dan menggalang dana untuk kampanye para demonstran bagi tiga bulan kampanye mereka yang bertujuan untuk menggulingkan dan menjatuhkan pemerintah.

Media setempat mulai pesimistis dan memandang kecil kemungkinan untuk mengakhiri kebuntuan politik Thailand.

Hanya ada sedikit tanda-tanda berakhirnya kebuntuan, dengan partai berkuasa Puea Thai bersiap menghadapi gugatan pengadilan atas pemilu, serta sejumlah langkah hukum lainnya yang diajukan terhadap Yingluck Shinawatra.

Tampaknya hanya ada sedikit tanda positif untuk mengakhiri kebuntuan politik Thailand, sebab partai berkuasa di negara itu, Puea Thai, juga sudah bersiap untuk memasukkan gugatan di pengadilan terhadap hasil pemungutan suara serta langkah hukum lainnya yang melawan pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Penyebabnya, partai berkuasa di negara itu, Puea Thai juga akan melakukan langkah hukum lain untuk menekan perlawanan terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Pada pemilu terakhir tahun 2011, partai Yingluck Shinawatra itu juga memenangkan lebih dari setengah dari total 500 kursi parlemen yang tersedia.

Pemimpin partai Demokrat atau partai oposisi, Abhisit Vejjajiva, membenarkan dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan keberatan dan gugatan hukum atas “pemilu yang tidak sah” dan terhadap hasil pemungutan suara yang dinilainya “tidak sah” karena hal itu tidak mencerminkan kehendak dan niat dari konstituen atau rakyat.

Komisi Pemilihan Umum (Pemilu) Thailand menyebutkan 10.000 dari hampir 94.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak bisa melakukan pemungutan suara atau tidak dapat beroperasi, mempengaruhi jutaan orang sehingga jutaan warga Thailand tidak dapat memberikan suaranya meskipun hingga saat ini masih belum jelas berapa banyak dari warga yang memang akan telah merencanakan dan mempergunakan hak suaranya untuk memilih.

Bahkan jika PM Yingluck Shinawatra menang dalam pemilu kali ini, dia akan tetap memainkan peran sebagai penguasa sementara atau juru kunci dengan kekuasaan terbatas atas pemerintahan dalam hal kebijakan pemerintah hingga sampai pemilihan umum (pemilu) berikutnya dilaksanakan dengan jumlah pemilih atau konstituen yang mencukupi akan membentuk komposisi untuk pemenuhan kuorum di parlemen, demikian AFP. (afp)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.895 Since: 05.03.13 | 0.182 sec