Hukum

Kepala Negara Minta Pertimbangan DPR RI Pecat Wakil Ketua Ombudsman Nonaktif

Sunday, 02 Februari 2014 | View : 835

JAKARTA-SBN.

Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pertimbangan kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memecat Wakil Ketua Ombudsman (non-aktif) Azlaini Agus (51). “Kami harapkan DPR dapat memberikan pertimbangan berkenaan dengan rekomendasi pemberhentian tetap Azlaini Agus sebagai Wakil Ketua merangkap anggota Ombudsman,” demikian tulis Kepala Negara dalam surat kepada pimpinan DPR RI tertanggal 24 Desember 2013.

Dalam surat yang salinannya diperoleh wartawan, Kepala Negara merujuk pada Undang-undang Ombudsman Pasal 19 yang menyebutkan “Untuk dapat diangkat menjadi Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Ombudsman seseorang harus memenuhi syarat-syarat: cakap, jujur, memiliki integritas moral yang tinggi, dan memiliki reputasi yang baik, serta tidak pernah melakukan perbuatan tercela.”

Presiden SBY juga merujuk Pasal 22 yang menyebut Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Ombudsman dapat diberhentikan jika tidak lagi memenuhi persyaratan jabatan seperti diatur Pasal 19. Adapun pemberhentian Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Ombudsman dari jabatannya menurut Pasal 22 dilakukan oleh Presiden.

Kepala Negara dalam surat tersebut juga merujuk pada rekomendasi Majelis Kehormatan Ombudsman yang telah menyatakan Azlaini Agus melanggar koder etik Ombudsman dan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Wakil Ketua merangkap anggota Ombudsman. Majelis Kehormatan Ombudsman pada 29 November 2013 telah merekomendasikan Azlaini Agus dipecat secara permanen dan menjatuhkan sanksi lainnya yang memungkinkan.

Komisioner Ombudsman Azlaini Agus diangkat oleh Presiden pada 10 Februari 2011 setelah dia mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Pemerintahan DPR RI dan kemudian disetujui paripurna DPR RI.

Komisioner Ombudsman Azlaini Agus direkomendasikan dipecat karena menampar Yana Novia, staf PT. Gapura Angkasa atau petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pada 28 Oktober 2013 lalu. Saat itu, staf PT. Gapura Angkasa, Yana Novia menjelaskan bahwa penerbangan dari Pekanbaru ke Kuala Namu, Sumatera Utara, ditunda karena cuaca buruk akibat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Komisioner Ombudsman Azlaini Agus juga memaki Barinas, satpam bandara, dengan sebutan kecoak ketika Barinas menegur Azlaini Agus yang melakukan kekerasan.

Ternyata, bukan kali ini saja staf PT. Gapura Angkasa, Yana Novia (20), berurusan dengan anggota DPR RI periode 1999-2014 Azlaini Agus (51). Tujuh bulan lalu dia juga mengalami pengalaman tidak mengenakkan.

Saat ditemui oleh wartawan, Selasa (29/10/2013), Yana Novia menuturkan awal pertemuannya dengan Azlaini Agus yang kini menjadi Komisioner Ombudsman. Dia pertama bertemu dengan Azlaini Agus sekitar tujuh bulan lalu saat masih baru bekerja di PT. Gapura Angkasa.

Saat itu, Yana Novia bertugas di pintu gate I Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru untuk memeriksa seluruh ID dan boarding pass seluruh penumpang. Ketika hendak memeriksa ID dan boarding pass milik Azlaini Agus, Yana Novia mengaku kena 'semprot'. "Waktu saya minta ID, Ibu itu ngomong ke saya 'Kamu belum kenal saya ya?' Saya jawab, 'Maaf saya tidak kenal Ibu'," tutur Yana Novia.

"Kamu tidak kenal saya, atau IQ kamu yang jongkok," imbuh Yana Novia mengutip perkataan Azlaini Agus saat itu. Yana Novia mengaku dirinya hanya bisa menjawab: "Maaf Ibu, saya hanya menjalankan tugas."

Pertemuan tak mengenakkan berikutnya terjadi Senin (28/10/2013) pagi. Pipi kanannya ditampar Azlaini Agus dengan tangan kiri setelah mengumumkan penundaan penerbangan pesawat.

Akibat peristiwa itu, Yana Novia melaporkan Azlaini Agus ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.

Sedangkan Azlaini Agus sendiri membantah telah menampar Yana Novia. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, provinsi Sumatera Utara. Azlaini Agus saat itu mendampingi anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja.

Akibat kasus ini, Azlaini Agus dinonaktifkan dari tugas Ombudsman sejak 30 Oktober 2013.

Kepolisian telah menetapkan Komisioner Ombudsman Azlaini Agus sebagai tersangka. Dia dijerat tiga pasal sekaligus.

Ketua Majelis Kehormatan Ombudsman Masdar Farid Mas`udi mengatakan kelakuan Komisioner Ombudsman Azlaini Agus menampar dan merendahkan orang di depan umum tidak mencerminkan keteladanan dan sikap saling menghargai yang diatur kode etik Ombudsman. ”Azlaini memiliki kecenderungan berkata kasar. Sikap ini dilakukan baik terhadap kolega, bawahan, pegawai di lingkungan Ombudsman, dan tempat-tempat yang dikunjungi Azlaini,” tukas Masdar Farid Mas’udi, Jumat (29/11/2013) silam. (tempo)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.649.263 Since: 05.03.13 | 0.18 sec