Hukum

Wali Kota Tangsel Mendadak Bungkam

JAKARTA-SBN.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/2/2014).

Airin Rachmi Diany tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Seperti biasa, dia datang seorang diri. Airin Rachmi Diany berada di dalam Rutan KPK selama dua jam. Sekitar pukul 12.10 WIB, adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu keluar dari Rutan KPK.

Berdasarkan pantauan, adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu, Airin Rachmi Diany selesai membesuk Wawan sekitar pukul 12.10 WIB. Airin Rachmi Diany yang keluar dari Rutan KPK, Jakarta sekitar pukul 12.10 WIB itu langsung menunduk saat keluar dari Rutan, Senin (3/2/2014). Airin Rachmi Diany yang mengenakan busana dan jilbab warna putih itu langsung berjalan menuju pintu belakang KPK.

Airin Rachmi Diany yang memakai baju putih itu tampak memegangi saputangan menutupi mukanya. Sembari berjalan Airin Rachmi Diany terlihat menutupi hidung dan mulutnya dengan selembar tisu usai menjenguk Wawan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta, Senin (3/2/2014). Tidak seperti biasanya, Wali Kota Tangsel yang juga mantan Putri Pariwisata dan Putri Favorit pada ajang Puteri Indonesia tahun 1996 ini juga terlihat meneteskan air mata. Air matanya tampak menetes dari mata Airin Rachmi Diany sejak dia hendak keluar dari gerbang Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Wajah adik ipar Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah itu pun, Airin Rachmi Diany nampak memerah seperti menahan tangis. Selembar tisu digunakannya untuk menyeka air matanya.

Sambil menangis, Airin Rachmi Diany terus berjalan menuju mobilnya. Sembari berjalan menuju mobilnya yang berada di bagian samping KPK, Airin Rachmi Diany pun terus bungkam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

Airin Rachmi Diany tidak memberi jawaban saat disodorkan sejumlah pertanyaan dari awak media. Dia enggan mengomentari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para wartawan kepadanya.

Airin Rachmi Diany tetap bungkam ketika dicecar soal dugaan keterlibatan dia dalam kasus dugaan pencucian uang membelit suaminya. Dia juga terdiam ketika ditanya apakah siap jika di kemudian hari ditetapkan sebagai tersangka. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany enggan berkomentar soal kemungkinan dirinya menjadi tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dia bisa dijerat dalam posisinya sebagai istri Tubagus Chaery Wardana atau Wawan.

Airin Rachmi Diany pun enggan berkomentar jika suatu saat dia bakal diperiksa sebagai saksi buat suaminya.

Sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan pun tidak digubrisnya. Perempuan yang mengenakan jilbab abu-abu dan kemeja putih lengan panjang itu memilih terus berjalan menuju kendaraannya, dengan kepala tertunduk. Kakinya terus melangkah sampai keluar Gedung KPK. Dia berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir di sebelah Gedung KPK dan masuk ke dalam mobilnya yang sudah menunggu.

Seperti diberitakan, KPK membuka peluang menjerat Airin Rachmi Diany sebagai tersangka. KPK juga menyatakan Airin Rachmi Diany bisa ikut terjerat kasus suaminya jika terbukti ikut menampung hasil pencucian uang yang dilakukan Wawan. Terkait kasus TPPU itu, KPK menyatakan, tidak menutup kemungkinan Airin Rachmi Diany juga bisa ditetapkan sebagai tersangka, sebagaimana diatur dalam UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Hal ini dilakukan apabila Airin Rachmi Diany juga menikmati hasil korupsi yang dilakukan oleh suaminya. "Kalau menurut Pasal 5 Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) walau dia (Airin Rachmi Diany) pasif (bukan pelaku) dia bisa kena," jelas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2014). Pasal 5 ayat (1) menyebutkan setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana, diancam penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. (viv/tem/kom)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.783.818 Since: 05.03.13 | 0.1371 sec