Hukum

Usai Jenguk Wawan Di Rutan KPK, Walikota Tangsel Menangis

JAKARTA-SBN.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/2/2014).

Airin Rachmi Diany tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Seperti biasa, dia datang seorang diri. Airin Rachmi Diany berada di dalam Rutan KPK selama dua jam. Sekitar pukul 12.10 WIB, adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu keluar dari Rutan KPK.

Airin Rachmi Diany rajin menjenguk Wawan. Selama ini, Airin Rachmi Diany kerap menjenguk Wawan yang ditahan di Rutan KPK. Airin Rachmi Diany rutin datang setiap hari kunjungan, yakni tiap Senin dan Kamis. Biasanya begitu keluar dari rutan KPK, dia tampak ceria. Bahkan sempat beberapa kali memberikan pernyataan kepada wartawan.

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany baru saja selesai menjenguk suaminya Tubagus Chaery Wardana alias Wawan di Rutan KPK. Tidak seperti biasanya Airin Rachmi Diany kerap menebar senyuman, tapi baru kali ini, Airin Rachmi Diany saat keluar dari Rutan dengan mata basah sambil menahan tangis. Entah apa yang terjadi, usai membesuk suaminya, ada raut kesedihan. Tak jelas musababnya. Tidak diketahui penyebab Airin Rachmi Diany menitikkan air mata.

Tapi ia pantas bersedih. KPK menahan suaminya Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sejak 4 Oktober 2013. Suaminya, adik kandung Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ini Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi di KPK dan dijerat kasus berlapis. Selain merupakan tersangka kasus dugaan suap di pengurusan dan penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK), Tubagus Chaery Wardana alias Wawan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) kedokteran umum di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 dan terjerat juga kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) di lingkungan Dinas Kesehatan provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2011-2013. Terakhir, Tubagus Chaery Wardana juga disangka dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sejauh ini KPK sudah menyita sejumlah hartanya demi kepentingan penyidikan. Harta-harta itu disita lantaran diduga berasal dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus dugaan Tindak Pencucian Uang (TPPU) terhadap Wawan, KPK sudah menyita belasan mobil bernilai miliaran rupiah dari beberapa lokasi penggeledahan. Terkait pencucian uang, KPK juga menyita 18 mobil-mobil mewah Wawan lainnya yang diduga milik Wawan dan total ada sebanyak 17 mobil yang disita beberapa di antaranya berkategori super mewah yang tersebar di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Bali itu diduga merupakan bagian dari aset Wawan yang diduga hasil TPPU.

KPK sempat menggeledah rumah dinas Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, dan juga menggeledah rumah pribadi Airin Rachmi Diany dan Wawan di Jalan Denpasar IV, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dari rumah itu, KPK telah menyita satu unit motor antik dan belasan mobil mewah, yakni motor Harley Davidson jenis V-Rod silver bernomor polisi B 3484 NWW, mobil sport Nissan GTR putih bernomor polisi GTR B 888 GAW, Toyota Land Cruiser hitam bernomor polisi B 888 TCW, dan Lexus hitam B 888 ARD. Beberapa mobil itu bahkan tergolong tunggangan mewah berjenis supercar. Mobil yang disita KPK beberapa di antaranya merupakan mobil mewah, termasuk di dalamnya antara lain 1 unit Toyota Land Cruiser warna hitam, 1 unit Nissan GTR warna putih, 1 unit Toyota Lexus warna hitam, 1 unit mobil Lamborghini warna putih B 888 WAN, 1 unit Ferrari warna merah, 1 unit Bentley warna hitam, dan 1 unit Rolls Royce warna hitam. Kemudian, 2 unit Mitsubishi Pajero, 1 unit BMW, 1 unit Honda Freed, 3 unit Toyota Innova, 1 unit Toyota Avanza, 1 unit Ford Fiesta, 1 unit Toyota Fortuner.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany "tertangkap" tengah menitikkan air mata usai menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/2/2014). Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany tampak terlihat menangis seusai menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, yang ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (3/2/2014) siang. Wajah dan matanya bersemu memerah.

Hanya, seperti sudah-sudah, Wali Kota Tangerang Selatan, itu pelit bicara. Airin Rachmi Diany tidak berkomentar saat diberondong pertanyaan wartawan. Tak tahu karena apa, Airin Rachmi Diany sendiri tak buka mulut saat ditanyai wartawan. Justru adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu tampak menutup wajahnya dengan selembar tisu. Airin Rachmi Diany menutup rapat mulutnya dengan tisu dan telapak tangan kanannya. Ia terus saja menerobos hadangan rombongan wartawan yang berusaha mencegatnya.

Berdasarkan pantauan, adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu, Airin Rachmi Diany selesai membesuk Wawan sekitar pukul 12.10 WIB. Airin Rachmi Diany yang keluar dari Rutan KPK, Jakarta sekitar pukul 12.10 WIB itu langsung menunduk saat keluar dari Rutan, Senin (3/2/2014). Airin Rachmi Diany yang mengenakan busana dan jilbab warna putih itu langsung berjalan menuju pintu belakang KPK.

Airin Rachmi Diany yang memakai baju putih itu tampak memegangi saputangan menutupi mukanya. Sembari berjalan Airin Rachmi Diany terlihat menutupi hidung dan mulutnya dengan selembar tisu usai menjenguk Wawan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta, Senin (3/2/2014). Tidak seperti biasanya, Wali Kota Tangsel yang juga mantan Putri Pariwisata dan Putri Favorit pada ajang Puteri Indonesia tahun 1996 ini juga terlihat meneteskan air mata. Air matanya tampak menetes dari mata Airin Rachmi Diany sejak dia hendak keluar dari gerbang Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Wajah adik ipar Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah itu pun, Airin Rachmi Diany nampak memerah seperti menahan tangis. Selembar tisu digunakannya untuk menyeka air matanya.

Dua ajudan Airin Rachmi Diany pun mencoba menghalau awak media yang mendekati. "Permisi mas, kasih jalan, kasih jalan," kata seorang ajudan Airin Rachmi Diany di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2014).

Sambil menangis, Airin Rachmi Diany terus berjalan menuju mobilnya. Sembari berjalan menuju mobilnya yang berada di bagian samping KPK, Airin Rachmi Diany pun terus bungkam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

Tak diketahui pasti apa penyebab Airin Rachmi Diany menangis. Padahal, tadi saat datang, Airin Rachmi Diany masih mengumbar senyum ramahnya sebelum memasuki Rumah Tahanan (Rutan). (viv/tem/kom/met/oke)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.719 Since: 05.03.13 | 0.1684 sec