Internasional

Situasi Kairo Makin Mencekam

Tuesday, 02 Juli 2013 | View : 1226

KAIRO-SBN.

Presiden Mesir, Mohamed Moursi berusaha meyakinkan masyarakat Mesir akan menjalankan janji reformasi konstitutional dan menggelar dialog. Moursi tetap bertahan dan bersikeras bahwa satu-satunya cara penyelesaian masalah adalah dengan dialog. Presiden Mesir tersebut akhirnya memerintahkan peningkatan intervensi militer. Mohamed Moursi adalah presiden yang diusung kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Aksi demonstrasi massa besar-besaran pun digelar untuk menuntut Presiden Mesir mundur, Mohamed Moursi serta mendesak Mohamed Moursi hengkang dari jabatannya setelah jatuh korban jiwa dalam aksi tersebut. Kelompok oposisi juga melakukan protes di depan istana El-Thadiya Mesir pada hari Minggu (30/6/2013).

“Sedikitnya 16 orang tewas dalam kekerasan terkait aksi protes sejak Minggu (30/6/2013),” ungkap Juru bicara Menteri Kesehatan, Yehya Moussa, kepada televisi pemerintah. “Delapan di antaranya tewas saat terjadi penyerangan ke Markas Ikhwanul Muslimin, sedangkan tiga orang lainnya tewas dalam unjuk rasa yang terjadi di luar Kota Kairo,” sambung Yehya Moussa.

Para pengecam Mohamed Moursi menganggap Markas Ikhwanul Muslimin sebagai pusat kekuasaan sebenarnya di Mesir. Mereka berulang kali menuding bahwa pemimpin ulama kelompok Islam tersebut, Mohammed Badie, dan wakilnya, Khairat el-Shater, adalah orang-orang yang sebenarnya memerintahkan penembakan brutal di negeri piramid tersebut, dan bukan Presiden Mohamed Moursi.

Sampai pada Senin (1/7/2013) pagi waktu setempat, unjuk rasa semakin menjadi-jadi. Massa pendukung oposisi menyerang kantor Ikhwanul Muslimin dan melakukan penjarahan. Massa dengan beringas menjarah stok bensin yang tersimpan di kantor Ikhwanul Muslimin. Massa terlihat meninggalkan kantor tersebut dengan bom molotov, helm karyawan, jaket anti peluru, furnitur, televisi, dan dokumen-dokumen penting milik Ikhwanul Muslimin. Tayangan televisi lokal menunjukkan jendela-jendela gedung berlantai enam itu hancur, temboknya menghitam, dan asap mengepul di vila yang dijaga ketat di Distrik Muqatam, Kairo Timur. Api membakar di salah satu lantai gedung itu berjam-jam setelah gedung itu diserbu massa anti Ikhwanul Muslimin. “Di Kairo, kursi milik Persaudaraan Muslim, kelompok yang menaungi Mohamed Moursi, tampak sudah terbakar sebelum demonstran menyerbu dan menjarahnya,” ujar seorang koresponden AFP.

Mesir merupakan negara pertama di dunia yang mengakui Kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Situasi Mesir kian mencekam karena pengunduran diri empat menteri. “Ada empat menteri yang kompak menyorongkan surat pengunduran diri pada Perdana Menteri Mesir, Hisham Qandil,” bocor seorang pejabat senior pemerintahan yang tidak mau ditulis namanya. Empat menteri-menteri Mesir yakni Menteri Pariwisata, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Komunikasi, dan Menteri urusan Hukum. Kempat menteri menyerahkan surat pengunduran diri pada Senin (1/7/2013) menyusul protes yang semakin masif terhadap pemerintahan Presiden Mohamed Moursi. “Empat menteri tersebut menyerahkan surat pengunduran diri bersama dengan Perdana Menteri Hisham Qandil,” papar seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Menteri Pariwisata, Hisham Zazou, mengaku sebetulnya sudah ingin mundur sejak bulan lalu, persis ketika Presiden Mohamed Moursi menunjuk Adel al-Khayat sebagai gubernur. Hisham Zazou tak habis pikir atas penunjukan itu.

Adel al-Khayat adalah anggota lengan politik bekas kelompok militan Islam, Gamma Islamiya, yang bertanggung jawab atas pembantaian 58 wisatawan di Luxor tahun 1997. Hisham Zazou kembali bekerja pekan lalu setelah Adel al-Khayat mundur. Presiden dari kelompok Ikhwanul Muslimin itu menunjuk Adel al-Khayat pada 16 Juni, bersama 16 gubernur baru, tujuh di antaranya dari Ikhwanul Muslimin.

Pengunduran keempat menteri itu menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Mohamed Moursi yang baru berumur satu tahun. Padahal, Mohamed Moursi mengaku sejak dipercaya menjadi orang nomor satu di Mesir, sudah berjuang mati-matian untuk menghadapi penilaian sinis oposisi, media, bahkan kepolisian. “Ini merupakan saat bersejarah. Persaudaraan Muslim telah menghancurkan negeri ini, jadi mencuri dari mereka dibenarkan,” kata seorang demonstran Mohamed. Kelompok Tamarod berada di balik protes pada Minggu (30/6/2013) yang mengumpulkan jutaan orang tumpah ruah di jalan-jalan menuntut Mohamed Moursi mundur pada perayaan pelantikannya yang pertama. Kelompok Tamarod telah mendesak lembaga-lembaga negara untuk mendukung aksi para pengunjuk rasa. Tamarod menyerukan kepada tentara, polisi, dan pengadilan untuk secara jelas berpihak kepada yang populer yang akan diwakilkan oleh kerumunan orang banyak. Pemimpin oposisi, Hamdeen Sabbahi telah mendesak intervensi militer apabila Mohamed Moursi tetap bersikeras menolak untuk lengser.

Pada hari yang sama Senin (1/7/2013), oposisi memberikan ultimatum dan batas waktu pada pemerintahan Mohamed Moursi sehari untuk mundur dari jabatannya. “Kami memberikan Mohamed Moursi waktu hingga pukul 17.00 waktu setempat pada Selasa (2/7/2013), untuk menanggalkan kekuasaannya, yang memungkinkan seluruh institusi pemerintah untuk mempersiapkan pemilu presiden yang baru lebih awal,” kata gerakan Tamarod dalam sebuah pernyataan di situsnya. “Jika tidak, maka Selasa (2/7/2013) pukul 17.00 waktu setempat akan menjadi awal dari dimulainya kampanye rakyat yang sesungguhnya dan pembangkangan sipil yang lengkap,” demikian bunyi tuntutan oposisi kepada Mohamed Moursi, Senin (1/7/2013). Tamarod dalam bahasa Arab untuk Pemberontakan, merupakan sebuah kampanye masyarakat umum yang mengklaim telah mengumpulkan lebih dari 22 juta tandatangan yang menyatakan sikap tidak percaya kepada Presiden Mesir dan pamor Mohamed Moursi makin tak populer. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.842 Since: 05.03.13 | 0.2257 sec