Nasional

AJI Minta Jurnalis Peliput Bencana Utamakan Keselamatan

Sunday, 02 Februari 2014 | View : 871

MEDAN-SBN.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan mengingatkan, para jurnalis khususnya yang sedang melakukan kegiatan peliputan di daerah bencana Kabupaten Karo, Sumatera Utara, untuk mengutamakan keselamatan diri.

Pernyataan ini, disampaikan AJI setelah pada Sabtu (1/2/2014) dikabarkan seorang jurnalis Sumatera Utara, Rizal Sahputra, biasa disapa Jack, tewas diterjang awan panas Gunung Sinabung.

Rizal Sahputra (23) alias Ijek salah seorang reporter media cetak (Jurnal Sumut) tewas akibat luncuran awan panas Gunung Sinabung, Sabtu (1/2/2014). Rizal merupakan warga yang beralamat di Jalan Karya Bhakti Medan. Rizal Sahputra tercatat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi zonasumut.com.

Jack tewas bersama belasan korban lainnya di Desa Suka Meriah, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.

"Jurnalis harus mengutamakan keselamatan diri dan melakukan pemetaan wilayah liputan dengan memperhatikan zona berbahaya yang telah ditetapkan pihak berwenang," kata Ketua AJI Medan Soetana Monang Hasibuan, Sabtu (1/2/2014).

"AJI Medan mengungkapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban Rizal Sahputra dan korban lainnya,"  tambah Soetana Monang Hasibuan.

Lebih jauh, Soetana Monang Hasibuan mengingatkan, demi keselamatan dan kenyamanan dalam bekerja, perusahaan media diminta melengkapi  jurnalisnya dengan peralatan dan fasilitas yang memadai untuk keamanan para jurnalis.

"Jangan hanya memberikan beban tugas meliput kepada jurnalis tapi tidak memberikan fasilitas yang membuat jurnalis lebih aman bekerja di daerah bencana alam yang sulit diprediksi," Soetana Monang Hasibuan menegaskan.

Meski demikian, Soetana Monang Hasibuan juga meminta para jurnalis agar tidak nekat melakukan peliputan hingga memasuki wilayah berbahaya sebagaimana telah ditetapkan pemerintah.

"Jangan ambisius untuk mendapatkan berita eksklusif. Karena apapun itu tidak setimpal bila nyawa taruhannya," tukas Soetana Monang Hasibuan.

Wajah Hanifah tampak pucat pasi. Air matanya tak henti mengalir, setelah mengetahui putera keduanya, Rizal Sahputra (33), tewas tersapu debu panas Gunung Sinabung, Sabtu (1/2/2014) sore.

Jurnalis media cetak (Jurnal Sumut) itu, tewas akibat luncuran awan panas Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (1/2/2014) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat berada di rumah duka yang beralamat di Jalan Karya Bakti, Darussalam, sang ibu belum mau memberikan keterangan. Ia begitu berduka dengan kepergian anaknya tersebut.

"Kemarin (Jumat, 31/1/2014), dia sempat pamit sama mamak (ibu) bang. Katanya mau ke Berastagi," ujar Kiki (20), adik keempat korban ketika ditemui di rumah duka, Sabtu (1/2/2014) malam.

Menurut Kiki, Jack sempat pamit hendak melakukan peliputan bencana Sinabung. "Katanya dia mau liputan bang, dari kerjaannya," ujar remaja bertubuh kurus ini.

Mendengar hal itu, ibu korban Hanifah sempat melarang. Namun, Jack tetap memaksa untuk berangkat.

"Mamak udah bilang sama abang, ngapain ke sana. Jangan dulu. Di sana kan lagi bahaya," ujar Kiki menirukan perkataan ibunya.

Karena Jack tetap ngotot, lanjut Kiki, ia kemudian berangkat ke Sinabung sejak, Rabu (29/1/2014).

"Ada kawannya yang jemput. Yang gimbal itu (Thomas Milala) bang," terangnya.

Namun, setelah berselang beberapa hari Jack berada di Sinabung, ia tak juga memberi kabar. Hanifah mulai resah, hingga akhirnya mendapat kabar jika anaknya itu meninggal dunia terkena bencana wedus gembel (awan panas).

"Kami dapat kabar tadi sore bang. Dari kawan-kawannya," ujar Kiki.

Sementara itu, beberapa rekan kampus korban di STIK-P Jalan SM Raja ketika berada di rumah duka mengatakan korban pergi ke Sinabung dalam rangka pembuatan film dokumenter. Hal itu dilakukan korban guna menggalang dana bencana Gunung Sinabung.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir karena terkena luncuran awan panas Gunung Sinabung, Rizal Sahputra (23) alias Ijek sempat membuat status di BlackBerry dan akun Facebooknya. Status tersebut ia buat pukul 01.35 WIB, Sabtu (1/2/2014).

"Kuta Tonggal-Suara gelegak itu semakin jelas terdengar, bongkahan batu cair (Larva) berwarna pijar mulai terjulur dari mulut kawah Sinabung" ini merupakan status Ijek di BlackBerry dan Facebooknya.

Selamat jalan kawan, semoga dirimu diterima disisiNya. (tri)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.504.569 Since: 05.03.13 | 0.2731 sec