Agama & Masyarakat

Permintaan Terakhir Almarhum Murry

Saturday, 01 Februari 2014 | View : 1432

JAKARTA-SBN.

Salah satu personel grup band era 70-an, Kasmuri atau biasa dikenal sebagai Murry Koes Plus, berpulang menghadap hadirat Sang Khalik hari ini pada Sabtu (1/2/2014) pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Almarhum meninggal pada usia 65 tahun. Rencananya, setelah salat Zuhur akan langsung disolatkan di pemakaman Pondok Rangon. 

Murry, drummer band legendaris Koes Plus itu, telah berpulang ke Rahmatullah, Sabtu, (1/2/2014), sekitar pukul empat pagi. Sebelum meninggal, ada permintaan terakhir yang diucapkannya.

Yana, adik ipar almarhum kepada wartawan menjelaskan, almarhum tak mengalami sakit  sebelum pergi untuk selama-lamanya.

Almarhum, sebelum menghembuskan nafas terakhir, cerita Yana, sempat meminta kepada anaknya agar pendingin ruangan (AC) dimatikan karena merasa kedinginan.

"Setelah itu, almarhum dibuatkan teh hangat,  seluruh badannya dibaluri minyak kayu putih. Tak berapa lama, almarhum terbatuk, kemudian pergi untuk selama-lamanya, " cerita Yana.

Murry Koes Plus merasa kedinginan dan meminta istrinya untuk mematikan mesin pendingin (AC).

Demikian keterangan yang disampaikan Rico Valentino Murry, anak kedua almarhum, saat ditemui sebelu menyalatkan jenazah ayahandanya di Masjid Al-Muhajirin, tidak jauh dari kediamannya, di Perum Keranggan Permai, Keranggan, Pondok Gede, Bekasi.

"Jadi bapak meninggal tiba-tiba," lanjutnya.

Memang diakuinya ayahnya itu punya riwayat diabetes dan batuk-batuk. Sebab, ayahnya adalah pecandu rokok dan kopi.

Namun, menurut Rico Valentino Murry, kemarin ayahnya sempat mengalami gangguan pernapasan dan merasa kedinginan. Makanya sang ayah meminta ibunya mematikan (AC).

"Mendadak pukul empat (pagi) bapak sudah enggak ada," ucapnya.

Namun, keluarganya sama sekali tidak mengetahui kalau Murry menghembuskan napas terakhir. Mereka lantas membawanya ke rumah sakit.

"Kami mau tahu ada apa. Sempat diambil tindakan, tapi bapak sudah enggak ada,” tutur dia. "Aku minta bapak (jantungnya) dikejut, tapi dokter bilang enggak boleh karena paru-parunya rusak," tandasnya.

Yanti Nurhayanti tiga hari silam sempat bermimpi. Dalam mimpinya tersebut ia menjahit sendiri pakaian berwarna hitam dan merah. Ia sempat menanyakan arti mimpi itu, kepada suaminya, Murry, drummer band legendaris Koes Plus.

Namun, Murry mengabaikannya. Mungkin, saat itu pria berusia 65 tahun tersebut tidak mengetahui arti mimpi istrinya.

"Itu tiga hari lalu, berlalu begitu saja," ucapnya, Sabtu, (1/2/2014), saat ditemui di Perum Keranggan Permai, Keranggan, Pondok Gede, Bekasi.

Yanti Nurhayanti adalah orang terakhir yang mendampingi Murry, drummer band legendaris Koes Plus, di akhir hayatnya. Sebab, Murry menghembuskan napas terakhirnya tepat di hadapannya.

"Dia meninggal di hadapan saya," ucapnya, Sabtu, (1/2/2014), ditemui di Perum Keranggan Permai, Keranggan, Pondok Gede, Bekasi.

Ia sama sekali tidak menyangka kalau pagi tadi suaminya meninggal dunia di hadapannya. Peristiwanya terjadi di luar dugaan.

Mendadak, suaminya merasa kedinginan dan mintanya mematikan mesin pendingin (AC). Sebelum meninggal, Murry minta istrinya untuk mematikan mesin pendingin (AC). Tubuhnya menggigil kedinginan. Bahkan, Murry juga sempat meminta air hangat kepada istrinya untuk diminumnya. Setelah itu, Murry mengalami kejang-kejang.

"Dia bilang ingin dimatiin AC, lalu dia minta air hangat. Tak lama kok dia kejang-kejang, lalu jatuh di tangan saya," lanjutnya.

Kontan Murry tak sadarkan diri. Tubuhnya mendadak kaku.

Istrinya sempat mengiranya hanya pingsan. Sang istri sempat menganggap Murry hanya pingsan. Ia kemudian menghubungi anak-anaknya.

Ternyata Murry menghembuskan napas terakhirnya.

Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mengetahui penyebabnya. Namun, dokter ternyata mengatakan bahwa suaminya tersebut telah meninggal dunia.

Murry dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, dokter menyatakan Murry telah menghembuskan napas terakhir. "Dibilang dokter, dia meninggal," tandasnya. (tri/tem)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.912 Since: 05.03.13 | 0.1383 sec