Hukum

KPK Buat Simulasi Kedatangan Anggoro Widjojo

Thursday, 30 Januari 2014 | View : 593

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup sibuk saat mendatangkan tersangka kasus dugaan suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo yang telah menjadi buron selama empat tahun tujuh bulan. Menjelang Anggoro Widjojo datang, KPK membuat simulasi kedatangan Anggoro Widjojo.

Rencana kedatangan buron kasus dugaan suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu, Anggoro Widjojo, membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sibuk. Pegawai bagian Humas, Protokol, hingga beberapa personel pengawal KPK sampai membuat simulasi kedatangan Anggoro Widjojo. "Ini supaya tertib. Kami tak mau kejadian Anas terulang," cetus Juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo di halaman Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2014).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan tersangka kasus dugaan suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo, bakal tiba di gedung KPK sekitar pukul 23.00 WIB. "Yang bersangkutan baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.00 WIB. Mungkin baru tiba di gedung ini pukul 23.00 WIB," ungkap Johan Budi SP. di halaman Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2014).

Menurut Johan Budi SP., Anggoro Widjojo bakal datang sambil dikawal Brigade Mobile Markas Besar Kepolisian. Johan Budi SP. mengaku belum tahu apakah Anggoro Widjojo datang dengan tangan terborgol atau tidak.

Sambil memegang microphone, Johan Budi SP. mengarahkan para wartawan. "Nanti penjagaan dari Brimob tak bakal menutupi Anggoro. Tapi dia jangan diburu yah," kata Johan Budi SP. Para pewarta pun bersepakat untuk tak menyerobot Anggoro Widjojo.

Simulasi dimulai, staf Protokol KPK, Joko, menjadi Anggoro. Dia berjalan menyusuri halaman Gedung KPK, dikawal dua personel 'Brimob', Ipi dan Ayu, yang merupakan pegawai Humas. Melihat tingkah para pegawai KPK itu, para pewarta tertawa. "Mohon teman-teman memahami, jangan sampai kejadian Anas terulang," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. yang mengkomando wartawan dengan menggunakan pengeras suara, Kamis (30/1/2014).

Pada hari Jumat (10/1/2014) silam, kondisi di halaman Gedung KPK ricuh saat tersangka kasus dugaan gratifikasi Hambalang Anas Urbaningrum, keluar dari gedung dan masuk mobil tahanan. Sebelum sempat Anas Urbaningrum masuk mobil, ada telur melayang ke arah Anas Urbaningrum.

Usai simulasi, wartawan dan KPK sepakat, Anggoro Widjojo akan berdiri diam sejenak di atas tangga. Momen tersebut akan diigunakan para juru kamera mengambil gambar. Namun, skenario itu buyar karena penyidik langsung menggiring Anggoro Widjojo ke dalam Gedung KPK. Para juru kamera pun kecewa.

Untung saja, saat konferensi pers, pihak KPK membawa masuk Anggoro Widjojo ke dalam ruangan, supaya bisa memajang Anggoro Widjojo. Sambil dikawal polisi, Anggoro Widjojo masuk dan berdiri mematung di samping tempat duduk para pimpinan KPK. “Jangan rusuh, kita sudah sepakat. Jangan maju-maju," ketus Johan Budi SP.

Saat Anggoro Widjojo datang, para juru kamera langsung membidikkan lensanya ke arah Anggoro Widjojo. Tak mau ketinggalan, wartawan yang bukan juru kamera pun mencoba mengabadikan momen itu menggunakan kamera telepon selular.

Dipajangnya Anggoro Widjojo selama kurang dari lima menit itu cukup memuaskan para juru kamera. Soalnya, usai memfoto Anggoro Widjojo , beberapa juru kamera terlihat santai dan tak lagi dalam posisi siaga. Beberapa bahkan meninggalkan ruangan konferensi pers.

"Sudah ya, saya hitung mundur, tiga, dua, satu, satu setengah.. silakan pengawal membawa kembali," cetus Johan Budi SP.

Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan, lembaganya baru saja memeriksa identitas Anggoro Widjojo. "Kami verifikasi mendalam terhadap sosok AW, dan disimpulkan, bahwa benar, yang baru saja kita lihat bersama, adalah orang yang selama ini menjadi DPO dan punya identitas sebagai AW," ungkap Abraham Samad.

Anggoro Widjojo, kakak Anggodo Widjoyo, pemicu kasus Cicak-Buaya dan terpidana percobaan penyuapan Wakil Ketua KPK pada 2008, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, adalah Direktur PT. Masari Radiokom. Kasus yang membelit dia diusut KPK sejak 2008.

Anggoro Widjojo ditetapkan menjadi tersangka pada 19 Juni 2009, kemudian melarikan diri dan dinyatakan sebagai buronan. Atas permintaan KPK, Interpol pun turun tangan untuk mengusut kasus ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi belum mengetahui status paspor yang digunakan Anggoro Widjojo, tersangka korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan. Anggoro Widjojo ditangkap di di Shenzhen, Cina, Rabu (29/1/2014) waktu setempat. "Ini juga menjadi pertanyaan KPK. Sampai saat ini kami belum dapat menjawabnya karena terkait keaslian paspor AW (Anggoro Widjojo) yang mengetahui sepenuhnya adalah otoritas Cina," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan,  Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2014) malam.

Menurut Bambang Widjojanto, KPK juga belum mengetahui sumber penghasilan Anggoro Widjojo selama menjadi buronan komisi antigratifikasi itu sejak 2009. "Nanti pada waktunya rekan-rekan sekalian akan kami beritahu. Yang jelas kami tidak menyembunyikan apa pun,” tukas Bambang Widjojanto.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (WamenkumHAM), Denny Indrayana membenarkan buron kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu, Anggoro Widjojo, ditangkap di Zhenzhen, China. Menurut Denny Indrayana, Anggoro Widjojo ditangkap tiga lembaga sekaligus yakni Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan polisi China. "Benar, kemarin sore telah berhasil menangkap buronan KPK atas nama Anggoro Widjojo," kata Denny Indrayana melalui pesan pendek, Kamis (30/1/2014). (tem/tri)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.881 Since: 05.03.13 | 0.1305 sec