Ekonomi

Krisis Politik Thailand, Pariwisata Thailand Rugi

Wednesday, 29 Januari 2014 | View : 709

BANGKOK-SBN.

Thailand yang berada di tengah-tengah wilayah Asia Tenggara merupakan gerbang utama bagi industri pariwisata. Posisi Thailand yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Laos, Kamboja, dan Myanmar telah menjadi keuntungan tersendiri dalam memikat turis. Para wisatawan dapat datang ke Thailand, baik melalui jalan darat, udara, maupun laut.

Namun sayang pariwisata Thailand dinodai aksi unjuk rasa yang kian tanpa ujung pangkal selesainya. Aksi protes antipemerintah sejak Oktober tahun lalu dan sejak pertengahan bulan ini diiringi aksi shutdown di Bangkok membuat industri pariwisata berpotensi merugi hingga 22,5 miliar baht atau setara Rp 8,39 triliun.

Wisatawan asal China yang sebelumnya diperkirakan membanjiri Thailand sepanjang liburan Imlek membatalkan perjalanannya.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Somsak Phurisisak pekan lalu mengatakan, kunjungan wisatawan asing bulan ini akan turun antara 500 ribu hingga satu juta orang. Tingkat penghunian hotel di Bangkok maupun kawasan wisata Pattaya dan Hua Hin dilaporkan hanya 30%.

Dewan Pariwisata Thailand menyebutkan, potensi kehilangan pendapatan bisa mencapai 22,5 miliar baht. Pemerintah China pekan lalu mengingatkan warganya untuk menjauh dari lokasi-lokasi unjuk rasa dan mempertimbangkan kembali perjalanan tak penting ke Thailand.

“Tadinya dalam rangka Natal Saya mau mengunjungi teman di Bangkok selama sepekan. Sayang harus ditunda karena ada unjuk rasa. Lalu Saya berharap bisa ke sana pas Imlek. Tapi itu pun sekarang harus dibatalkan. Kecewa sih tapi keselamatan yang utama,” ujar Jia Yanfen (38 tahun), guru bahasa asal Beijing yang mengaku belum pernah ke Thailand, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (27/1/2014).

Aksi protes belakangan makin besar dan persimpangan-persimpangan utama di ibukota diblokir massa. Akibatnya, Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra menetapkan keadaan darurat di Bangkok dan sekitarnya pada 22 Januari 2014. Pemilihan umum (pemilu) yang diserukannya pada 2 Februari 2014 terancam batal.

Pemrotes menutup paksa sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) saat pemungutan suara awal pada Minggu (27/1/2014). Aksi pemrotes terakhir itu sudah menelan korban jiwa. Dampaknya terhadap sektor pariwisata sangat terasa karena mengontribusi sekitar 10% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pekan lalu, indeks pariwisata dan hiburan Bursa Thailand (SET) melemah 3% atau yang terburuk di antara 27 subindeks bursa tersebut.

“Kekhawatiran terbesar sekarang adalah kalau aksi protes ini mulai berdampak lebih besar terhadap industri pariwisata. Apalagi sektor ini satu-satunya titik cerah perekonomian pada 2013,” ujar Porranee Thongyen, kepala riset Asia Plus Securities Pcl.

Karena konsumsi maupun investasi lesu, tambah dia, kemerosotan pendapatan pariwisata bisa memperburuk kondisi perekonomian.

Indeks saham gabungan SET pada sesi pagi, Senin (27/1/2014) turun 1,4% dan berpotensi mencatat pelemahan terbesar sejak 15 Januari 2014.

Sedangkan, nilai tukar baht anjlok hampir 6% dalam tiga bulan terakhir sehingga menjadi mata uang terburuk setelah rupiah, di antara 11 mata uang paling banyak ditransaksikan di Asia.

Sepanjang tahun 2013, Bangkok menarik kunjungan hampir 4,2 juta turis dari China, Hong Kong, dan Taiwan atau melonjak 46% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Somsak Phurisisak mengungkapkan musim liburan Imlek biasanya ditandai kunjungan sekitar 300.000 turis China. “Kami perkirakan penerbangan terus dikurangi, khususnya dari China,” papar dia.

Singapore Airlines menyatakan membatalkan 43 penerbangan Singapura-Bangkok pada 14 Januari-27 Februari 2014. Sedangkan, Thai Airways akan membatalkan 25 penerbangan Hong Kong-Bangkok.

Dewan Pariwisata Thailand memprediksi kunjungan wisata pada kuartal I-2014 year-on-year (yoy) turun 7,3% menjadi 6,5 juta. Sejak awal Januari 2014, tingkat kedatangan di Bangkok turun 5% yoy.

Industri pariwisata Thailand baru pulih dari aksi massa yang menyebabkan bandara utama tutup hampir dua pekan pada tahun 2008 dan bentrokan berdarah di Bangkok pada tahun 2010. Thailand juga didera tsunami 2004 dan banjir besar 2011.

“Di luar politik, fundamental ekonomi Thailand masih sangat kuat. Posisi utang luar negerinya juga masih sangat sehat dan kebijakan ekonomi sangat kredibel,” ujar Elena Okoroschenko, Direktur Pelaksana Standard and Poor’s Asia Pasifik.

Kunjungan turis asing pada 2010 dilaporkan anjlok hingga 70%, sedangkan saat ini 60%. Hal ini mengindikasikan antisipasi para pelancong terhadap kondisi krisis politik di Thailand. (bloomberg)

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.870 Since: 05.03.13 | 0.1755 sec