Hukum

Anggoro Widjojo Ditangkap Di Shenzhen China

Thursday, 30 Januari 2014 | View : 1179

JAKARTA-SBN.

Selama hampir lima tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memburu Anggoro Widjojo. Buron kasus dugaan suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu Kementerian Kehutanan yang juga Direktur PT. Masaro Radiokom Anggoro Widjojo akhirnya ditangkap.

Baru dua hari lalu, Anggoro Widjojo tertangkap di China. Anggoro Widjojo, Direktur PT. Masaro Radiokom merupakan tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Departemen Kehutanan.

Anggoro Widjojo ditangkap ketika sedang berada di check point perbatasan antarnegara (land border) Shenzhen Wan, China. Itu adalah perbatasan antara China dengan Hongkong. "Anggoro sempat melintas dari Shenzhen ke Hongkong. Dia ditangkap saat kembali dari Hongkong ke Shenzhen," kata Atase Imigrasi Indonesia di China, Jamaruli Manihuruk, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2014).

Sebelum ditangkap pada Rabu (29/1/2014), buronan kasus dugaan suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo ketahuan berangkat dari Shenzhen, China, ke Hongkong dua hari sebelumnya.

Atase Imigrasi Indonesia di China, Jamaruli Manihuruk, tak menjelaskan secara jelas mengapa Anggoro Widjojo tak ditangkap langsung pada Senin (27/1/2014), ketika melintas pertama kali. "Kami tak mau melakukan hal ceroboh. Semuanya harus dipertimbangkan dengan matang," ujar dia di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2014) malam.

Awalnya, Anggoro Widjojo  ketahuan berangkat dari Shenzhen ke Hongkong pada Senin (27/1/2014). Kemudian, Rabu (29/1/2014), dia kembali dari Hongkong ke Shenzhen. Saat itulah, dia pun ditangkap. Petugas yang menangkap Anggoro Widjojo adalah petugas imigrasi setempat, Public Security Beureau (PBS). Menurut Jamaruli Manihuruk, hanya PBS itulah yang berwenang menangkap Anggoro Widjojo.

Setelah PBS menangkap Anggoro Widjojo, beberapa pihak dihubungi, yaitu Kementerian Keamanan Publik dan polisi Cina. Anggoro Widjojo kemudian dibawa ke Ghuangzhou dan diserahkan kepada atase imigrasi. "Dari Ghuangzhou, Anggoro dikawal petugas termasuk petugas KPK, dan berhasil dibawa dengan pesawat Garuda," beber Jamaruli Manihuruk.

Mendarat pukul 21.20 WIB di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Anggoro Widjojo langsung dibawa ke Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Anggoro Widjojo adalah Direktur PT. Masaro Radiokom. Kasus yang membelit dia diusut KPK sejak 2008. Anggoro Widjojo ditetapkan menjadi tersangka pada 19 Juni 2009, kemudian melarikan diri dan dinyatakan sebagai buronan. Atas permintaan KPK, Interpol pun turun tangan untuk mengusut kasus ini.

Anggoro Widjojo sebagai Direktur PT. Masaro Radiokom diduga memberikan uang sebesar Rp 105 juta dan US$ 85 ribu kepada mantan Ketua Komisi IV Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, yang juga menjadi terpidana kasus korupsi Tanjung Api-api, Yusuf Emir Faisal. Uang tersebut sebagai suap agar anggota Dewan menyetujui program revitalisasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) senilai Rp 180 miliar.

Program tersebut sempat terhenti saat Menteri Kehutanan RI ke-8 dijabat oleh Mohamad Prakosa. Namun, program kembali diangkat pada 2007 pada masa jabatan Malem Sambat Kaban. Akhirnya, Dewan mengeluarkan surat rekomendasi untuk meneruskan proyek itu pada 12 Februari 2007.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Anggoro Widjojo disangkakan menyuap mantan Ketua Komisi IV Kehutanan DPR RI periode 2004-2009 yang juga tersangka alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Yusuf Emir Faisal sebesar Rp 75 juta dan SIN$ 60 Ribu. Tujuannya adalah supaya suami dari penyanyi Hetty Koes Endang yang Ketua Komisi IV DPR RI yang membawahi permasalahan Kehutanan ini mau mengeluarkan rekomendasi bagi pengadaan SKRT, sistem komunikasi pemantau hutan di Departemen Kehutanan.

Seperti diberitakan pada tahun 2008, skandal korupsi mendera Yusuf Emir Faisal. Oleh KPK, Yusuf Emir Faisal yang pada tahun 1999 terpilih menjadi anggota DPR RI dari fraksi PKB dijadikan tersangka kasus dugaan suap proyek pengalihan fungsi hutan di Tanjung Api-api, Sumatera Selatan. Kasus itu meliputi proyek pengalihan fungsi hutan bakau seluas 1.200 hektare yang disetujui Menteri Kehutanan Malem Sambat (M.S.) Kaban pada 14 Agustus 2007 itu. Yusuf Emir Faisal menjalani sidang hingga divonis 4,5 tahun.

Proyek SKRT ini sempat diberhentikan Mohamad Prakosa, Menteri Kehutanan Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004 yang menjabat sejak 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004.  Proyek ini rencananya dilanjutkan kembali pada 2008-2010. Kali ini, PT. Masaro Radiokom sebagai wakil Motorola ditunjuk langsung tanpa tender. Selain itu Harga Patokan Sendiri (HPS) dibuat langsung oleh PT. Masaro Radiokom, mengacu pada HPS tahun 2006-2007.

Komisi Kehutanan DPR RI mengabulkan permintaan Anggoro Widjojo dengan mengeluarkan rekomendasi 12 Februari 2007.  Rekomendasi ini ditujukan agar Departemen Kehutanan menuntaskan SKRT pada awal 2007 dengan investasi sebesar Rp 2,2 triliun. Nilai proyek per  tahun Rp 180 Milliar. Dana tersebut dialokasikan dari DIPA Departemen Kehutanan, yang seharusnya digunakan bagi Dana Reboisasi dan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja mantan Ketua Komisi Kehutanan DPR RI Yusuf Emir Faisal. Di gedung PT. Masaro Radiokom dalam dugaan penerimaan suap alih fungsi lahan pada 29 Juli 2008. Dalam penggeledahan, penyidik menemukan bukti dugaan suap pengadaan alat komunikasi kehutanan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengecek ke Motorola Singapura. Rupanya piranti yang hendak dipakai dalam proyek itu tak lagi diproduksi. Motorola menyatakan tak pernah mengirim barang ke Indonesia pada tahun 2008. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menghitung kerugian negara mencapai Rp 180 Milliar.

Anggoro Widjojo menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Anggoro Widjojo disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Namun Anggoro Widjojo menghilang. Dia menjadi buron KPK sejak 19 Juni 2009.

Anggoro Widjojo ditangkap kepolisian Shenzhen, Cina. Penangkapan ini atas kerja sama KPK, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, dan kepolisian Shenzhen pada 29 Januari 2014.

Anggoro Widjojo dipulangkan ke Indonesia dengan Pesawat Garuda Indonesia dari Guangzhou.

Anggoro Widjojo tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (30/1/2014) malam dan langsung digiring ke Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan di Jakarta Selatan. (tri/kom/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.437 Since: 05.03.13 | 0.3305 sec