Hukum

Mantan Kepala SKK Migas Jadi Saksi Untuk Tersangka Mantan Sekjen Kementerian ESDM

Wednesday, 29 Januari 2014 | View : 1000

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi untuk membongkar kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hari ini, Rabu (29/1/2014), KPK memanggil mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

Rudi Rubiandini sudah tiba di KPK sekitar pukul 9.58 WIB mengenakan rompi tahanan KPK berwarna orange. Namun, Rudi Rubiandini tidak memberikan komentar apapun, kecuali melempar senyum kepada wartawan.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). baru saja menjalani pemeriksaan sekitar 5,5 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rudi Rubiandini hari ini Rabu (29/1/2014) diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM, Waryono Karno, dengan tersangka kasus tersebut. “Dia diperiksa sebagai saksi untuk WK (Waryono Karno),” ungkap Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, yang juga tersangka korupsi, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). memberikan keterangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait keterlibatan skandal pemberian gratifikasi dan atau suap di lingkungan Kementerian ESDM atas nama tersangka mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karyo.

"Saya barusan cuma diperiksa sebagai saksi untuk Pak Waryono," kata Rudi Rubiandini seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).

Usai diperiksa, Rudi Rubiandini menyebut tidak ada yang baru dalam pemeriksaannya. Rudi Rubiandini yang keluar mengenakan rompi jingga khas Tahanan KPK itu mengatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap Waryono Karno sama seperti yang pernah ditujukan kepadanya saat diperiksa oleh penyidik komisi antigratifikasi itu. Pasalnya, pemeriksaan ini hanya menyalin berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya menjadi BAP untuk tersangka Waryono Karno.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). menyatakan, tidak ada yang baru dalam pemeriksaan dirinya sebagai saksi untuk mantan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karyo. Rudi Rubiandini mengklaim, belum ada yang baru di kasus yang menjerat mantan Sekjen Kementerian ESDM ini. Bahkan, menurut Rudi Rubiandini Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya sebagai saksi, sama dengan saat dirinya menjadi tersangka. “Tapi isinya hanya mengkopi atau menyalin BAP saya yang lama menjadi BAP-nya saksinya Pak Waryono. Jadi tidak ada, belum ada hal yang baru sampai hari ini. Maka, jadi perkembangannya masih sama," katanya usai diperiksa sebagai saksi di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).

Selebihnya Rudi Rubiandini enggan menjawab pertanyaan wartawan. Alasannya kata dia, belum ada yang baru dalam pemeriksaannya sebagai saksi. Atas dasar itulah, Rudi Rubiandini berdalih tidak ada hal yang baru yang bisa diberikan kepada media. "Nanti kalau ada yang baru, saya kasih tahu, tidak ada yang baru, tidak ada yang baru datanya, semua cuma copy paste, sudah dulu ya," ujar Rudi Rubiandini menambahkan.

Rudi Rubiandini yang kini sudah berstatus terdakwa itu enggan membuka soal apa saja yang ditanyakan oleh penyidik KPK. Dia juga tak mau menyebutkan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

Sementara itu, saat ditanya terkait permintaan THR dari anggota Dewan terhormat kepada dia saat masih menjabat sebagai Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini memilih diam.

Rudi Rubiandini juga enggan membeberkan soal adanya komunikasi antara dia dan Dirut Pertamina, Galaila Karen Kardinah Agustiawan yang membahas permintaan THR dari anggota DPR RI. "Tidak ada itu," tutur Rudi Rubiandini singkat.

Padahal, pihak Galaila Karen Kardinah Agustiawan usai diperiksa KPK membenarkan adanya percakapan antara Galaila Karen Kardinah Agustiawan dan Rudi Rubiandini. Percakapan itu membahas soal permintaan THR dari anggota DPR RI Komisi VII. Namun, saat itu Galaila Karen Kardinah Agustiawan menolak untuk memberikan THR.

Komisi antigratifikasi itu juga telah memeriksa Direktur Utama Pertamina Galaila Karen Kardinah Agustiawan.

Galaila Karen Kardinah Agustiawan sempat mengatakan dirinya enggan menjadikan Pertamina sebagai "sapi perah" oleh sejumlah pejabat negara.

Salah satu kejadiannya adalah saat dirinya diminta oleh Rudi Rubiandini untuk patungan memberi uang THR kepada anggota parlemen.

Dirinya juga mengakui siap dipecat jika tidak menuruti keinginan Rudi Rubiandini.

Sebelumnya, Rudi Rubiandini sempat mengancam Galaila Karen Kardinah Agustiawan akan dilaporkan kepada Menteri jika tidak mau "urunan" uang THR.

Meski begitu, melalui penasihat hukum Galaila Karen Kardinah Agustiawan, Rudy Alfonso, Dirut Pertamina itu tidak menyebut nama siapa Menteri yang dimaksudkan oleh Rudi Rubiandini.

Rudi Rubiandini dikabarkan sempat pernah dihubungi oleh Waryono Karno agar memberi sejumlah uang untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para anggota Komisi VII DPR RI.

Uang THR itu diduga menjadi alat pemulus pembahasan kepentingan Kementerian ESDM di komisi yang membidangi energi itu.

Ketika KPK mengeledah ruangan Waryono Karno ditemukan uang sebesar US$ 200 ribu yang memiliki nomor seri yang sama dengan uang dolar di kediaman rumah dinasnya Rudi Rubiandini.

Dalam kasus ini, KPK sendiri telah menetapkan mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan atau suap di lingkungan Kementerian ESDM. KPK menduga Waryono Karno melanggar Pasal 12 huruf B dan atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di beberapa ruang kerja politikus Partai Demokrat dan Partai Golkar di Gedung  DPR RI, Senayan, Jakarta.

Selain di DPR RI, KPK juga sudah menggeledah rumah Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana yang berlokasi di Jalan Sipatahunan, Bogor, Jawa Barat. Juga digeledah rumah politikus Partai Golkar Zainuddin Amali di Jalan Wirabudi 1 Blok 1 Cipinang, Melayu, Jakarta Timur.

Selain mantan Kepala SKK Migas itu, bersama Rudi Rubiandini, KPK juga memanggil orang dekatnya dan memeriksa pelatih golf pribadi Rudi Rubiandini, Deviardi alias Ardi, terkait kesaksian keduanya untuk tersangka Waryono Karno. Deviardi alias Ardi juga diperiksa sebagai saksi. Mereka berdua sudah berstatus terdakwa dalam kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas. (ant/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.798.783 Since: 05.03.13 | 0.3018 sec