Nasional

Banjir Akan Kepung Jakarta

Thursday, 30 Januari 2014 | View : 1552

JAKARTA-SBN.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencara Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ketinggian air di Pintu Air Katulampa per Rabu (29/1/2014) pukul 23.27 WIB adalah 220 sentimeter (cm) atau Siaga I. Sementara itu, ketinggian air di Pintu Air Depok per pukul 23.00 WIB adalah 180 cm atau Siaga IV, dan Pintu Air Manggarai per pukul 23.52 WIB adalah 780 cm atau Siaga III. "Banjir kiriman bagi bantaran Sungai Ciliwung hilir diperkirakan sekitar 9-11 jam setelah pukul 23.00 WIB atau Kamis (30/1/2014) pukul 08.00-10.00 WIB," kata Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).

Berdasarkan laporan dari akun Twitter @TMCPoldaMetro milik Traffic Management Center Polda Metro, genangan air masih membanjiri permukiman warga ataupun jalanan, seperti Mangga Dua, Ciledug, Daan Mogot, Gunung Sahari, ataupun Cengkareng. Foto-foto yang menggambarkan kepadatan lalu lintas di jalan tol akibat banjir juga diunggah.

Kondisi ini memaksa pihak kepolisian untuk memberikan dispensasi bagi pemberlakuan pengendalian lalu lintas 3 in 1 pada hari Rabu (29/1/2014).

Selain itu, akun Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menginformasikan, kawasan Pintu Air Karet mendapatkan perhatian utama karena tinggi muka air di sana mencapai 610 cm dan dikategorikan Siaga I.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan, debit air di Pintu Air Depok pada Kamis (30/1/2014) ini terus meningkat. Hal ini menyusul tingginya banjir kiriman dari Pintu Air Katulampa Bogor yang telah Siaga 1 sejak Rabu (29/1/2014) pukul 23.26 WIB. Saat itu, ketinggian permukaan air mencapai 220 sentimeter (cm).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, ketinggian air di Pintu Air Depok meningkat dari 300 cm pada Kamis pukul 01.45 menjadi 380 cm pada pukul 04.00 WIB atau Siaga 1. "Daerah yang berpotensi terkena banjir yakni di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Jakarta Timur, seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (30/1/2014).

Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, waktu perjalanan banjir dari Depok ke Manggarai antara enam hingga tujuh jam. "Diperkirakan, banjir dengan debit tertinggi terjadi sekitar pukul 08.00-10.00 WIB. Masyarakat diimbau waspada," sambungnya.

Sementara itu, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, ketinggian air di sungai-sungai lainnya masih aman. Berikut ini adalah kabar terakhir terkait ketinggian air di beberapa sungai di Jabodetabek per pukul 04.00 WIB:

1. Katulampa 150 cm (Siaga 3).

2. Manggarai 780 cm (Siaga 3).

3. Pesanggrahan 95 cm (Siaga 4).

4. Angke Hulu 255 cm (Siaga 2).

5. Cipinang Hulu 125 cm (Siaga 4).

6. Sunter Hulu 70 cm (Siaga 4).

7. Karet 530 cm (Siaga 3).

8. Waduk Pluit 140 cm (aman).

9. Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4).

10. Krukut Hulu 90 cm (Siaga 4).

"Jika hujan tidak turun merata lagi di Jakarta, maka diperkirakan banjir kali ini tidak sebesar pada 13 Januari 2014 lalu. Sebab, hanya di Sungai Ciliwung dan Angke saja yang kondisinya kritis. Puncak hujan di Jakarta hingga Februari 2014. Harus tetap waspada," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (28/1/2014) malam hingga Rabu (29/1/2014) pagi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Warga pun kembali didera kesulitan karena tak dapat beraktivitas atau didera kemacetan parah.

Sejumlah sungai di Jakarta dan Bekasi meluap sejak Selasa (28/1/2014) malam. Sungai Ciliwung kembali meluap sehingga kembali menggenangi Jalan Abdullah Syafei yang menghubungkan Kampung Melayu di Jakarta Timur dengan Tebet di Jakarta Selatan.

Luapan Ciliwung juga kembali membuat para pengungsi yang sudah lebih dari sepekan tidur di tenda pengungsian di Jalan Jatinegara Barat waswas.

Masih di wilayah timur Jakarta, Sungai Cipinang dan Sungai Sunter juga meluap sehingga menyebabkan banjir di sejumlah kawasan atas, seperti Kampung Makassar, Cililitan, dan Cipinang Melayu.

Berdasarkan pantauan, muka air di Kanal Timur naik cukup signifikan. Meski masih jauh dari bibir tanggul, muka air Kanal Timur ini menghambat aliran sejumlah sungai dan saluran drainase dari wilayah Bekasi yang bermuara di Kanal Timur.

Sejumlah perumahan yang dilintasi Sungai Baru atau Sungai Cikunir, misalnya, tergenang sejak Selasa malam. Perumahan Nasio di Cikunir, Duta Kranji, dan Harapan Baru II di Bekasi Barat, misalnya, kembali dilanda banjir.

Di Tangerang, Banten, sejumlah perumahan juga terendam banjir. Taruna Siaga Bencana Kota Tangerang menyatakan, empat perumahan di Kota Tangerang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter. Keempat perumahan itu adalah Ciledug Indah I dengan ketinggian air mencapai 20 cm dan Kompleks Departemen Dalam Negeri setinggi 50-70 cm. Selain itu, air setinggi 40 cm merendam perumahan Puri Cipondoh Asri.

Banjir paling parah terjadi di Perumahan Total Persada dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

Luapan air Sungai Ledug akibat kiriman dari Bogor, Jawa Barat, ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (28/1/2014) malam hingga Rabu (29/1/2014) dini hari mengakibatkan perumahan yang menjadi langganan banjir tersebut kembali terendam.

Di Jakarta Selatan, Sungai Krukut juga meluap. Akibatnya, sejumlah ruas jalan yang dilintasi sungai ini terendam banjir sehingga tak bisa dilintasi, seperti Jalan Kapten Tendean dekat Tarakanita, juga di Jalan Kemang. Menurut sejumlah warga di Jalan Pulo Raya, banjir akibat luapan Sungai Krukut kali ini adalah yang terbesar sejak tahun 2007.

Hujan yang turun sejak pukul 24.00 WIB juga menambah parah banjir di wilayah itu. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol itu karena musim hujan baru akan mencapai puncaknya pada Februari nanti.

Selain menggenangi permukiman, banjir di sejumlah tempat di Jakarta juga mengganggu lalu lintas di jalan raya ataupun kereta komuter.

Genangan yang tinggi di Jalan DI Panjaitan, misalnya, membuat pengendara tak bisa melintas. Sejumlah sepeda motor dari arah Cawang kemudian naik ke Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono.

Sebaliknya, sejumlah pengendara yang akan turun ke Halim/Kalimalang dari arah Tanjung Priok terpaksa berhenti di bahu jalan tol. Mereka mengamati dahulu kondisi genangan di Jalan DI Panjaitan. Setelah yakin tidak bisa keluar, mereka akhirnya meneruskan perjalanan ke arah Tol Cikampek dan keluar di Pondok Gede Barat.

Banjir juga mengganggu perjalanan kereta commuter line karena rel kereta di Stasiun Kampung Bandan terendam. Perjalanan kereta rel listrik (KRL) commuter line jurusan Bogor-Jatinegara akhirnya dihentikan sejak pukul 09.00 WIB. KRL dari Bogor hanya sampai di Stasiun Duri, Jakarta Barat, sedangkan KRL dari Jatinegara hanya sampai di Kemayoran.

Seiring meningkatnya debit air Sungai Ciliwung akibat hujan yang terus turun di kawasan Puncak, warga di bantaran Sungai Ciliwung dekat Plaza Warung Jambu, Kelurahan Bantar Jati, mulai mengungsikan sebagian barang berharga milik mereka, Rabu (29/1/2014) malam.

Dikabarkan sebelumnya, menurut Komandan Regu UPTD Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bogor, yang juga anggota Polisi Masyarakat Bogor Raya, Djaya, seiring meningkatnya status ketinggian air di Bendung Katulampa pada pukul 22.00 WIB, kawasan Warung Jambu telah Siaga II banjir.

"Saat ini warga sudah waswas karena ketinggian air terus bertambah," ujar Djaya saat dihubungi, Kamis (30/1/2014) dini hari.

Ketinggian permukaan air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa mencapai Siaga l banjir pada pukul 23.26 WIB, yakni setinggi 220 sentimeter (cm).

Derasnya arus Sungai Ciliwung seiring tingginya permukaan air juga berdampak bagi warga di kawasan Warung Jambu. Warga yang tinggal di pinggiran sungai mulai mengungsikan sejumlah barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih aman.

"Warga khawatir seperti tahun 2011 dan 2013 lalu, air meluap dan menggenangi rumah warga. Jadi sebagian sudah waspada, ada yang rumahnya berada persis di pinggiran sungai memilih mengungsi ke rumah saudaranya," ujar Djaya.

Djaya mengatakan, saat ini petugas Polisi Masyarakat telah disebar untuk memantau situasi di lapangan, terutama di pinggiran Sungai Ciliwung, seiring meningkatnya permukaan air sejak pukul 23.26 WIB lalu.

Selain di Warung Jambu, petugas juga memantau warga di Kampung Sukasari, Desa Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, yang rumahnya berada persis di pinggir Sungai Ciliwung. Namun, beberapa warga sudah memilih mengungsi sejak dua pekan yang lalu karena khawatir tebing pinggir sungai terbawa arus air. (kom)

See Also

Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.445 Since: 05.03.13 | 0.1353 sec