Internasional

Demo Kairo Dipicu Kekecewaan Terhadap Pemerintah

Monday, 01 Juli 2013 | View : 867

KAIRO-SBN.

Unjuk rasa di Mesir kembali bergejolak yang dipicu oleh kekecewaan masyarakat Mesir terhadap pemerintah yang berkuasa saat ini. Demam Arab Spring menumbangkan rezim penguasa  di negara-negara Timur Tengah ternyata masih meradang. Di Kairo, ratusan ribu demonstan melakukan aksi unjuk rasa meneriakkan yel-yel anti Moursi serta menuntut mundur Presiden Mesir, Mohamed Moursi, lagi-lagi terjadi. Ratusan ribu massa yang dikerahkan oleh kubu oposisi telah memenuhi Tahrir Square di Ibu Kota Kairo, Minggu (30/6/2013).

Ratusan ribu massa penentang Presiden Mohamed Moursi mulai mendirikan tenda di Tahrir Square, lapangan yang pernah jadi saksi bisu peristiwa turunnya mantan Presiden Hosni Mubarak dua tahun silam setelah pada tahun 2011 meletupnya Arab Spring yang mengakhiri tiga dekade pemerintahan Hosni Mubarak. Spanduk-spanduk anti-Moursi menjadi “hiasan dinding” lapangan itu. Para pengunjuk rasa itu bersumpah akan mempertahankan legitimasi hingga titik darah penghabisan.

Tak hanya di Ibu Kota, demonstrasi anti-Moursi juga diprediksi bakal terjadi di beberapa provinsi di Mesir. Kondisi tersebut tak ayal memancing kekhawatiran atas aksi kekerasan dan pertumpahan darah bakal kembali terjadi, seperti demonstrasi sebelumnya. 

Kerumunan massa juga terlihat di luar istana kepresidenan. Hanya saja, ribuan massa di dekat istana presiden itu berkumpul mendukung orang nomor satu di Mesir dan bersumpah akan mempertahankan Presiden yang dijagokan dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM).

Menindaklanjuti situasi memanas itu, pemerintah Mesir segera mengerahkan anggota kepolisian dan sejumlah tentara. Pengerahan pasukan tersebut sebetulnya ditujukan untuk melindungi gedung-gedung penting, sedangkan Kementerian Kesehatan mengaku pihaknya sudah mendapat instruksi agar memerintahkan rumah sakit-rumah sakit di seluruh Mesir dalam kondisi siaga tingkat tinggi.

Oposisi terus-menerus menuding Mohamed Moursi telah mengkhianati revolusi rakyat Mesir dan oposisi semakin kecewa berat karena ekonomi Mesir yang terjadi malah kian terperosok pada kehancuran.

Menjawab sakit hati oposisi itu, para pendukung Moursi mencoba membela dengan mengatakan saat ini Moursi sedang menghadapi banyak tantangan, yang diwariskan oleh rezim Mubarak, di antaranya masalah korupsi. Para pendukung pun meminta pengertian oposisi agar membiarkan Moursi menuntaskan tugasnya melayani negara dan bangsa hingga masa jabatannya berakhir, yakni pada 2016 mendatang. Sebagai bentuk keseriusan, para pendukung Moursi sampai menggertak bahwa setiap upaya percobaan penggulingan Moursi dari tampuk kekuasaannya disebut sebagai tindakan kudeta terhadap demokrasi. 

Peraih hadiah Nobel sekaligus tokoh terkemuka yang sangat disegani di kubu oposisi, Mohamed ElBaradei telah mendesak Presiden Mohamed Moursi untuk “mendengarkan suara rakyat” dan menyingkir dari kekuasaan. Namun, Mohamed ElBaradei juga tidak bisa menutupi kekhawatirannya atas perpecahan di dalam negeri. 

Melalui siaran TV nasional, pada Rabu, minggu kemarin, Mohamed Moursi sebetulnya sudah memperingatkan adanya ancaman untuk “melumpuhkan” pemerintahan. Dalam kesempatan itu, Moursi kembali berusaha meyakinkan rakyat Mesir akan menjalankan janji reformasi konstitutional dan menggelar dialog.

Aksi demonstrasi besar-besaran pada hari Minggu (30/6/2013) tersebut yang menuntut pengunduran diri Mohamed Moursi dari kursi kepresidenan ini bertepatan dengan satu tahun berkuasanya pemerintahan Mohamed Moursi. Popularitas Presiden Mesir, Mohamed Moursi merosot terus. Dua puluh dua juta warga Mesir telah menandatangani petisi anti Mohamed Moursi. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.736 Since: 05.03.13 | 0.2238 sec