Internasional

Krisis Politik Thailand, Kekerasan Masih Membayangi

Tuesday, 28 Januari 2014 | View : 597

BANGKOK-SBN.

Sebanyak sepuluh orang tewas terbunuh dan ratusan lainnya terluka akibat saat terjadi serangan granat dalam kekerasan jalanan akhir pekan lalu. Korban-korban bergelimpangan yang dipicu oleh aksi-aksi penembakan dan bentrok di jalanan sejak protes dimulai pada akhir Oktober.

Pemimpin demonstran rally anti pemerintah juga tewas ditembak mati pada siang bolong hari Minggu (26/1/2014) lalu ketika ia sedang berorasi di belakang mobil bak terbuka di pinggiran Bangkok.

Kelompok anti pemerintah menuding itu dilakukan massa pro pemerintah yang menyebut diri mereka Kaus Merah. Kaus Kuning adalah sebutan untuk massa oposisi.

PM Thailand Yingluck Shinawatra dijadwalkan bertemu dengan otoritas pemilu pada hari Selasa (28/1/2014) untuk mendiskusikan kemungkinan penundaan pemilihan umum, setelah Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa pemilu bisa ditunda kembali mengingat konfilk antar warga yang semakin meningkat.

Tapi ketua partai pendukung Yingluck Shinawatra yakni Puea Thai Party menegaskan bahwa mereka menentang penundaan dan menuduh komisi pemilihan umum yang lebih memilih pengunduran diri tidak berbuat cukup untuk memastikan berlangsungnya pemilihan umum yang tertib.

"Komisi Pemilu berwenang diperintahkan untuk menyelenggarakan pemilihan umum dan Puea Thai sebagai partai politik yang handal memiliki calon perwakilan tidak setuju dengan penundaan pemilu,” kata Jarupong Ruangsuwan.

Jarupong Ruangsuwan menuding Komisi Pemilu bersikap keras kepala dengan tetap menunda pemilu. "Komisi Pemilu keras kepala dan ingin menunda pemilihan,“ kata dia. “Saya pikir Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilu sedang berkoordinasi dengan para demonstran,” tukasnya. “Menurut saya, Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilu memihak demonstran,” tandas dia lagi.

Masih belum jelas apakah pandangannya ini merefleksikan sikap pemerintah, yang sebelumnya sudah menyatakan siap mendengarkan komentar badan pemilu tersebut dalam pertemuan Selasa (28/1/2014). (afp)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.479 Since: 05.03.13 | 0.1745 sec