Internasional

Krisis Thailand, Seruan Bagi Peta Jalan Reformasi

Monday, 27 Januari 2014 | View : 728

BANGKOK-SBN.

Kelompok oposisi partai Demokrat memboikot pemilu Februari, sambil mengatakan bahwa perlu ada reformasi untuk memastikan pemilu betul-betul berlangsung demokratis dan mencegah penyelewengan kekuasaan oleh pemerintahan berikutnya. Partai oposisi Demokrat memboikot Pemilu pada 2 Februari mendatang dan menyatakan bahwa negara membutuhkan reformasi untuk memastikan pemilu benar-benar demokratis.

Selain untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah mendatang.

Pemimpin partai Demokrat Abhisit Vejjajiva dalam sebuah wawancara dengan AFP pada hari Senin (27/1/2014) mengatakan bahwa para pemimpin oposisi akan mempertimbangkan untuk ikut ambil bagian dalam pemungutan suara jika pemilu yang dijadwalkan awal Februari ini ditunda.

Pemimpin partai Demokrat Abhisit Vejjajiva menyerukan pembicaraan untuk membuat sebuah “peta jalan di mana reformasi bisa dimulai dan kita bisa mengatur jadwal yang wajar bagi pemilu yang akan bisa diterima semua pihak”.

Dia menyerukan perundingan untuk sebuah ‘peta jalan di mana reformasi bisa segera diinisiasi dan semua bisa menetapkan waktu yang tepat untuk pemilu yang diterima oleh semua pihak’.

Tapi, Abhisit Vejjajiva menolak usulan demonstran yang meminta dibentuk ‘dewan rakyat khusus’ untuk menjalankan roda pemerintahan Thailand. Pemimpin partai Demokrat tersebut Abhisit Vejjajiva selama ini menjaga jarak dari ide para demonstran yang ingin membentuk “Dewan Rakyat“ untuk menjalankan negara, sambil menyatakan bahwa itu bukan tuntutan partainya. Menurut Abhisit Vejjajiva, hal tersebut bukanlah tuntutan partainya.

Namun, ia menambahkan bahwa Yingluck Shinawatra “tidak punya kredibilitas” untuk mengawasi proses reformasi.

Abhisit Vejjajiva dikenal sebagai mantan PM yang juga ditentang oleh kelompok pendukung Shinawatra pada tahun 2010. Pada masa pemerintahannya, juga terjadi gejolak politik yang menewaskan ratusan orang massa Kaus Merah.

 

Negara Kerajaan itu terpecah sejak Thaksin Shinawatra yang juga merupakan kakak laki-laki Yingluck Shinawatra dijatuhkan dan digulingkan dari jabatan Perdana Menteri lewat sebuah kudeta yang dilakukan oleh para Jenderal-Jenderal yang setia pada Raja dan pro kerajaan tujuh tahun silam.

Thaksin Shinawatra yang kini buron, dicari atas tuduhan korupsi. Ketika saudaranya, Yingluck Shinawatra merebut kekuasaan, kritikus menuding, dia ditunggangi oleh kakaknya yang kini tinggal dalam pengasingan di Dubai. Kelompok yang menentang Thaksin Shinawatra menuding konglomerat itu mengendalikan pemerintahan adiknya dari tempat pengasingannya di Dubai. Thaksin Shinawatra melarikan diri untuk menghindari hukuman penjara atas tuduhan korupsi, yang disebut Thaksin Shinawatra lebih bermotif politik.

Pemilu 2 Februari dikhawatirkan oleh massa antipemerintah sebagai cara Yingluck Shinawatra untuk melanggengkan kekuasaan keluarga Shinawatra yang masih memiliki pendukung besar dari kalangan miskin di perdesaan. (afp/ap/rtr)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.452 Since: 05.03.13 | 0.1226 sec