Hukum

KPK Sita Mobil Mewah Adik Gubernur Banten

Tuesday, 28 Januari 2014 | View : 1521

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman atas dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU) yang melibatkan adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga merupakan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tb Chaery Wardana alias Wawan.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditemani empat orang anggota Brimob Polri melakukan penggeledahan di kediaman Wawan dan istrinya Airin Rachmi Diany itu sejak sekitar pukul 11.00 WIB Senin (27/1/2014) siang tadi. Sekitar pukul 20.30 WIB petugas akhirnya keluar dari rumah mewah itu. Tidak hanya pulang, tetapi tim penyidik KPK juga membuka garasi rumah itu dan mengambil tiga unit mobil serta 1 motor gede yakni sebuah sepeda motor Harley Davidson dari dalamnya.

Tiga unit mobil yang disita KPK dibawa ke kantor KPK dengan cara dikemudikan oleh petugas, sementara sepeda motor Harley Davidson V Rod dibawa dengan menggunakan truk towing.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan tiga mobil mewah milik adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). KPK menyita mobil sedan sport Nissan GTR warna putih bernopol GTR B 888 GAW, Toyota Land Cruiser warna hitam bernopol B 888 TCW, sedan Lexus dengan nomor polisi B 888 ARD serta motor gede Harley Davidson warna silver dengan nomor polisi B 3484 NWW.

Tiga mobil mewah dan satu motor besar itu diduga berasal dari hasil kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, tersebut.

Mobil-mobil yang disita pada Senin (27/1/2014) dibawa dari Jalan Denpasar, Jakarta Selatan dan Serang Provinsi Banten. Dari Jalan Denpasar disita mobil mewah Nissan GTR warna putih B 888 GAW, Lexus B 888 ARD, dan Toyota Land Cruiser B 888 TCW. Selain itu ada juga motor besar Harley Davidson yang dibawa menggunakan truk bak terbuka. Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap tiga unit mobil mewah dan satu sepeda motor Harley Davidson V Rod dari kediaman Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014). “Kendaraan-kendaraan itu disita dari rumah TCW (Wawan) di Jalan Denpasar, Jakarta,” beber Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014).

Tak hanya itu, penyidik KPK juga menyita satu koper merah dan empat tas hitam ransel dan dikawal oleh empat penyidik KPK. “Berikutnya benar dilakukan penyitaan dokumen-dokumen berkaitan dengan aset yang dimiliki TCW dari rumah TCW,” papar Johan Budi SP. yang enggan menyebutkan dokumen apa yang disita. Namun, menurut sumber di KPK, dokumen yang dimaksud adalah sejumlah sertifikat dan akta jual beli rumah dan tanah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (27/1/2014) malam, satu persatu mobil mewah tersebut masuk secara beriringan dengan mobil penyidik KPK. Ke tiga mobil Wawan itu tiba di Gedung KPK, sekitar pukul 21.45 WIB, Senin (27/1/2014). Tiga mobil mewah milik Wawan adalah Nissan GTR Putih B 888 GAW, Toyota Land Cruiser hitam B 888 TCW, dan Lexus hitam B 888 ARD. Selain tiga mobil mewah, KPK juga menyita motor besar Harley Davidson V Rod silver B 3484 NWW.

Saat tiba di KPK, motor dan mobil mewah milik adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu memancing perhatian, tak hanya wartawan, petugas KPK ikut menyaksikan.

Mobil-mobil mewah Wawan tersebut sudah tampak di parkir rapi di parkiran KPK samping Gedung KPK sejak pukul 21.45 WIB, Senin (27/1/2014). Sementara motor Harley Davidsonnya itu di parkir di basement (ruang bawah tanah) KPK.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP., masih ada 10 mobil lain yang turut disita. Adapun 10 mobil lainnya disita KPK dari lokasi penggeledahan di Serang, Banten. Ke sepuluh mobil-mobil tersebut perinciannya adalah Mitsubishi Pajero Sport sebanyak 2 buah, BMW 1 buah, Honda Freed 1 buah, Toyota Kijang Innova 3 buah, satu Toyota Avanza, Ford Fiesta 1 buah, dan Toyota Fortuner 1 buah. Di Serang, penyidik KPK menyita Ford Fiesta, Toyota Innova, dan Toyota Fortuner dari rumah Dadang Supena di Blok CC5 No.13, Kompleks Perumahan Taman Graha Asri, Kota Serang, Banten.

Selain rumah Dadang Supena, ada rumah Yayah Rodiah di Komplek Grand Serang Asri Blok A3-4, Cipocok Jaya, Kota Serang, dan juga di Komplek Griya Serang Asri K5 No.7 Kota Serang.

Sementara itu, satu rumah lagi milik Dadang Prijatna di Taman Graha Asri Blok H5 No.9, Kota Serang, Banten.

Mobil-mobil yang disita di empat tempat dari lokasi di Serang, Banten hingga pukul 23.30 WIB masih dalam perjalanan menuju Gedung KPK Jakarta.

Dikabarkan sebelumnya, KPK mengaku menemukan ratusan aset milik adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah. Aset tersebut berupa tanah, bangunan, pasalnya ada yang terletak  di Bali, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

KPK mengaku terus melakukan penelusuran aset milik adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu. Penyidik KPK juga mengendus aset Wawan lainnya berupa barang bergerak seperti kendaraan.

Salah satu penasihat hukum Wawan, Maqdir Ismail ditemui di kediaman Wawan mengatakan kecuali sedan Nissan GTR ia akui mobil-mobil yang disita KPK adalah atas nama Wawan, begitu pun dengan Harley Davidson itu. "Selain menyita tiga unit mobil dan sepedamotor, petugas juga menyita puluhan dokumen, tapi tidak satu pun dokumen itu yang terkait proyek," paparnya.

Pengacara Maqdir Ismail mengatakan yang ia ketahui penyitaan ini adalah terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang disangkakan kepada Wawan. Pengacara Maqdir Ismail mengaku menyayangkan penyitaan hari ini, pasalnya belum tentu barang-barang itu terkait dengan tindak pidana. "Kalau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), itu nanti dibuktikan di pengadilan. Tapi saya yakin barang-barang itu merupakan hasil kerja keras dan keringat Wawan," tuturnya.

Ditanya apakah KPK juga akan menyita mobil-mobil mewah Wawan seperti Lamborghini dan Ferrari, Johan Budi SP. mengatakan saat penyidik datang ke rumah Wawan di Jalan Denpasar, mobil-mobil mewah tersebut tidak ada di sana. “Asset tracing terus dilakukan,” tukas dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terhadap empat mobil mewah yang diduga masih berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaery Wardana.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, penyitaan aset Wawan itu dilakukan dari beberapa tempat. Menurut Bambang Widjojanto, ada beberapa mobil mewah yang turut disita. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, menyatakan sementara ini berhasil menyita 17 kendaraan yang diduga berasal dari kejahatan pencucian uang adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. “Sementara ini yang berhasil disita berupa 17 kendaraan, termasuk di dalam beberapa mobil mewah seperti, Lamborghini, Ferrari, Bentley, dan Roll Royce,” ungkap Bambang Widjojanto melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).

Bambang Widjojanto menyebutkan penyidik masih memburu aset-aset Tubagus Chaery Wardana lain. Diduga, masih banyak aset beraroma pencucian uang milik Tubagus Chaery Wardana. "Proses masih terus berlangsung," ujar Bambang Widjojanto menambahkan.

Bambang Widjojanto menjelaskan, penggeledahan dilakukan hingga dini hari. Penyitaan ini, sambung Bambang Wdijojanto, bukan yang terakhir. Pihaknya berjanji terus menelusuri aset milik adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu. "KPK hingga pukul 02.30 WIB masih terus melakukan penggeledahan dan penyitaan di beberapa tempat," jelasnya. (sin/tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.031 Since: 05.03.13 | 0.2743 sec