Internasional

Mesir Percepat Jadwal Pemilu Presiden

Monday, 27 Januari 2014 | View : 965

KAIRO-SBN.

Mesir pada hari Minggu (26/1/2014) mengumumkan bahwa pemlihan presiden akan dilakukan lebih awal, kemungkinan untuk memuluskan jalan bagi Jenderal yang menggulingkan Presiden Mohammed Moursi.

Presiden demisioner Mesir, Adly Mansour, Minggu (26/1/2014) mengumumkan bahwa negaranya akan menggelar pemilihan umum Presiden terlebih dahulu, lalu dilanjutkan pemilu parlemen. Presiden sementara Mesir, Adly Mansour melalui tayangan televisi menyatakan penyelenggaraan pemungutan suara tersebut.

Pernyataan Presiden Adly Mansour ini disampaikan seiring kekerasan yang semakin meningkat di Mesir. Sabtu pekan lalu, 49 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi pada peringatan tiga tahun digulingkannya Presiden Hosni Mubarak. Pengumuman itu muncul di saat Mesir baru pulih dari kekerasan yang berlangsung pada akhir pekan dan menewaskan lusinan orang. Pernyataan itu disampaikan satu hari setelah 49 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi antara pihak pengunjuk rasa Ikhwanul Muslimin dan polisi. “Secara terpisah, 49 orang tewas dalam bentrokan ketika polisi menghalau demonstrasi oleh para pendukung Mohammed Moursi dan para pegiatan antimiliter,” demikian dikatakan Kementerian Kesehatan.

Kekerasan muncul di saat Mesir memperingati pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan sosok kuat veteran Mesir, Hosni Mubarak.

Sebanyak 250 orang juga terluka dalam peristiwa itu. Sebanyak 22 korban tewas di antaranya adalah anggota kelompok Ikhwanul Muslimin yang tertembak peluru tajam di distrik bagian utara Kairo. Sebanyak 1.079 orang yang ditahan kedapatan membawa bom Molotov, kembang api, dan senjata.

Pada saat yang bersamaan dengan berlangsungnya unjuk rasa di Kairo oleh ribuan orang pendukung pemimpin militer Jenderal Abdel Fatah al-Sisi.

Jenderal Abdel Fatah al-Sisi diperkirakan akan mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan tersebut setelah munculnya dukungan, termasuk yang ditunjukkan melalui unjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo.

Pemberontakan itu diikuti dengan berlangsungnya huru hara selama tiga tahun, yang membuat banyak pihak berharap bahwa pemilihan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi akan berakhir.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Jenderal militer dan Menteri Pertahanan Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, mengatakan bahwa dirinya siap maju sebagai calon presiden dalam pemilihan umum yang digelar tahun ini.

Namun, dirinya menegaskan hanya ikut maju apabila itu yang diinginkan oleh rakyat dan militer Mesir.

Stasiun berita Al Jazeera, Minggu (12/1/2014), melansir pernyataan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi tersebut, saat mengisi sebuah seminar militer di Kairo. “Apabila saya maju dan ikut mencalonkan diri, hal itu harus atas permintaan rakyat dan dengan sebuah mandat dari militer. Kami bekerja dalam sebuah demokrasi," ungkap Jenderal Abdel Fatah al-Sisi.

Menurut seorang pejabat Pemerintah Mesir, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi merasa bahwa dia tidak mungkin berpangku tangan begitu saja apabila ada dukungan yang jelas baginya. Sementara itu, para pejabat militer Mesir mengatakan kepada media bahwa Jenderal Abdel Fatah al-Sisi sudah mengantongi dukungan dari pihak militer jelang pemilu mendatang.

Pernyataan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi ini dilontarkannya hanya beberapa hari jelang sebuah referendum dalam sebuah konstitusi. Ini merupakan sebuah seri pemilihan kali pertama yang dilakukan oleh pemerintahan yang dibentuk rezim militer. 

Mereka mengaku akan memulihkan aturan pemilihan umum usai rezim militer menggulingkan Presiden Mesir terpilih Mohammed Moursi pada Juli 2013 silam. Referendum itu sudah diadakan pada tanggal 14-15 Januari 2014 lalu.

Menurut seorang pengajar politik Timur Tengah dari Universitas Oklahoma, Amerika Serikat, Samer Shehata, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi akan menggunakan proses referendum nanti sebagai parameter dukungan bagi dirinya.  "Apabila ada jutaan orang yang ikut berpartisipasi dalam referendum tersebut, dia melihat hal itu sebagai sebuah indikasi untuk ikut mencalonkan diri sebagai presiden," ujar Samer Shehata. 

Menurut kantor berita Mesir, MENA, pada Sabtu, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi turut meminta rakyat Mesir agar menggunakan tanggung jawab mereka dan menggunakan suara mereka dalam sebuah referendum yang konstitusional. Tujuannya agar dapat memperbaiki jalan demokrasi dan membangun sebuah negara demokrasi yang modern.

Jenderal Abdel Fatah al-Sisi merupakan tokoh utama di balik penggulingan Mohammed Moursi yang kini tengah menghadapi beberapa tuduhan kriminal bersama dengan para pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin.

Pengadilan lanjutan atas Mohammed Moursi kembali ditunda hingga 1 Februari mendatang, setelah para pejabat mengatakan cuaca buruk tidak memungkinkan bagi Mohammed Moursi diterbangkan dari tempatnya ditahan di Alexandria menuju pengadilan di kota Kairo.

Stasiun berita Al-Jazeera, Senin (27/1/2014) melansir keputusan Presiden Adly Mansour itu mengubah rencana politik yang telah ditetapkan usai Presiden Mohammed Moursi digulingkan. "Sebagian besar partai politik meminta agar diadakan pemilu Presiden terlebih dulu dan saya telah mengamandemen rencananya untuk memenuhi permintaan mereka," ungkap Presiden Adly Mansour dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi.

Keputusan itu diambil karena partai politik di Mesir belum siap untuk menghadapi pemilu legislatif musim semi ini.

Presiden Mesir Adly Mansour belum mengumumkan kapan pemilu Presiden akan digelar. Dia meminta Komisi Tinggi Pemilu untuk memilihkan tanggal yang sesuai.

Kemungkinan pemilu akan digelar sebelum pertengahan April 2014, karena harus segera dilaksanakan tidak lebih dari 90 hari setelah konstitusi baru diberlakukan. Pemungutan suara pemilihan presiden dijadwalkan akan berlangsung sebelum pertengahan April 2014 mendatang.

Keputusan ini disebut-sebut dapat menguntungkan Menteri Pertahanan demisioner, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi untuk memuluskan jalannya menjadi calon presiden pada pemilu mendatang. Kepastian apakah dia akan ikut mencalonkan diri diprediksi akan terjadi pada beberapa hari lagi.

Namun, bentrokan pada akhir pekan serta beberapa kasus pemboman juga menyoroti kekuasaan pemerintahan sementara dalam tujuh bulan terakhir setelah tergulingnya Mohammed Moursi.

Pada Jumat (24/1/2014) dan Sabtu (25/1/2014), enam bom meledak di Kairo dan kota kanal Suez hingga menewaskan enam orang dan melukai lusinan lainnya. Insiden itu merupakan peningkatan kampanye militan yang telah dijanjikan Presiden Adly Mansour untuk dihilangkan.

Di saat Presiden Adly Mansour menyampaikan pidato kepada rakyat untuk mengumumkan soal pemilihan presiden lebih awal, kerabat para korban tewas pada hari Sabtu (25/1/2014) berkumpul di luar sebuah ruang jenazah di Kairo, meneriakkan slogan-slogan antimiliter.

Minggu (26/1/2014), empat tentara Mesir dilaporkan terbunuh, sembilan terluka dalam serangan ke sebuah bus militer di Semenanjung Sinai.

Kepolisian di Ibu Kota negeri piramida tersebut meningkatkan pertahanan di luar gedung-gedung mereka dan menutup akses jalan setelah terjadinya pemboman akhir pekan yang menargetkan fasilitas-fasilitas kepolisian.

Menanggapi aksi kekerasan ini, Presiden Adly Mansour mengatakan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan jumlah pengadilan untuk kasus terorisme. Tujuannya untuk menghukum pelaku tindak teror secepatnya.

Dalam pidatonya, Presiden Adly Mansour adalah seorang hakim yang ditunjuk militer sebagai presiden untuk menggantikan Mohammed Moursi menyatakan tekad untuk ‘mencabut akar (para teroris) dan menunjukkan kepada mereka bahwa tidak ada ampun’.

Pemerintah mengatakan serangkaian pemilihan suara yang telah dimulai dengan pemungutan suara konstitusional pada bulan Januari dan akan diakhiri dengan pemilihan parlemen, akan membentuk kembali pemerintahan terpilih pada tahun 2015.

Pemilihan parlemen telah dijadwalkan berlangsung menjelang pemilihan presiden, namun Presiden Adly Mansour mengatakan hari Minggu bahwa ia telah mengubah kerangka waktu setelah menerima banyak tuntutan.

“Pemilihan presiden pertama-tama bisa memungkinkan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi untuk mempengaruhi hasil pemilihan parlemen dengan membentuk sebuah partai yang akan menarik kandidat-kandidat utama,” demikian AFP melaporkan. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.200.673 Since: 05.03.13 | 0.2247 sec