Ekonomi

Peringkat Sony Dipangkas Ke Level Junk

Monday, 27 Januari 2014 | View : 762

TOKYO-SBN.

Lembaga pemeringkat kredit internasional Moody's Investors Service memangkas rating kredit Sony Corp. menjadi junk. Sony Corp, yang telah mendapatkan tantangan hebat di usaha televisi dan PC telah dipangkas peringkat kredit ke level junk oleh Moodys Investor Service.

Peringkat kredit Sony Corp. diturunkan oleh Moody's Investors Service ke level junk karena produsen televisi Jepang kesulitan merebut permintaan konsumen akan produk smartphone dan komputer tablet.

Menurut Moody's Investors Service, raksasa elektronik Jepang itu memiliki banyak pekerjaan dalam memperbaiki neraca yang babak belur.

Moody's Investors Service menurunkan pandangannya terhadap perusahaan menjadi 'Ba1' dari 'Baa3', yang berarti utang terlihat seperti di bawah investment grade, langkah yang mendorong biaya pinjaman Sony Corp. Peringkat tersebut turun menjadi Ba1, satu tingkat dibawah level layak investasi, dari sebelumnya Baa3 tapi prospeknya masih stabil. “Peringkat Sony diturunkan menjadi Ba1, satu level di bawah investment grade dari Baa3,” demikian menurut Moody’s Investors Service dalam keterangan Senin (27/1/2014) dengan prospek stabil.

Sony Corp. juga mendapat predikat junk dari Fitch Ratings, sedangkan Standard & Poor’s memberi peringkat kedua dari level terendah.

Chief Executive Officer (CEO) Sony Corp. Kazuo Hirai berupaya memperbaiki perolehan laba perseroan dengan mengubah strategi dari elektronik konsumsi ke ponsel dan hiburan atau game. “Kami akan terus menjelaskan pada perusahaan-perusahaan pemeringkat tentang kondisi bisnis dan keuangan perseroan,” ujar Juru Bicara Sony Corp. Yumi Takahashi di Tokyo.

Sony Corp. yang membukukan kerugian pada kuartal III-2013, dihadapkan pada kemerosotan permintaan TV dan komputer. “Laba Sony sepertinya masih lemah dan volatile,” kata Moody’s Investors Service dalam pernyataannya. "Profitabilitas Sony kemungkinan akan tetap lemah, tidak stabil, dan mudah menguap, seperti yang kita perkirakan,” kata Moody’s Investors Service dalam pernyataannya.

“Kami perkirakan di mana mayoritas atau sebagian besar dari bisnis inti elektronik konsumen, seperti TV, ponsel, kamera digital dan komputer pribadi, terus menghadapi tekanan penurunan laba yang signifikan," jelas Moody's Investors Service, sambil menambahkan, konsol populer baru Sony, PlayStation 4 (PS4) dapat membantu laba melalui unit video game.

Para pengguna atau konsumen semakin banyak yang beralih ke perangkat mobile, yang didominasi oleh produk buatan Apple Inc. dan Samsung Electronics Co. Sony Corp. sedang berjuang ketika permintaan menurun untuk TV dan PC ketika konsumen banyak beralih ke mobile devices yang diproduksi Apple Inc. dan Samsung Electronics Co. “Kita melihat bahwa bisnis perusahaan dari mulai TV, kamera digital, dan PC terus melemah dan mendapat tekanan,” kata Moody’s Investors Service dalam pernyataannya.

Industri komputer pribadi (PC) global mengalami tahun terburuk pada tahun 2013, ditandai kemerosotan penjualan 10%.

Sony Corp. pada Oktober 2013 memangkas proyeksi penjualan tahunan untuk lini komputer Vaio dari 6,2 juta unit menjadi 5,8 juta unit dan mengatakan bisnis itu memerlukan reformasi mendasar. “Sony telah membuat kemajuan dalam restrukturisasi dan manfaat dari keuntungan berlanjut di beberapa segmen usaha. Mereka masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan dan menstabilkan profitabilitas secara keseluruhan," kata Moody's Investors Service, seperti dilansir dari AFP, Senin (27/1/2014).

Downgrade adalah yang terbaru memukul industri elektronik Jepang, termasuk saingan Sony Corp., Sharp Corporation dan Panasonic Corporation yang dulunya dikenal dengan nama Matsushita Electric Industrial Co., Ltd., yang terus kehilangan pijakan persaingan di luar negeri. "Perhatian utama adalah tantangan yang dihadapi bisnis TV dan PC bisnis perusahaan, yang keduanya menghadapi persaingan ketat global, perubahan yang cepat dalam teknologi dan produk usang," terangnya. (afp/bloomberg)

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.856 Since: 05.03.13 | 0.2157 sec