Hukum

Calon Presiden Golkar Tak Percaya BAP Chairun Nisa

Sunday, 26 Januari 2014 | View : 1038

JAKARTA-SBN.

Calon Presiden dari Partai Golkar, pengusaha Indonesia yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009, Aburizal Bakrie sama sekali tak percaya ada nama Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) politisi Partai Golkar yang pernah tercatat sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menjadi pengurus MUI periode 2010-2015, Chairun Nisa yang dibacakan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). "Di dalam BAP dikatakan gosip yang beredar, jadi bukan tuduhan," cetus mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009 saat ditemui dalam acara pembekalan Rakornas Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (26/1/2014).

Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu menyebutkan, sebuah gosip tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti untuk menyatakan seseorang terlibat di dalam sebuah perkara korupsi. "Tidak bisa memakai gosip sebagai barang bukti," tegas anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical.

Sebelumnya, dalam Berita Acara Pemeriksaan Chairun Nisa, nama Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan ketua DPP, Mahyuddin disebut menerima uang sebesar Rp 2 miliar atas kasus Pemilukada Palangkaraya.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham membantah pengakuan Chairun Nisa menyebutkan adanya uang sebesar Rp 2  miliar yang mengalir kepadanya. Penyebutan itu ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairun Nisa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. "Itu fitnah besar yang ditujukan kepada saya. Itu tidak benar, dan Nisa sudah diklarifikasi oleh jaksa bahwa BAP itu dia buat berdasarkan rumor yang dia dengar," tukasnya saat ditemui dalam acara pembekalan Rakornas Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (26/1/2014).

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan sama sekali tak tersangkut soal pemilukada yang disebutkan Chairun Nisa yang sempat duduk sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama tersebut. Bahkan pengakuan Chairun Nisa yang pernah tercatat sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mantan pengurus MUI periode 2010-2015, hanya mendengar rumor saja tanpa ada bukti. "Saya tidak punya waktu untuk ngurus begitu, bagaimana ketemu dengan Nisa kalau begitu. Kalau harus dikonfrontir, untuk apa dikonfrontir, itu kan rumor," jelasnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI yang disangka menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam penanganan sengketa Pemilukada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Chairun Nisa, mengaku pernah mendengar Idrus Marham bersama Mahyuddin menyetor duit kepada Akil Mochtar demi memenangkan Wali Kota Palangkaraya (incumbent) Riban Satria, dan wakilnya, Mofit Saftono Subagio.

Menurut mantan Bendahara Majelis Ulama Indonesia itu, Chairun Nisa, uang diserahkan kepada Akil Mochtar di Kantor DPP Partai Golkar.

Chairun Nisa yang telah 3 kali diperiksa dan untuk dua tersangka anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat RI fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, beserta anaknya, Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra dalam kasus korupsi Al-Quran, mengungkap kesaksian tersebut di sidang kasus sengketa Pemilukada Gunung Mas dengan terdakwa Hambit Bintih di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. (tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.250 Since: 05.03.13 | 0.3328 sec