Internasional

Krisis Thailand, Aksi Kekerasan Hambat Pemungutan Suara

Sunday, 26 Januari 2014 | View : 724

BANGKOK-SBN.

Pemimpin unjuk rasa antipemerintah Thailand tewas ditembak pada Minggu (26/1/2014) ketika para demonstran mengepung tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di Bangkok dan memaksa sebagian besar TPS tersebut untuk ditutup.

Hal itu dikhawatirkan bakal menghambat pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan umum (pemilu) pada pekan depan.

Hal itu membuat kemajuan pemungutan suara untuk pemilihan umum (pemilu) pada pekan depan yang dipersengketakan menjadi terhambat.

Lebih dari dua juta orang yang terdaftar untuk pemungutan suara sebelum pemilu 2 Februari. Pemilu yang diserukan oleh Perdana Menteri Yingluck Shinawatra demi mencoba untuk meredakan ketegangan politik yang meningkat setelah protes massa anti-pemerintah yang berlangsung beberapa pekan lamanya.

Para pengujuk rasa yang turun ke sejumlah TPS di Ibu Kota Thailand dan beberapa lainnya di bagian selatan provinsi negara itu, menghentikan kertas-kertas suara yang masuk dan mendorong para pihak berwenang pemilu untuk setidaknya menutup 45 tempat.

Saat jajak pendapat ditutup pada Minggu (26/1/2014) sore waktu setempat, seorang pemimpin unjuk rasa anti-pemerintah ditembak mati ketika dia memberikan pidato dari balik truk pick up di pinggiran kota Bangkok.

Sembilan orang lainnya terluka dalam penembakan tersebut, demikian menurut pusat darurat kota Erawan. Disebutkan, dengan aksi kekerasan yang semakin meragukan kelangsungan hidup pemungutan suara pada pekan ini.

“Pemerintah telah gagal memberikan keselamatan dan keamanan bagi siapa pun pada hari ini meskipun ada dekrit keadaan darurat,” ujar Juru Bicara demonstran Akanan Promphan kepada AFP, yang mengacu pada perintah pemerintah untuk memberdayakan polisi sebagai pengendali unjuk rasa.

Akanat Promphan pun menuduh “massa pro-pemerintah” melaksanakan serangan yang menewaskan Suthin Tharathin, seorang pemimpin dari Dharma Army, organisasi Budha yang menonjol dalam demonstrasi tersebut.

Masing-masing pihak dalam kerajaan yang terbagi dengan sengit itu pun seringkali saling menyalahkan pihak lainnya atas aksi kekerasan.

Suthin Tharathin adalah orang kesepuluh yang tewas selama aksi unjuk rasa yang berlangsung selama tiga bulan lamanya sehingga memicu keprihatinan dan kekhawatiran para investor atas perekonomian di negara itu.

Blokade jajak pendapat yang dilakukan pada Minggu (26/1/2014) membantah adanya hak pilih kepada ribuan pemilih yang terdaftar dan mencemooh keadaan darurat yang diberlakukan pemerintah.

“Sebanyak 45 dari 50 TPS harus ditutup di Bangkok,” kata Surapong Tovichakchaikul, wakil Perdana Menteri dan salah satu tokoh utama di Pusat Pemeliharaan Perdamaian dan Ketertiban, yang menangani krisis ini.

“Jauh dari pemungutan suara di Ibu Kota negeri Gajah Putih ini yang dilakukan di 66 dari 76 provinsi negara, termasuk daerah pedalaman yang berkuasa di bagian utara dan timur laut,” ujar dia.

PM Thailand Yingluck Shinawatra yang sejauh ini menolak untuk mundur atau menunda pemungutan suara tengah mengatur pertemuan dengan para pejabat pemilu pada Selasa (28/1/2014) setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemilu bisa ditunda secara resmi karena terjadi krisis.

“Para pengunjuk rasa menghalangi para pemilih. Di banyak daerah di Bangkok, para demonstran menggunakan kekerasan untuk mencegah orang memberikan suara,” ujar Surapong Tovichakchaikul, Menteri Luar Negeri sekaligus wakil Perdana Menteri, dalam pidato di televisi.

“Ini merupakan pelanggaran yang sangat serius,” tukas dia.

Pemerintah Yingluck Shinawatra telah memperingati siapa pun yang mencoba untuk menghentikan pemungutan suara akan masuk penjara atau denda, atau keduanya. (afp/rtr)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.514 Since: 05.03.13 | 0.2684 sec