Internasional

Krisis Kairo, Wartawan Jerman Diserang Sekelompok Orang

Sunday, 26 Januari 2014 | View : 826

KAIRO-SBN.

Dua wartawan dan seorang supir yang bekerja untuk stasiun televisi Jerman diserang oleh sekelompok orang di Kairo, Jumat (24/1/2014), ketika mereka meliput ledakan bom mobil di kantor polisi di ibu kota Mesir tersebut, kata televisi ARD itu.

Massa yang marah mendatangi ketiga orang itu yakni seorang juru kamera, produser, dan sopir dan menyebut mereka sebagai "pengkhianat" dan "antek-antek dari Ikhwanul Muslimin", kata televisi ARD di situs beritanya.

Dua orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka yang parah, kata ARD.

Mereka berusaha melarikan diri namun dikejar oleh massa, yang memukuli mereka dan menyerang mereka dengan benda-benda tajam.

Orang-orang itu selamat berkat polisi berpakaian sipil yang melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Jerman mengutuk serangan itu dan mengungkapkan "kekhawatiran serius" mengenai keadaan di Mesir.

Pada Desember, pemerintah Mesir mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dan melarang keanggotaan dan dukungan bagi gerakan tersebut.

Pengumuman Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris pada 25 Desember disampaikan sehari setelah serangan bom mobil bunuh diri terhadap kantor polisi menewaskan 16 orang, yang diklaim oleh sebuah kelompok Sinai dan dikecam oleh Ikhwanul Muslimin.

Dan dalam eskalasi yang kian drastis, gerakan Persaudaraan Muslim pimpinan Mohamed Moursi juga dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai kelompok teroris pada Desember setelah bom bunuh diri yang mengakibatkan lebih dari 15 orang tewas di sebuah markas besar polisi di utara Kairo.

Sebenarnya, serangan itu pun dikecam oleh Persaudaraan Muslim dan diklaim oleh Ansar Beit-al Maqdis, sebuah kelompok militan yang terinspirasi oleh Al Qaeda yang berbasis di Semenanjung Sinai yang bergolak, telah mengklaim sebagian besar dari serangan besar-besaran itu ditargetkan kepada pasukan keamanan di negara tersebut.

Militan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan setelah militer menggulingkan Presiden Mesir Mohamed Moursi pada 3 Juli. Kekacauan meluas sejak penggulingan Presiden Hosni Mubarak dalam pemberontakan rakyat 2011 dan militan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan, terutama di Sinai di perbatasan dengan Israel. Serangan-serangan militan itu telah menewaskan empat orang prajurit Mesir dan polisi sejak penggulingan Mohamed Moursi terutama di Sinai. Penumpasan militan yang dilakukan kemudian di Mesir menewaskan ratusan orang dan lebih dari 2.000 ditangkap di berbagai penjuru negara itu.

Militan-militan garis keras yang diyakini terkait dengan Al Qaeda memiliki pangkalan di kawasan gurun Sinai yang berpenduduk jarang, kadang bekerja sama dengan penyelundup lokal Badui Sinai dan pejuang Palestina dari Gaza.

Militan di Sinai, sebuah daerah gurun di dekat perbatasan Mesir dengan Israel dan Jalur Gaza, menyerang pos-pos pemeriksaan keamanan dan sasaran lain hampir setiap hari sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Moursi pada 3 Juli.

Pada Minggu (26/1/2014), para penyerang bersenjata menembaki sebuah bus militer di Sinai Utara menewaskan empat orang prajurit di dekat pos pemeriksaan militer yang menjadi sasaran roket di wilayah yang tengah bergolak.

Tentara telah menurunkan pasukan di pegunungan dan daerah semenanjung yang belum berkembang yang berbatasan dengan jalur Gaza Palestina dan Israel untuk memerangi militansi yang berkembang. Sumber-sumber militer memperkirakan, terdapat sekitar 1.000 militan bersenjata di Sinai, banyak dari mereka orang suku Badui Sinai, yang terpecah ke dalam sejumlah kelompok dengan ideologi berbeda atau loyalitas suku, dan sulit untuk melacak mereka di daerah gurun itu.

Sementara itu, sebanyak lima orang prajurit tewas dalam kecelakaan helikopter di Kairo Utara pada Sabtu (25/1/2014), namun belum jelas bagaimana helikopter itu bisa jatuh. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.100 Since: 05.03.13 | 0.2041 sec