Internasional

Peringatan Tergulingnya Presiden Hosni Mubarak Dan Mohamed Moursi Berujung Rusuh

Sunday, 26 Januari 2014 | View : 795

KAIRO-SBN.

Setidaknya sebanyak 29 orang tewas dan ratusan orang lainnya terluka dalam kekerasan jalanan Sabtu (25/1/2014) waktu setempat pada  peringatan tiga tahun tergulingnya Presiden Hosni Mubarak, di Mesir.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (26/1/2014), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir Ahmed Kamel memberikan keterangan, dari 29 orang yang tewas, sebanyak 26 orang meregang nyawa di sekitar Ibu Kota Mesir, Kairo. Peringatan yang diwarnai unjuk rasa itu juga mengakibatkan 168 orang terluka. “Dua puluh enam orang tewas dalam bentrokan di Kairo dan sekitarnya, di mana kubu Islam dan demonstran anti-pemerintah bertempur dengan polisi dan warga sipil,” Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir Ahmed Kamel kepada AFP.

Peringatan Hari Ulang Tahun ketiga Revolusi 25 Januari di Mesir pada Sabtu menimbulkan bentrokan sengit antara pengunjuk rasa Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling Mohamed Moursi dan aparat keamanan terjadi di Ramses, pusat kota Kairo, di Mohandesin, Giza, dan Shobra Khaima.

Sementara itu, pengunjuk rasa dari pendukung pemerintah sementara dilindungi oleh aparat keamanan dan berkonsentrasi di Bundaran Tahrir dan Istana Presiden Ettihadiah untuk memperingati HUT ketiga Revolusi.

Kerusuhan itu terjadi saat pihak polisi dan massa pro pemerintahan militer Jenderal Abdel Fatah Al Sisi bentrok dengan pendukung Mohamed Muorsi. Mohamed Morsi sendiri telah digulingkan dari kursi kepresidenan pada Juli 2013.

Salah seorang korban tewas merupakan anggota gerakan 6 April yang mempelopori pemberontakan terhadap Hosni Mubarak dan sekaligus melawan Mohamed Moursi.

Menyusul tewasnya orang-orang itu, kemudian polisi mengamankan 725 yang diduga terlibat dalam unjuk rasa maut itu. Polisi juga mengumpulkan 725 tersangka demonstran, sementara ribuan pengunjuk rasa pro-pemerintah berdemonstrasi di Bundaran Tahrir Kairo untuk mendukung pemerintah yang dilantik militer. “Dalam kekerasan jalanan tersebut pada Sabtu (25/1/2014) waktu setempat, 725 lainnya ditangkap, saat para pendukung kubu Islam dan militer melakukan unjuk rasa saingan di ulang tahun pemberontakan 2011,” kata para pejabat.

Bundaran Tahrir ditutup dari berbagai arah dengan kawat berduri dan tank tempur, dan hanya dibuka dua pintu saja dengan pemeriksaan sangat ketat menggunakan alat detektor elektronik bagi setiap orang yang masuk.

Banyak jalan di kota Kairo ditutup termasuk Bundaran Rabiah Adawiyah untuk menghambat akses masuk bagi pendukung Ikhwanul Muslimin.

Pengunjuk rasa propemerintah tersebut mengusung gambar Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdel Fatah Al Sisi yang akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada pertengahan tahun ini. "Rakyat ingin Ikhwanul dihabisi," kata para demonstran bernyanyi.

Massa yang berkumpul di alun-alun Bundaran Tahrir terus meneriakkan yel-yel pro pemerintahan militer. Mereka juga mengusung bendera bergambar Jenderal Abdel Fatah Al Sisi.

Pemerintah dan elite militer mengisyaratkan dukungan massa yang nampak itu merupakan pertanda baik dari pencapresan Jenderal Abdel Fatah Al Sisi yang direncanakan dilaksanakan tahun ini.

Pendukung Jenderal Abdel Fatah Al Sisi mengatakan, HUT Revolusi ketiga ini selain memperingati tumbangnya Presiden Hosni Mubarak pada 2011, juga mengenang Revolusi 30 Juni 2013 yang menumbangkan Presiden Mohamed Moursi.

Sebelum kerusuhan berdarah ini meletus, Kairo sempat diguncang ledakan bom yang menewaskan enam orang. Ledakan ini diklaim merupakan aksi dari kelompok ekstrim asal Sinai.

Sedikitnya tiga ledakan bom terjadi pada Sabtu (25/1/2014), yaitu terjadi di dekat Akademi Kepolisian di Kairo, satu kantor polisi di Terusan Suez, dan satu lagi di Giza.

Satu jam sebelum kerusuhan peringatan Hosni Mubarak itu, sebuah bom kecil juga meledak di pusat pelatihan polisi di utara Kairo. Ledakan ini menyebabkan seorang terluka. Tak lama berselang, 16 orang terluka karena ledakan bom mobil di dekat markas polisi Suez. Enam orang tewas dalam empat ledakan di Kairo pada Jumat (24/1/2014), menjelang peringatan pemberontakan 2011 yang menggulingkan Hosni Mubarak dari kekuasaan. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.122 Since: 05.03.13 | 0.1722 sec