Olah Raga

Stanislas Wawrinka Juarai Australia Terbuka 2014

Sunday, 26 Januari 2014 | View : 746

MELBOURNE-SBN.

Di luar dugaan, petenis tunggal putra profesional asal Swiss yang berusia 28 tahun, Stanislas Wawrinka yang baru pertama kali lolos ke final turnamen sekelas Grand Slam akhirnya berhasil menundukkan pemain nomor satu dunia, Rafael "Rafa" Nadal Parera lebih dikenal dengan nama Rafael Nadal, dalam final Australia terbuka melalui pertarungan empat set dengan skor 6-3, 6-2, 3-6, 6-3 di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Melbourne Sports and Entertainment Precinct, Melbourne, Victoria, Australia, Minggu (26/1/2014) sekaligus menjuarai turnamen Australia Terbuka.

Dengan kemenangan itu, posisi Stanislas Wawrinka melejit ke peringkat ke-3 dunia dari sebelumnya ke-8.

Kemenangan tersebut sangat berarti bagi petenis Swiss tersebut, Stanislas Wawrinka. Karena selama ini, petenis berusia 28 tahun itu berada di bawah bayang-bayang rekan senegaranya, Roger Federer yang tersingkir di semifinal oleh lawan yang sama, Rafael Nadal.

Si pembunuh raksasa ini, Stanislas Wawrinka sebelumnya yang menaklukkan Novak Djokovic di semifinal juga tak pernah menang, bahkan belum pernah mampu merebut satu set pun dalam 12 pertemuannya dengan Rafael Nadal. Kemenangan ini merupakan hal yang luar biasa bagi Stanislas Wawrinka karena ia belum pernah mengalahkan Rafael Nadal dalam 12 pertandingan sebelumnya.

Petenis yang pernah mencapai ranking dunia nomor 8 pada Oktober 2013 merupakan ranking tertinggi sepanjang karier tenisnya itu, Stanislas Wawrinka maju tanpa bisa dibendung di dua set pertama sementara Rafael Nadal mengalami gangguan cedera punggung. Dalam pertarungan tersebut, Rafael Nadal sempat menjalani perawatan punggung di set kedua. Saat menghempaskan Roger Federer di semifinal pun, Rafael Nadal juga sempat mendapat perawatan medis karena telapak tangan kirinya melepuh.

Namun, si pembunuh raksasa yang unggulan ke-8, Stanislas Wawrinka kalah di set ketiga dan kembali bangkit di set keempat. Ia menyelesaikan pertandingan dalam waktu dua jam 21 menit di Melbourne, Minggu (26/1/2014).

Begitu memastikan kemenangan atas Rafael Nadal di set penentuan, Stanislas Wawrinka tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia hanya mengangkat kedua tangannya. "Maaf Rafa. Kamu adalah teman yang hebat dan juara yang mengesankan. Selalu menyenangkan bisa bermain melawan kamu," ujar Stanislas Wawrinka usai menerima piala.

"Saya merasa kasihan pada Anda dan saya berharap punggung Anda akan sembuh," kata unggulan kedelapan, Stanislas Wawrinka mengomentari lawannya.

Juara Australia Terbuka sekaligus merupakan juara Grand Slam pertama bagi petenis Swiss berusia 28 tahun itu. Tunggal putra terakhir yang bisa menang di final Grand Slam pertama sebelumnya adalah Juan Martin del Potro di turnamen Amerika Serikat Terbuka 2009. Stanislas Wawrinka dan Petr Korda merupakan petenis yang paling sering tampil di Australia Terbuka sebelum bisa menjadi juara, masing-masing dengan sembilan penampilan.

Di sisi lain, Rafael Nadal harus menunggu sampai Grand Slam berikutnya di Paris untuk bisa menyamai rekor 14 trophy petenis Amerika Serikat Pete Sampras, yang hadir sebagai tamu kehormatan di Australia. Pemegang rekor trophy Grand Slam tunggal putra adalah Roger Federer dengan 17 kemenangan.

Petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal mengatakan bahwa ia memang sedang malang di final Australia Terbuka. "Terima kasih kepada Stan (Stanislas). Anda memang layak menang dan saya sangat senang. Kita mempunyai hubungan baik. Saya mengalami nasib buruk hari ini tetapi Anda layak menang," tutur Rafael Nadal. Petenis nomor satu dunia ini menambahkan telah berusaha keras untuk menang.

Petenis peringkat satu dunia Rafael Nadal dikenal sebagai petenis tangguh yang telah mengalahkan cederanya.

Saat konferensi pers seusai pertandingan, Rafael Nadal berusaha keras menahan tangis dan mengaku kesulitan untuk mengatasi cedera punggung yang dirasakannya pada pertandingan final. "Di set pertama sakitnya belum terasa. Namun di akhir set pertama saya merasakan (punggung) semakin sakit," jelas Rafael Nadal. "Situasi memburuk di awal set kedua. Setiap kali melakukan servis, saya merasakan sangat sakit," sambung dia.

Rafael Nadal sempat meminta jeda waktu untuk merawat cederanya saat kedudukan 1-2 di set kedua. Ia mampu melanjutkan, tetapi geraknya menjadi semakin sulit ditambah kecepatan servisnya menurun drastis.

Rafael Nadal sempat berpikir untuk mundur, tetapi membatalkannya. "Saya tidak ingin mengundurkan diri. Saya tidak suka melakukan hal itu, apalagi di pertandingan final," ungkap Rafael Nadal. "Memang menyakitkan. Saya bekerja keras sepanjang tahun untuk mencapai (final) ini, tetapi ternyata tidak bisa tampil dalam kondisi terbaik," papar dia.

"Saya hanya berusaha tampil terbaik, menyelesaikan pertandingan untuk para penonton, untuk lawan saya, dan tentu untuk diri saya sendiri," lanjut dia.

Meski sempat merebut set ketiga, Rafael Nadal tahu ia sulit untuk mengalahkan lawannya. "Saya telah berusaha keras hingga akhir. Namun, sulit untuk menang dengan kondisi ini. Lawan saya terlalu kuat," kata Rafael Nadal lagi. "Tentu saja saya sangat kecewa dan sedih dengan apa yang terjadi. Tetapi itulah hidup, itulah olahraga," imbuhnya lagi.

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.347 Since: 05.03.13 | 0.3052 sec