Olah Raga

Petenis China Li Na Menangi Final Australia Terbuka

Saturday, 25 Januari 2014 | View : 1140

MELBOURNE-SBN.

Petenis putri berperingkat empat dunia, Li Na menjadi petenis putri China pertama yang menjuarai turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka 2014. Seperti dilansir sportsillustrated, dari nomor tunggal putri ini, petenis China tersebut, Li Na lolos ke final setelah membantai unggulan kelima dari Polandia, Agnieszka Radwanska dengan skor 6-1 dan 6-2 dalam partai semifinal.

Petenis asal Cina, Li Na sukses menjuarai turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka 2014 setelah menghempaskan dengan skor 7-6 (7-3) dan 6-0 atas petenis underdog atau yang tidak diunggulan walaupun bisa menjadi kuda hitam bagi lawan-lawannya yakni petenis berusia 24 tahun asal Slovakia, Dominika Cibulkova pada pertandingan final hari Sabtu (25/1/2014) sore WIB di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Melbourne Sports and Entertainment Precinct, Melbourne, Victoria, Australia.

Petenis putri terbaik China, Li Na menuai sukses ganda ketika menjuarai Australia Terbuka 2014. Bukan hanya mematahkan kutukan pribadi, gelar itu juga menjadikan Li Na sebagai petenis putri tertua yang menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka. Li Na yang kini berusia 31 tahun tercatat sebagai petenis putri tertua yang pernah menjuarai Australia Terbuka dalam beberapa dekade ini. Li Na yang saat ini berusia 31 tahun sukses mematahkan rekor yang sudah bertahan selama 41 tahun. Sebelumnya, rekor itu dipegang Margaret Court ketika menjadi juara di usia 30 tahun pada 1973 silam. Di usia 31 tahun, Li Na merupakan petenis tertua sejauh ini yang memenangkan gelar tunggal putri Australia Terbuka setelah petenis Australia Margaret Court di usia 30 tahun di tahun 1973. Tak heran, Li Na sangat gembira dengan kesuksesannya meraih gelar juara di Australia.

Bintang tenis asal China ini akhirnya berhasil bergabung pada daftar hanya 7 petenis yang memenangkan Grand Slam di atas usia 30 tahun, saat ini namanya masuk sejarah petenis hebat di antaranya Martina Navratilova, Billie Jean King, Chris Evert, dan Serena Williams.

Kemenangannya mendorong naik ranking dunianya ke posisi nomor 3, hanya 11 poin tertinggal dari posisi ke-2 Victoria Azarenka di belakang Serena Williams.

Di dua final Australia Terbuka sebelumnya, petenis berusia 31 tahun itu selalu menang di set pertama, tapi lawan mampu mengejar dan memenangkan dua set berikutnya.

Gelar itu menambah koleksinya menjadi dua trophy di level Grand Slam. Kemenangan Li Na terhadap Australia Terbuka ini menjadi gelar Grand Slam yang keduanya bagi petenis berusia 31 tahun tersebut, setelah sebelumnya dia sukses merebut gelar juara tunggal putri di Prancis Terbuka pada tahun 2011.

Di Melbourne, ini merupakan usaha ketiga dari Li Na setelah sebelumnya dia kalah dua kali di final di tahun 2011 dari Kim Clijsters dari Belgia dan tahun 2013 lalu dari Victoria Azarenka dari Belarus. Ini sekaligus merupakan gelar pertama setelah tampil di dua final sebelumnya. Li Na ditundukkan petenis Belgia, Kim Clijsters 3 tahun yang lalu di tahun 2011 dan tahun lalu ditumbangkan petenis Belarus, Victoria Azarenka. “Akhirnya saya bisa menjuarai Grand Slam Australia Terbuka ini setelah menjalani dua final,” tutur Li Na, seperti dilansir dari BBC, Sabtu (25/1/2014).

Sebelum pertandingan final ini, Li Na memang lebih difavoritkan untuk menjadi juara karena prestasinya sejauh ini lebih baik dari unggulan ke-20, petenis Slovakia Dominika Cibulkova yang baru masuk final Grand Slam untuk pertama kalinya. Sebelum laga final ini, kedua petenis sudah bertemu empat kali dan tidak sekali pun petenis Slovakia Dominika Cibulkova bisa memenanginya.

Namun terutama di set pertama, pertandingan final di Melbourne Park ini berlangsung ketat, dengan skor saling mengejar sebelum Li Na menang 7-3 dalam tie break.

Di set kedua, Li Na sepenuhnya menguasai pertandingan dan menang mudah 6-0.

"Tentu saja di awal pertandingan kedua petenis tampak gugup. Lagipula, saya sempat berpikir servis pertama saya tidak bagus. Tapi, saya senang. Saya berusaha tampil bagus di lapangan. Setelah menang di set pertama, semua berjalan baik," ujar Li Na, di situs resmi Australian Open.

Sebagai petenis China, kemenangan Li Na ini pasti akan dirayakan besar-besaran karena sekaligus menjadi hadiah bagi warga China yang akan merayakan Hari Raya Imlek beberapa hari mendatang yaitu Jumat (31/1/2014).

Li Na menjadi petenis Asia pertama yang mampu memenangkan dua gelar Grand Slam. Tinggal Wimbledon dan AS Terbuka yang belum diraihnya.

"Tentu saja mudah mengatakan ingin memenangkan titel lagi. Tapi, jika Anda atlet tenis, Anda tahu betapa beratnya hanya untuk memenangkan satu titel Grand Slam. Tapi tentu saja saya ingin memenangkan satu atau dua titel lagi," ia menuntaskan.

"Saya tidak terlalu memikirkannya. Ini pertandingan final keempat saya (termasuk Prancis Terbuka). Saya lebih berpengalaman. Saya harus berpikir apa yang dilakukan di lapangan. Saya tak perlu memikirkan yang terjadi di masa lalu," katanya.

“Saya sangat senang bisa memenangkan gelar di Australia. Ini merupakan turnamen Grand Slam favorit saya dan saya  bangga bisa menjadi juara di sini,” terang Li Na setelah pertandingan sebagaimana dilansir laman Herald Sun, Sabtu (25/1/2014).

Sejak hadir dalam beberapa tahun terakhir, Li Na semakin menjadi favorit bagi penonton, selain karena permainannya juga karena komentar-komentarnya setelah pertandingan.

Setelah kemenangan atas Dominika Cibulkova, sambil memegang trophy The Daphne Akhurst Memorial Cup, petenis kelahiran Wuhan itu langsung menyampaikan terima kasih pada pihak-pihak yang selama ini sangat membantunya.

Di antaranya ialah sang agen Max Eisenbud dan suami tercinta Jiang Shan. Li Na juga memberi ucapan terima kasih kepada suaminya, Jiang Shan yang pernah menjadi pelatihnya. Li Na mengatakan Jiang Shan beruntung menjadi suaminya, ucapan yang disambut meriah oleh penonton di Rod Laver Arena. “Max, agen saya membuat saya kaya. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk suami saya yang sudah menemani saya selama delapan tahun. Kamu adalah pria yang sangat hebat. Kamu juga beruntung,” tegas Li Na.

Namun, Li Na sekarang dilatih oleh Carlos Rodriguez, pelatih yang pernah menangani petenis putri Belgia Justine Henin. Li Na menaruh rasa hormat kepada pelatihnya, Carlos Rodriguez dengan mengakui adalah atas perkenan petunjuk serta tuntunan pelatihnya tersebut yang membuat Li Na tetap tinggal pada olahraga dan menolak pengunduran diri dari dunia olahraga. (abc/bbc/herald sun)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.186 Since: 05.03.13 | 0.2672 sec