Internasional

Krisis Thailand, Pengadilan Tunda Keputusan Pemilu

Thursday, 23 Januari 2014 | View : 680

BANGKOK-SBN.

Pengadilan konstitusional Thailand menunda keputusan terkait jadwal pemilihan umum yang sedianya digelar 2 Februari 2014 mendatang. Artinya, pemilu tidak digelar sebagaimana permintaan pemerintah.

Komisi Pemilu Thailand menyatakan negara terlalu rentan untuk menggelar Pemilu pada tanggal tersebut. Dan secara teknis, Komisi terikat pada hasil parlemen di mana terlalu sedikit anggotanya untuk bisa membentuk kuorum.

Thailand, khususnya Bangkok terus diguncang demo dalam dua bulan terakhir. Dalam beberapa hari belakangan, demo itu bahkan mengarah pada tindak kekerasan yang melukai sejumlah orang.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang mendapat tentangan dari massa anti-Shinawatra, akhirnya menetapkan negara dalam kondisi darurat selama 60 hari, terutama di Bangkok dan daerah sekitar mulai Rabu (22/1/2014). Yingluck Shinawatra berharap bisa mencegah eskalasi demo yang memasuki bulan ketiganya.

Pemerintah menyatakan dekrit pelaksanaan Pemilu sudah ditandatangani oleh Raja dan tidak bisa diubah.

Tapi, Komisi menyatakan menerima kasus tersebut dan akan memeriksa isu-isu legal terkait hal tersebut. “Jika ada cukup bukti, kami akan membuat keputusannya besok,” kata Juru Bicara pengadilan Pimol Thampithakpong pada Kamis (23/1/2014).

Demo yang berujung kekerasan adalah erupsi terbaru dalam konflik politik yang sudah mengcekeram Thailand dalam delapan tahun terakhir.

Dekrit keadaan darurat tampak belum cukup membungkam para demonstran anti pemerintah, kendati menurut pantauan wartawan Reuters, Bangkok sebagai pusat demo relatif tenang saat ini.

Konflik terutama pecah antara massa anti pemerintah yang menamakan diri Kaus Kuning yang terdiri atas kalangan menengah dan pendukung kerajaan. Sementara itu, oposisinya adalah kelompok Kaus Merah yang mendukung keluarga Shinawatra dari kalangan miskin dan pedesaan.

Sembilan orang telah tewas dan ratusan terluka dalam kekerasan akhir pekan lalu dalam ledakan granat di Bangkok. (rtr)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.974 Since: 05.03.13 | 0.2664 sec