Internasional

Krisis Thailand, Pengadilan Tunda Keputusan Pemilu

Thursday, 23 Januari 2014 | View : 617

BANGKOK-SBN.

Pengadilan konstitusional Thailand menunda keputusan terkait jadwal pemilihan umum yang sedianya digelar 2 Februari 2014 mendatang. Artinya, pemilu tidak digelar sebagaimana permintaan pemerintah.

Komisi Pemilu Thailand menyatakan negara terlalu rentan untuk menggelar Pemilu pada tanggal tersebut. Dan secara teknis, Komisi terikat pada hasil parlemen di mana terlalu sedikit anggotanya untuk bisa membentuk kuorum.

Thailand, khususnya Bangkok terus diguncang demo dalam dua bulan terakhir. Dalam beberapa hari belakangan, demo itu bahkan mengarah pada tindak kekerasan yang melukai sejumlah orang.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang mendapat tentangan dari massa anti-Shinawatra, akhirnya menetapkan negara dalam kondisi darurat selama 60 hari, terutama di Bangkok dan daerah sekitar mulai Rabu (22/1/2014). Yingluck Shinawatra berharap bisa mencegah eskalasi demo yang memasuki bulan ketiganya.

Pemerintah menyatakan dekrit pelaksanaan Pemilu sudah ditandatangani oleh Raja dan tidak bisa diubah.

Tapi, Komisi menyatakan menerima kasus tersebut dan akan memeriksa isu-isu legal terkait hal tersebut. “Jika ada cukup bukti, kami akan membuat keputusannya besok,” kata Juru Bicara pengadilan Pimol Thampithakpong pada Kamis (23/1/2014).

Demo yang berujung kekerasan adalah erupsi terbaru dalam konflik politik yang sudah mengcekeram Thailand dalam delapan tahun terakhir.

Dekrit keadaan darurat tampak belum cukup membungkam para demonstran anti pemerintah, kendati menurut pantauan wartawan Reuters, Bangkok sebagai pusat demo relatif tenang saat ini.

Konflik terutama pecah antara massa anti pemerintah yang menamakan diri Kaus Kuning yang terdiri atas kalangan menengah dan pendukung kerajaan. Sementara itu, oposisinya adalah kelompok Kaus Merah yang mendukung keluarga Shinawatra dari kalangan miskin dan pedesaan.

Sembilan orang telah tewas dan ratusan terluka dalam kekerasan akhir pekan lalu dalam ledakan granat di Bangkok. (rtr)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.847 Since: 05.03.13 | 0.1365 sec