Internasional

Krisis Thailand, Serangan Bom Melukai Puluhan Orang

Friday, 17 Januari 2014 | View : 512

BANGKOK-SBN.

Sebuah serangan bom melukasi puluhan orang pada aksi unjuk rasa oleh oposisi di Ibu Kota negara Gajah Putih, Bangkok pada Jumat (17/1/2014).

Serangan ini meningkatkan ketegangan setelah aksi massa anti pemerintah yang sudah berlangsung berminggu-minggu lamanya yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah.

Gerakan anti pemerintah mengatakan ledakan itu terjadi sesaat sebelum pemimpin demonstran Suthep Thaugsuban lewat. “Bom itu meledak sekitar 30 meter dari Suthep,” tutur Juru Bicara unjuk rasa Akanat Promphan kepada AFP.

Negara kerajaan ini telah secara berkala digundang oleh konflik politik sejak mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra digulingkan oleh para Jenderal pendukung kerajaan dalam kudeta tujuh tahun silam.

Saudara perempuannya, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang kini berkuasa, pun telah menghadapi demonstrasi jalanan selama lebih dari dua bulan.

Para demonstran anti pemerintah menuntut Yingluck Shinawatra mundur karena diduga akan melanggengkan kekuasaan keluarga Shinawatra. Para demonstran menuntut pemerintahannya bubar, digantikan oleh ‘dewan rakyat tak terpilih’.

Baik pihak berwenang dan demonstran, keduanya saling menyalahkan atas ledakan tersebut, yang tampaknya disebabkan oleh perangkat yang mirip granat yang dilemparkan dari sebuah gedung di dekatnya.

Tayangan televisi menunjukkan beberapa orang yang tergeletak di tanah saat mobil-mobil ambulans bergegas pergi membawa yang terluka.

Para pengunjuk rasa terlihat mencari para penyerang di gedung-gedung di dekatnya.

Pusat darurat kota Erawan mengatakan 31 orang terluka, termasuk satu orang yang menderita luka parah.

Delapan orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi kekerasan jalanan sejak protes dimulai.

Para demonstran anti pemerintah yang didukung oleh pendiri pendukung kerajaan, telah menduduki persimpangan-persimpangan utama di Ibu Kota Thailand, Bangkok sejak Senin (13/1/2014) yang mereka sebut dengan ‘shutdown Bangkok’ atau ‘penutupan Bangkok’.

Ada serangkaian penembakan di lokasi unjuk rasa dan serangan-serangan granat pada rumah-rumah politisi oposisi yang membuat para demonstran dan pemerintah saling menyalahkan satu sama lainnya. “Yingluck harus bertanggungjawab,” cetus salah seorang pemimpin protes, Satit Wonghnongtaey, di atas panggung sesaat setelah ledakan terjadi.

“Pemerintahan ini, Yingluck dan preman-preman Kaus Merah yang menciptakan kekerasan,” katanya, mengacu pada gerakan protes saingan pro-Thaksin yang melakukan unjuk rasa di tahun 2010 yang tertindas dalam tindakan keras militer berdarah.

Namun, pemerintah dan Kaus Merah membantah klaim tersebut, seraya mengatakan para pengunjuk rasa mencoba untuk menghasut terjadinya kekerasan.

“Gerakan telah terbentuk untuk menciptakan situasi dari serangan-serangan bom terhadap rumah-rumah pemimpin dan demonstran,” ujar Wakil Perdana Menteri Surapong Tovichakchaikul kepada wartawan.

Pemerintah pun telah mendesak polisi untuk menahan pemimpin unjuk rasa Suthep Thaugsuban yang menghadapi tuduhan pemberontakan dalam teori hukuman mati sehubungan dengan aksi unjuk rasa. (afp)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.522 Since: 05.03.13 | 0.1742 sec