Internasional

Krisis Thailand, Serangan Bom Melukai Puluhan Orang

Friday, 17 Januari 2014 | View : 579

BANGKOK-SBN.

Sebuah serangan bom melukasi puluhan orang pada aksi unjuk rasa oleh oposisi di Ibu Kota negara Gajah Putih, Bangkok pada Jumat (17/1/2014).

Serangan ini meningkatkan ketegangan setelah aksi massa anti pemerintah yang sudah berlangsung berminggu-minggu lamanya yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah.

Gerakan anti pemerintah mengatakan ledakan itu terjadi sesaat sebelum pemimpin demonstran Suthep Thaugsuban lewat. “Bom itu meledak sekitar 30 meter dari Suthep,” tutur Juru Bicara unjuk rasa Akanat Promphan kepada AFP.

Negara kerajaan ini telah secara berkala digundang oleh konflik politik sejak mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra digulingkan oleh para Jenderal pendukung kerajaan dalam kudeta tujuh tahun silam.

Saudara perempuannya, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang kini berkuasa, pun telah menghadapi demonstrasi jalanan selama lebih dari dua bulan.

Para demonstran anti pemerintah menuntut Yingluck Shinawatra mundur karena diduga akan melanggengkan kekuasaan keluarga Shinawatra. Para demonstran menuntut pemerintahannya bubar, digantikan oleh ‘dewan rakyat tak terpilih’.

Baik pihak berwenang dan demonstran, keduanya saling menyalahkan atas ledakan tersebut, yang tampaknya disebabkan oleh perangkat yang mirip granat yang dilemparkan dari sebuah gedung di dekatnya.

Tayangan televisi menunjukkan beberapa orang yang tergeletak di tanah saat mobil-mobil ambulans bergegas pergi membawa yang terluka.

Para pengunjuk rasa terlihat mencari para penyerang di gedung-gedung di dekatnya.

Pusat darurat kota Erawan mengatakan 31 orang terluka, termasuk satu orang yang menderita luka parah.

Delapan orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi kekerasan jalanan sejak protes dimulai.

Para demonstran anti pemerintah yang didukung oleh pendiri pendukung kerajaan, telah menduduki persimpangan-persimpangan utama di Ibu Kota Thailand, Bangkok sejak Senin (13/1/2014) yang mereka sebut dengan ‘shutdown Bangkok’ atau ‘penutupan Bangkok’.

Ada serangkaian penembakan di lokasi unjuk rasa dan serangan-serangan granat pada rumah-rumah politisi oposisi yang membuat para demonstran dan pemerintah saling menyalahkan satu sama lainnya. “Yingluck harus bertanggungjawab,” cetus salah seorang pemimpin protes, Satit Wonghnongtaey, di atas panggung sesaat setelah ledakan terjadi.

“Pemerintahan ini, Yingluck dan preman-preman Kaus Merah yang menciptakan kekerasan,” katanya, mengacu pada gerakan protes saingan pro-Thaksin yang melakukan unjuk rasa di tahun 2010 yang tertindas dalam tindakan keras militer berdarah.

Namun, pemerintah dan Kaus Merah membantah klaim tersebut, seraya mengatakan para pengunjuk rasa mencoba untuk menghasut terjadinya kekerasan.

“Gerakan telah terbentuk untuk menciptakan situasi dari serangan-serangan bom terhadap rumah-rumah pemimpin dan demonstran,” ujar Wakil Perdana Menteri Surapong Tovichakchaikul kepada wartawan.

Pemerintah pun telah mendesak polisi untuk menahan pemimpin unjuk rasa Suthep Thaugsuban yang menghadapi tuduhan pemberontakan dalam teori hukuman mati sehubungan dengan aksi unjuk rasa. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.342 Since: 05.03.13 | 0.2628 sec