Hukum

Mantan Ketum Partai Demokrat Bantah Pernah Bertemu Agus Martowardojo

JAKARTA-SBN.

Muhammad Nazaruddin pernah mengungkapkan kalau Agus Martowardojo mengadakan pertemuan membahas proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Agus Martowardojo pun membantahnya, begitu juga mantan Ketua Umum PB HMI dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Mantan Ketua Umum PB HMI, Anas Urbaningrum membantah perihal pertemuan yang pernah diungkapkan mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin  terjadi pada Desember 2010.

Menurut Anas Urbaningrum, pertemuan antara dirinya dengan Agus Martowardojo pertama kali terjadi ketika acara perayaan hari ulang tahun Partai Demokrat di Sentul, Jawa Barat.

“Berkenalan dan ketemu Agus Martowardojo kira-kira tanggal belasan Desember 2012, di acara perayaan hari ulang tahun Demokrat di Sentul. Sebelum itu, belum pernah kenal apalagi melakukan pertemuan dengan Pak Agus Martowardojo,” ungkap Anas Urbaningrum ketika bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Seperti diketahui, Muhammad Nazaruddin mengungkapkan adanya pertemuan antara dirinya, Anas Urbaningrum dengan Menteri Keuangan (Menkeu) ketika itu Agus Martowardojo di restoran Jepang membicarakan restitusi pajak PT. Wilmar. Usai pertemuan, sambung Muhammad Nazaruddin, Anas Urbaningrum sempat membicarakan Hambalang dengan Agus Martowardojo.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo membantah adanya pertemuan dan desakan dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Direktur Utama PT. Dutasari Ciptalaras Machfud Suroso yang meminta dirinya menggolkan proyek Hambalang saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. "Saya klarifikasi, bahwa apa yang diucapkan oleh Nazaruddin di pengadilan itu tidak benar, saya tidak pernah bertemu dengan Anas Urbaningrum dan Machfud Suroso untuk menggolkan proyek Hambalang," tukas Agus Martowardojo sebelum acara Forum Group Discussion di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Agus Martowardojo juga menyebut Muhammad Nazaruddin berbohong besar. Menurut Agus Martowardojo, apa yang disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu bohong besar. Agus Martowardojo menuding Muhammad Nazaruddin menyebarkan kebohongan besar. “Saya ingin memberikan klarifikasi kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh saudara Nazaruddin itu adalah bohong besar," terang Agus Martowardojo, yang secara khusus meminta waktu menjelaskan hal ini beberapa menit, sebelum membuka acara Focus Group Discussion wartawan dan Dewan Gubernur BI, di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, hari ini Jumat (17/1/2014).

Bahkan, Agus Martowardojo sangat mengaku prihatin terhadap Muhammad Nazaruddin saat ini yang menurutnya sudah menyalahi aturan pengadilan. Pasalnya, kalau menyampaikan pernyataan di pengadilan di bawah sumpah. “Saya prihatin bahwa saudara Nazaruddin sebagai seorang yang terhukum menyampaikan di dalam pengadilan suatu kebohongan besar. Padahal keterangan di pengadilan itu adalah di bawah sebuah sumpah,” jelas mantan Menkeu ini Agus Martowardojo di kantornya, Gedung Bank Indonesia (BI), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2014).

Dalam sidang kasus terdakwa korupsi proyek Hambalang Deddy Kusdinar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Muhammad Nazaruddin menyebut mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo pernah makan bareng dengan Anas Urbaningrum. Namun, Hal itu dibantah Agus Martowardojo yang kini menjabat sebagai Gubernur BI. Secara tegas, Agus Martowardojo mengatakan sama sekali tak pernah ada makan malam seperti yang disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, membantah keras keterangan Muhammad Nazaruddin yang mengatakan dirinya pernah bertemu dan makan bersama dengan Anas Urbaningrum dan Machfud Suroso  untuk membicarakan proyek Hambalang. "Saudara Nazaruddin itu bohong besar karena saya tidak pernah kenal dan makan dengan Anas dan Machfud Suroso. Kok disampaikan seperti itu," tegas Agus Martowardojo. “Jadi Nazar bohong karena saya tidak pernah makan sama Anas dan tidak pernah kenal sama Machfud Suroso seperti disampaikan itu," tambah Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Agus Martowardojo mengaku, selama berkarir tidak pernah dan tidak bisa diintervensi untuk sesuatu yang tidak benar. Ditegaskan, dalam karirnya, dirinya tidak akan pernah bisa diintervensi oleh sesuatu yang tidak benar. "Selama saya berkarir, anda tahu dan teman-teman saya tahu itu. Saya tidak bisa diintervensi untuk sesuatu yang tidak sesuai aturan atau tidak baik," tegasnya. “Saya dalam karir saya, tidak pernah bisa diintervensi untuk sesuatu yang nggak benar. Saya menyampaikan terkait hambalang, itu saya nggak pernah dapat telepon terkait dengan Hambalang, apalagi mendapat tekanan," jelasnya lagi.

Ditambahkan, sejak menjabat Menteri Keuangan Mei 2010, ia mengaku tak pernah mendengar soal Hambalang. Jikapun mendengar, hanya sekali lewat nota yang disampaikan kepada dirinya. Namun, setelah itu tidak pernah lagi mendengar soal Hambalang. “Terkait Hambalang, saya memang Menteri Keuangan pada 2010, (namun) tidak pernah mendengar sama sekali tentang Hambalang. Kalaupun mendengar hanya sekali dalam nota. Saya review, saya minta selesaikan sesuai aturan, setelah itu saya nggak pernah dengar tentang Hambalang," tukas Agus Martowardojo.

Untuk itu, Agus Martowardojo menyarankan agar Muhammad Nazaruddin sebagai terhukum, semestinya fokus menjalani hukum dengan baik, dan jangan lakukan kebohongan. Agus Martowardojo prihatin atas sikap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu yang tidak kunjung juga introspeksi diri walaupun sudah menjadi terhukum. Ia pun mendoakan Muhammad Nazaruddin agar cepat insyaf dan banyak instrospeksi diri. “Jadi saya doakan supaya saudara Nazaruddin cepat insyaf dan sadar. Saya kira kalau dia terhukum, sudah harusnya dia banyak introspeksi bukannya justru menyampaikan kebohongan ke publik,” tutur Agus Martowardojo.

Muhammad Nazaruddin mengatakan, Agus Martowardojo bersedia membantu mengurus anggaran multiyears proyek Hambalang. Hanya memang, kata Muhammad Nazaruddin mengutip Agus Martowardojo, banyak kekurangan administrasi untuk pengajuan proyek Hambalang.

Keterangan Muhammad Nazaruddin perihal adanya pertemuan antara Anas Urbaningrum dengan Agus Martowardojo terungkap dalam persidangan kasus Hambalang, kemarin. Usai persidangan, Muhammad Nazaruddin kembali menegaskan, bahwa Agus Martowardojo yang saat itu menjabat Menteri Keuangan layak ditetapkan sebagai tersangka Hambalang berikutnya. Karena tanpa persetujuan Menkeu, tidak mungkin anggaran proyek Rp 2,5 triliun itu dicairkan. (pr/lip6)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.484 Since: 05.03.13 | 0.1483 sec