Olah Raga

Petenis China Li Na Maju Ke Final Australia Terbuka 2014

Wednesday, 22 Januari 2014 | View : 1023

MELBOURNE-SBN.

Petenis berperingkat empat dunia asal China Li Na lolos untuk kedua kali berturut-turut ke babak final Australia Terbuka dan untuk ketiga kalinya sepanjang 4 tahun belakangan ini. Petenis Cina Li Na berkesempatan untuk ketiga kalinya mencoba menjuarai tunggal putri Australia Terbuka ketika menghadapi unggulan ke-20, petenis Slovakia Dominika Cibulkova di Melbourne Park, Melbourne Sports and Entertainment Precinct, Melbourne, Victoria, Australia, hari Sabtu (25/1/2014).

Keduanya memastikan maju ke final turnamen Australia Terbuka setelah menang atas lawan masing-masing hari Kamis (23/1/2014).

Pada partai semifinal Australia Terbuka, Rabu (22/1/2014), dengan memanfaatkan pengalaman tandingnya, unggulan ke-4, Li Na mengatasi perlawanan remaja Kanada Eugenie Bouchard dengan straight set.

Petenis kelahiran Wuhan, China, Li Na yang unggulan keempat turnamen ini mengakhiri perjalanan mengesankan dari remaja berusia 19 tahun tersebut di Melbourne Park dengan dua set langsung 6-2, 6-4.

Meskipun lawannya tersebut berperingkat 30 dunia dan masih minim pengalaman, tetapi di perempat final Eugenie Bouchard berhasil menumbangkan petenis Serbia, Ana Ivanovic. Remaja 19 tahun asal Montreal, Kanada ini, Eugenie Bouchard yang pernah memenangi kejuaraan Wimbledon Junior tahun 2012, pada perempat final menjungkalkan petenis dengan ranking dunia nomor 14, Ana Ivanovic  dengan tiga set 5-7, 7-5, 6-2. Eugenie Bouchard merupakan satu-satunya petenis asal Kanada yang mencapai semi final turnamen Australia Terbuka dan petenis kedua sejak Carling Basset yang mencapai semi final AS Terbuka tahun 1984.

Senin (20/1/2014), di laga perempat final, unggulan ke-4, petenis kelahiran Wuhan, China, Li Na menghempaskan unggulan ke-28, petenis yang memiliki ranking dunia nomor 29, kelahiran Brindisi, Italy yang sekarang bermukim di Verbier, Swiss, Flavia Pennetta 6-2, 6-2.

Serta, Sabtu (18/1/2014) pada babak ke-4, petenis yang lahir pada 26 Februari 1982, Li Na mengkandaskan impian unggulan ke-22 petenis asal Rusia, Ekaterina Valeryevna Makarova 6-2, 6-0.

Perjumpaan dengan Dominika Cibulkova akan menempatkan Li Na sebagai lebih favorit untuk menjadi juara, karena petenis putri China ini sudah pernah menjuarai turnamen grand slam yaitu Prancis Terbuka.

Dalam empat pertandingan sebelumnya, antara Li Na melawan Dominika Cibulkova semuanya dimenangkan oleh Li Na.

Petenis China, Li Na, tetap fokus dalam menghadapi setiap pertandingan yang membawanya melaju hingga babak final. Fokus petenis berusia 31 tahun ini adalah strategi yang jitu pada setiap pertandingan, karena Li Na sadar bahwa tahun ini kemungkinannya terbuka untuk mendapatkan titel Australia Terbuka dan menambah koleksi trophynya. Petenis yang lahir pada 26 Februari 1982, Li Na sudah mengoleksi 8 gelar Women's Tennis Association (WTA) dan memenangkan 19 gelar ITF tunggal putri.

Dengan tiga unggulan utamanya lainnya Serena Williams, Maria Sharapova, dan Victoria Azarenka sudah tersingkir dari perhelatan, Li Na berharap dia akan bisa memenangkan pertandingan hari Sabtu (25/1/2014). "Sebelumnya memang sulit. Saya akan berusaha keras kali ini untuk selangkah lebih maju lagi." tukas Li Na sesuai pertandingan, sebelum kemudian memberikan beberapa hal yang tidak akan dilakukannya lagi di lapangan.

"Tidak jatuh lagi di lapangan seperti sebelumnya," sambung Li Na, merujuk kepada cedera pergelangan kaki yang dialaminya tahun lalu di final.

"Saya juga ingin menikmati pertandingan. Setelah berlatih bersama Rodriquez, ini semua berkenaan dengan teknik. Saya kira sekarang saya bermain stabil dari poin pertama sampai poin terakhir,” tutur dia.

Li Na sebelumnya sudah dua kali mencapai maju ke babak final turnamen Australia Terbuka di Melbourne Park pada tahun 2011 dan 2013. Namun, mengalami kekalahan di tahun 2011 dari Kim Clijsters dari Belgia dan 12 bulan yang lalu di tahun 2013 kalah dari Victoria Azarenka. Dua kali ia hanya berhasil menang satu set atas Kim Clijsters dan Victoria Azarenka. Ia hanya mendapatkan posisi kedua (runner up).

Petenis berperingkat empat dunia tersebut di tahun ini mempersiapkan mentalnya dengan sangat sederhana. Ia tidak terjebak untuk memperhatikan siapa yang menjadi lawan berikutnya, ia tidak dikacaukan dengan hal rutin, dan ia berada sejenak di lapangan sebelum bertanding. "Saat saya berpikir siapa lawan berikutnya, saya selalu kalah di hari berikutnya. Saya harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan," bilang Li Na, seperti dikutip dari situs resmi turnamen Australia Terbuka.

Li Na memahami bahwa setiap pemain, termasuk dirinya sendiri adalah penting untuk mental bertanding. Tekanan turnamen tenis sekelas Grand Slam dapat menyebabkan hasil yang tidak terduga, khususnya bila mendapat sebuah keuntungan dari undian pertandingan. "Saya rasa setiap orang dapat kalah dalam pertandingan, untuk saya, setiap petenis dapat mengalahkan siapapun di turnamen besar," tambah Li Na. Berarti dengan logika seperti itu, Li Na dapat menundukkan siapapun.

Petenis Slovakia yang menjadi unggulan ke-20, Dominika Cibulkova maju ke final Australia Terbuka untuk menantang petenis China Li Na, setelah di luar dugaan menjungkalkan unggulan kelima dari Polandia, Agnieszka Radwanska pada babak semifinal hari ini di Melbourne Park.

Petenis kelahiran Bratislava, Slovakia, 6 Mei 1989 itu mengatasi petenis dengan peringkat jauh lebih tinggi darinya tersebut dengan straight set 6-1, 6-2 pada laga semi final yang lain.

Dominika Cibulkova menjadi petenis putri pertama dari Slovakia yang berhasil mencapai dan maju ke final turnamen Grand Slam yakni Australia Terbuka. Bagi Dominika Cibulkova, unggulan ke-20, ini adalah final Grand Slam pertama dalam 26 turnamen yang diikutinya.

Meraih 63 total poin ketimbang Agnieszka Radwanska dengan 40 angka, Dominika Cibulkova memenangkan 67% break point (6/9) sementara Agnieszka Radwanska 11% (1/9).  Agnieszka Radwanska juga lebih banyak melakukan unforced error, ketimbang Dominika Cibulkova.

Sebelum pertandingan Dominika Cibulkova mengakui kecepatan dan kekuatan pukulan bolanya adalah rahasia petenis bertinggi 160 cm ini. "Kekuatan saya adalah saya bergerak baik dan konsisten dari belakang lapangan,” papar Dominika Cibulkova. "Saya kira saya lebih cepat dibandingkan para pemain jangkung dan saya mencoba memanfaatkan itu sebagai kelebihan saya,” imbuh dia.

Perjalanan karir terbaik Dominika Cibulkova di Grand Slam terjadi pada Prancis Terbuka 2009 ketika dia menumbangkan Maria Sharapova straight set di perempatfinal sebelum ditaklukkan Dinara Safina di semifinal.

Pada Prancis Terbuka 2012, Dominika Cibulkova kembali menyeruak dengan mencapai perempatfinal turnamen ini setelah menumbangkan petenis nomor satu dunia Victoria Azarenka dengan straight set pada babak keempat, namun di perempafinal dihentikan petenis dari negeri Kanguru, Australia, Samantha Stosur.

Setelah kembali menjungkalkan Maria Sharapova pada Australia Terbuka 2014, Dominika Cibulkova yakin akan menggapai sukses lebih jauh, termasuk lawannya di semifinal Agnieszka Radwanska yang sudah dihadapinya empat kali, termasuk saat kalah memalukan 0-6, 0-6 pada final turnamen Sydney menjelang Australia Terbuka 2014.

Dominika Cibulkova mengakui kekalahan itu kadang-kadang menghantuinya, tapi dia yakin bisa melakukan teroboson. Dan dia telah membuktikannya di Australia Terbuka pada semifinal yang baru pertama dia rasakan ini.

Dominika Cibulkova tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya bisa maju ke final turnamen Australia Terbuka 2014 ini. "Saya masih belum percaya bahwa hal ini terjadi. Perlu beberapa jam untuk menyadari semuanya. Namun saya akan mempersiapkan diri 100%," ucap Dominika Cibulkova yang pernah mencapai semifinal Prancis Terbuka di tahun 2009.

Mengenai lawannya Li Na, Dominika Cibulkova mengatakan bahwa sebagai pemain junior, dia mengidolakan Li Na. “Li Na adalah pemain bagus. Saya selalu mengaguminya sejak masih junior,” puji Dominika Cibulkova yang sekarang 24 tahun sedangkan Li Na 31 tahun. (rtr/afp)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.213 Since: 05.03.13 | 0.3152 sec