Nasional

Timwas Century Kembali Panggil Wakil Presiden

Wednesday, 22 Januari 2014 | View : 559

JAKARTA-SBN.

Tim Pengawas Bailout Bank Century DPR RI sepakat memanggil mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden RI, Boediono pada 19 Februari mendatang, berdasarkan hasil rapat tim tersebut. “Pemanggilan Boediono kedua akan dilakukan kembali pada 19 Februari 2014 dan itu sudah disepakati oleh semua anggota Timwas Century," ungkap anggota Timwas Bank Century DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Anggota Timwas Bank Century DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, jika pada 19 Februari Boediono tidak datang maka akan dipanggil kembali. Menurut dia ketika panggilan ketiga tidak hadir maka sesuai ketentuan akan dihadirkan secara paksa. “Tadi (rapat Timwas) hadir juga dari Partai Demokrat dan semua sepakat mengagendakan pemanggilan kedua tersebut," cetus Bambang Soesatyo.

Menurut dia, pemanggilan Boediono itu sudah masuk dalam mekanisme Dewan dan menyangkut kewibawaan DPR RI. Karena itu menurut Bambang Soesatyo, ketika DPR RI memanggil Boediono maka yang bersangkutan harus datang apapun alasannya. "Sebetulnya Timwas sampai detik terakhir, sebelum konferensi pers Boediono setelah pemeriksaan (KPK) itu tidak ada sedikit pun niat DPR untuk memanggil kembali Boediono," tukas Bambang Soesatyo.

Anggota Timwas Bank Century DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan Timwas menilai perlu meminta penjelasan ketika Boediono memberikan keterangan berbeda dalam konferensi pers dengan apa yang disampaikan pada Panitia Khusus Bank Century.

Selain itu, yang bersangkutan menuding Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta tidak secara langsung menuding Presiden sebagai penanggung jawab LPS. "Itulah alasan kenapa Boediono penting dan tidak terkait dengan pemeriksaan di KPK. Pemeriksaan soal hukum di KPK jalan terus tidak ada kaitannya," tandas Bambang Soesatyo.

Bambang Soesatyo menegaskan, Timwas akan menggali keterangan secara politik bukan hukum karena sudah menjadi ranah KPK.

Menurut dia, Timwas akan menggali secara politik karena menyeret dan menunjuk LPS yang notabene diatas Presiden. "Kami ingin meminta jawaban atas dugaan keterlibatan Presiden yang dimaksud Boediono bahwa pembengkakan ‘bailout’ Rp 632 miliar menjadi tanggung jawab LPS," pungkas Bambang Soesatyo. (ant)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.650.515 Since: 05.03.13 | 0.2007 sec