Hukum

BNN Tetapkan Mantan Ketua MK Sebagai Tersangka

Friday, 17 Januari 2014 | View : 991

JAKARTA-SBN.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar kembali ditetapkan menjadi tersangka. Kali ini politikus asal fraksi Partai Golkar tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan narkotika.

Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi telah menetapkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ke-3 RI, Akil Mochtar, sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan narkotika, zat  atau narkoba yang ditemukan di ruang kerjanya di Gedung MK, Jakarta saat penggeledahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, peningkatan status penyelidikan ke penyidikan itu berdasarkan bukti-bukti saat pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti yang telah disita oleh BNN. Penetapan tersangka itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 15 orang saksi dari MK mau pun KPK dan alat bukti. Sementara itu, terkait kasus kepemilikan narkotika tersebut, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto mengungkapkan sudah diperiksa 15 orang saksi yang terdiri atas penyidik KPK dan juga beberapa pihak dari MK. "BNN setelah sudah memeriksa lebih kurang 15 orang saksi dari pihak MK, KPK, dan Pamdal yang berjaga di MK terkait dengan narkoba yang ditemukan terdahulu, ditemukan bukti yang cukup, BNN untuk menetapkan pak AM (Akil Mochtar) sebagai tersangka," terang Kabag Humas BNN, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto usai memeriksa Akil Mochtar di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014). “Penetapan tersangkanya baru hari ini (Jumat 17/1/2014),” kata Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwiyanto di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014).

"Kenapa baru sekarang setelah sekian lama, BNN ini kan tidak diam saja. Selama ini BNN tetap mendalami kasus ini. BNN telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi sebelum akhirnya hari ini ya kita memutuskan untuk memeriksa AM (Akil Mochtar)," pungkasnya.

Menurut Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto, BNN menduga Akil Mochtar sebagai pemilik narkoba yang ditemukan penyidik KPK saat menggeledah ruangannya. Akil Mochtar juga diduga menyediakan narkoba untuk orang lain. “Jadi dugaannya ada tiga, kepemilikan, penguasaan, dan menyediakan untuk orang lain," jelas Kabag Humas BNN, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumirat Dwiyanto menjelaskan Akil Mochtar dijerat dengan Pasal 111 atau Pasal 112 dan atau Pasal 116 Undang-undang tentang Narkotika, karena kepemilikan dan penyimpanan sejenis narkotika. "Yang bersangkutan (Akil Mochtar) dijerat sangkaan pasal pada Pak AM (Akil Mochtar), yakni Pasal 111, Pasal 112, dan Pasal 116 (Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika) tentang penguasaan, kepemilikan, dan penyediaan Narkoba," kata Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumirat Dwiyanto di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014).

Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) hari ini sedianya akan memeriksa Akil Mochtar sebagai tersangka. Seperti diketahui, BNN gagal memeriksa Akil Mochtar terkait penemuan tiga linting ganja di ruang kerja Akil Mochtar di kantor MK di Jakarta, pada Jumat (17/1/2014).

Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto menjelaskan, pihaknya datang ke KPK untuk memeriksa Akil Mochtar, yang ditahan di Rumah Tahanan KPK atas kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada di MK. “Jadi tim BNN hari ini hadiri KPK untuk memeriksa AM (Akil Mochtar) terkait narkoba yang ditemukan terdahulu,” jelas Kepala Bagian Humas BNN ini.

Saat pemeriksaan tadi, mantan hakim konstitusi itu hanya dicecar satu pertanyaan terkait kesediaan Akil Mochtar untuk diperiksa sebagai tersangka. Tersangka kasus dugaan suap yang disidik  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar belum diperiksa  terkait dugaan penggunaan narkotika. Terkait pemeriksaan hari ini, menurut Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto, hanya satu pertanyaan yang diajukan kepada Akil Mochtar. Pasalnya, Akil Mochtar meminta didampingi penasihat hukum selama pemeriksaan. Kepala Humas BNN, Sumirat Dwiyanto menerangkan pemeriksaan gagal karena Akil Mochtar meminta didampingi oleh penasihat hukumnya. Hingga Jumat (17/1/2014), yang bersangkutan tidak didampingi penasihat hukumnya. Untuk itu, BNN akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Akil Mochtar.

Pemeriksaan dijadwalkan ulang karena Akil Mochtar tidak dapat diperiksa BNN selama belum didampingi penasihat hukumnya. “Beliau bersedia dilakukan pemeriksaan, namun masih harus menunggu pengacaranya. Mungkin jadwalnya akan diatur lagi, kira-kira minggu depan," ucap Kepala Bagian Humas BNN Sumirat Dwiyanto di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014). "Kemungkinan pekan depan akan kami periksa lagi. Pemeriksaan akan dijadwal ulang," sebut Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) lagi.

BNN sedianya menjadwalkan pemeriksaan Akil Mochtar hari ini. Namun, karena Akil Mochtar tidak didampingi oleh pengacara, sehingga pihak BNN batal memeriksa Akil Mochtar. Pemeriksaan terhadap Akil Mochtar memang sangat dibutuhkan, karena BNN memerlukan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena selama ini setelah dilakukan tes air liur dan DNA, Akil Mochtar belum pernah dimintai keterangannya. "Seharusnya hari ini akan memeriksa pak AM (Akil Mochtar) sebagai tersangka untuk di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tapi Pak AM tidak didampingi kuasa hukum, sehingga kita jadwal ulang," tutur Kabag Humas BNN, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto.

Kehadiran BNN ke KPK didasari oleh hasil penelusuran badan negara antinarkotika terkait dengan temuan ganja oleh KPK di ruang kerja Akil Mochtar. Seperti diberitakan, saat melakukan penggeledahan ruang kerja kantor Akil Mochtar atau sehari setelah mantan Ketua MK ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta Selatan, petugas KPK menemukan tiga linting ganja utuh dan satu linting ganja yang terpakai seberat 1,5 gram. Tiga linting yang diduga ganja diyakini sebagai ganja lantaran mengandung zat tetrahidrokanabinol atau narkoba golongan satu. Adapun pil tersebut mengandung methamphetamine (sabu-sabu). Tim penyidik juga menemukan methamphetamine (sabu-sabu) dalam bentuk pil berwarna ungu seberat 0,48 gram.

Hasil pemeriksaan terhadap urine dan rambut Akil Mochtar menunjukkan bahwa ia negatif dari penggunaan narkoba. Namun, hasil pemeriksaan terhadap sampel deoxyribonucleic acid (DNA) oleh Polri, Akil Mochtar dipastikan pernah memegang ganja.

Akil Mochtar saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Jakarta Timur cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di basement Gedung KPK, Jakarta.

Penahanan terkait dua kasus korupsi yang disangkakan KPK, yakni kasus dugaan suap penanganan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas, provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, provinsi Banten.

Dari dua kasus tersebut, Akil Mochtar diduga menerima suap sebesar Rp 4 miliar. Dengan rincian, Rp 3 miliar dari kasus dugaan suap penanganan perkara sengketa Pemilukada Kabupaten Gunung Mas dan Rp 1 miliar diterimanya dalam kasus dugaan suap penanganan perkara sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak di MK.

Kemudian, berdasarkan pengembangan, KPK menambahkan satu pasal untuk menjerat Akil Mochtar, yaitu Pasal 12B UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sangkaan Pasal 12B tentang gratifikasi baru ditambahkan kepada Akil Mochtar lantaran KPK menduga Akil Mochtar kerap menerima pemberian hadiah/janji yang berkaitan dengan jabatannya sebagai Ketua MK.

Bahkan, terhadap Akil Mochtar akhirnya juga dijerat menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tahun 2002 dan 2010.

Juru Bicara lembaga anti rasuah tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Prabowo mengiyakan kebenaran dan mengonfirmasi pemeriksaan terhadap Akil Mochtar oleh BNN Jumat (17/1/20140 hari ini. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP., BNN telah melakukan pemeriksaan terhadap Akil Mochtar pada pukul 14.00 WIB. "Kami memfasilitasi pemeriksaan oleh BNN kepada Akil sejak pukul 14.00 WIB," bebernya.

Johan Budi SP. menegaskan bahwa KPK akan mendukung upaya BNN terkait dengan pemeriksaan Akil Mochtar atas dugaan kepemilikian narkotika meski dua lembaga negara tersebut memiliki perbedaan tugas. "Tahanan KPK adalah mereka yang terkait dengan kasus korupsi, sedangkan BNN terkait dengan narkotika. Ketika BNN melakukan pemeriksaan terhadap Akil, dia itu tahanan KPK. BNN akan berkoordinasi dengan KPK. Kami akan tetap men-'support'-nya," tandasnya. (jos/tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.357 Since: 05.03.13 | 0.2831 sec