Nasional

30.784 Pengungsi Di 140 Titik Pengungsian

Sunday, 19 Januari 2014 | View : 1123

JAKARTA-SBN.

Banjir terus menggenang di beberapa wilayah Jakarta, khususnya permukiman di bantaran sungai dan bagian utara Jakarta. Data sementara dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta menunjukkan puluhan ribu warga Jakarta sudah mengungsi dari banjir. "Sebanyak 30.784 jiwa mengungsi di 140 titik pengungsian," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (19/1/2014) sore.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, banjir telah menyebabkan 10.530 jiwa warga Jakarta mengungsi. Mereka tersebar di 97 titik pengungsian. Sebanyak 25.332 jiwa (6.952 KK) terdampak banjir.

Banjir akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat di Jakarta selama sepekan terakhir telah mengakibatkan 267 RT, 172 RW di 48 kelurahan dari 27 kecamatan di DKI Jakarta terendam banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 48.263 jiwa atau 10.520 kepala keluarga terdampak langsung banjir di Ibu Kota. Daerah yang terendam banjir meliputi 564 RT dan 349 RW pada 74 kelurahan di 30 kecamatan di Jakarta.

Sejauh ini, lanjut Sutopo Purwo Nugroho, korban meninggal dunia akibat banjir tercatat 7 orang. Di posko Bidara Cina, Jakarta Timur, (GOR Otista), jumlah pengungsi sampai hari ini mencapai 477 KK atau 1.934 jiwa dari 2 kelurahan di Bidara Cina dan Kampung Melayu. Jumlah itu terdiri dari 1.568 orang dewasa, 258 anak balita, 80 warga lansia, dan 28 ibu hamil. Bantuan masih terus mengalir ke posko GOR Otista. "Kebutuhan mendesak, selimut dan tikar," ujar Sutopo Purwo Nugroho.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, dalam rapat koordinasi di Posko Nasional Penanganan Banjir Jakarta pada Sabtu (18/1/2014) dibahas masalah dan solusi yang ada. "Kami bersiaga," kata Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banyak personel yang terlibat dalam penanganan banjir di posko GOR Otista, seperti dari BNPB, TNI, Kementerian PU, Dinas Sosial, tagana, resimen mahasiswa, pramuka, dan relawan.

Dinas Sosial dibantu relawan pramuka masih terus mendistribusikan makanan kepada pengungsi. Personel dari Kopassus masih melakukan evakuasi.

Banjir di Jakarta sudah memasuki hari ketiga. Hujan yang terus mengguyur Jakarta membuat banjir susah surut. Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, titik banjir tertinggi di Jakarta Utara terdapat di kawasan Kelapa Gading. "Untuk titik paling tinggi banjirnya itu di Kelapa Gading, terutama di Jalan Boulevard Barat. Kalau tempat lain (di Jakarta Utara) tersebar," papar Wagiman Silalahi saat dihubungi, Minggu (19/1/2014).

Menurut Wagiman Silalahi, pihaknya telah mengupayakan membuang air banjir ke laut. Namun, hujan tiap malam membuat usaha tersebut sia-sia.

Terlebih, salah satu penyebab banjir di wilayah Kelapa Gading tak kunjung surut juga karena penolakan oleh warga di perumahan TNI AL Kelapa Gading untuk mengalirkan air genangan dan banjir tersebut ke Waduk Kodamar yang berada di belakang perumahan TNI AL Kelapa Gading.

Adapun untuk wilayah Jakarta Utara terdapat 32 pompa yang difungsikan. Semua pompa tersebut dinyalakan secara bergantian. “Misalnya 3 nyala, 1 istirahat. Kalau nyala semua, takut nggak kuat," jelasnya.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi menambahkan untuk ketinggian air di wilayah Kelapa Gading setinggi 80 centimeter, Jalan Yos Sudarso setinggi 60 centimeter, Kapuk Muara 60 centimeter, Koja 40 centimeter, Pademangan 40 centimeter, Muara Baru 60 centimeter, dan Gunung Sahari 40 centimeter.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih berpeluang turun dengan intensitas sedang hingga lebat sampai Senin (20/1/2014) terutama pada malam hari. Selasa-Rabu (21/1/2014-22/1/2014), hujan akan berkurang, tetapi hari kemudian akan meningkat lagi. Puncak hujan diperkirakan berlangsung hingga awal Februari 2014 nanti. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada.

BMKG memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada akhir Januari 2014. Beberapa hari ini sudah terjadi hujan deras dan angin kencang.

Di sejumlah wilayah semisal di Kemayoran, Jakarta Pusat, curah hujan mencapai 120 mm sejak awal tahun. Pada kondisi normal, curah hujan hanya 150 mm per bulan. “Di Januari ini di Jabodetabek curah hujan sangat tinggi,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (10/1/2014).

Curah hujan tinggi ini bisa berdampak pada banjir di Jakarta. Bila hujan deras turun saat laut pasang, banjir khususnya di wilayah pinggiran pantai bisa tergenang air.

Menurut Mulyono Rahadi Prabowo, BMKG siaga memantau perkembangan cuaca. “Kalau ada cuaca ekstrem, BMKG akan infokan 2-3 jam sebelumnya,” sebutnya.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo menjelaskan puncak musim penghujan terjadi akhir Januari hingga awal Februari 2014.

Puncak penghujan itu terjadi di Sumsel, Kalsel bagian Selatan, Jawa, Sulawesi bagian Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara. “Yang perlu diwaspadai curah hujan harian yang cukup lebat dan berpotensi disertai angin kencang,” terangnya.

Deputi Bidang Klimatologi, Widada Sulistya menambahkan, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam mengantisipasi dampak cuaca. “Misalnya kami menginfokan ada hujan besar kepada Dephub, yang bisa menunda penerbangan otoritas di sana. Begitu juga kalau ada laut pasang surut yang miliki otoritas yang berwenang di sana,” imbuhnya.

Deputi Bidang Klimatologi, Widada Sulistya juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak siklon tropis yang memprediksikan akan terjadi pada pekan depan. “Pusaran angin atau bibit siklon tropis sudah terbentuk dan jika energinya kuat akan terjadi siklon tropis,” lanjut dia.

Bibit siklon tropis tersebut saat ini terbentuk di antara Darwin, Australia dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Jika energinya kuat, diprediksi siklon tropis akan berkembang dan terbentuk pada lima hingga tujuh hari ke depan. “Kami memang tidak akan terkena dampak langsung dari siklon tropis itu, tapi harus waspada pada dampak ikutannya,” tambah Widada Sulistya.

Dampak tidak langsung yang akan dirasakan yaitu terjadi hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi merata di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, NTB, dan Sulawesi bagian Selatan.

Untuk itu diminta masyarakat waspada terhadap dampak yang akan timbul seperti hujan deras yang akan menyebabkan banjir dan tanah longsor. Begitu juga, dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang akan mengganggu aktivitas transportasi udara dan laut.

Berikut lokasi sebaran banjir dan sebaran pengungsi di Jakarta menurut BNPB adalah:

Jakarta Timur.

Tinggi banjir 20-300 cm di 17 titik, pengungsi 5.514 jiwa (31 lokasi). Korban meninggal 3 orang.

Jakarta Selatan.

Tinggi banjir 10-200 cm di 30 titik, pengungsi 8.332 jiwa(18 lokasi). Korban meninggal 1 orang.

Jakarta Pusat.

Tinggi banjir 5-100 cm di 4 titik, pengungsi 1.505 jiwa.

Jakarta Barat.

Tinggi banjir 10-150 cm di 49 titik, pengungsi 8.314 jiwa (39 lokasi). Korban meninggal 1 orang.

Jakarta Utara.

Tinggi banjir 5-120 cm di 40 titik, pengungsi 7.809 jiwa (9 lokasi). (kom/id/tem/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.013.509 Since: 05.03.13 | 0.2269 sec