Ekonomi

Toyota Kaji Ulang Investasi Di Thailand

BANGKOK-SBN.

Apabila krisis politik di Thailand berlarut-larut, Toyota Motor Corp. menyatakan bisa mengkaji ulang investasi yang nilainya mencapai 20 miliar baht atau setara dengan US$ 609 juta di Thailand. Bahkan, Toyota Motor Corp. bisa memangkas produksi.

Toyota Motor Corp. saat ini adalah pemanufaktur kendaraan terbesar di Thailand dengan produksi 800.000 unit kendaraan per tahun.

Terkait krisis politik tersebut, rencana untuk menaikkan kapasitas produksi tahunan sebesar 200.000 per tahun selama tiga dan empat tahun ke depan pun menggantung.

“Investasi baru kami di Thailand takkan terwujud jika krisis politik ini berlarut-larut,” ujar Kyoichi Tanada, presiden Toyota Motor Corp. Thailand, dalam konferensi pers di Bangkok, seperti dikutip Reuters.

“Bagi investor asing baru, situasi politik seperti sekarang bisa membuatnya berubah pikiran. Dana investasi itu bisa dialihkan ke negara lain,” tambah dia.

“Sedangkan bagi yang sudah berinvestasi seperti Toyota, kami tidak akan pergi. Tapi, kami tidak yakin apakah akan berinvestasi lagi atau tidak,” tandas Kyoichi Tanada.

Thailand adalah pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih ini menjadi basis produksi dan ekspor bagi sejumlah produsen ternama global yang sudah mendunia termasuk Toyota Motor Corp., Honda Motor Co., dan Ford Motor Co.

Demonstrasi anti-pemerintah ini dilakukan sejak November 2013 lalu. Pemicu awalnya adalah usulan pemerintah untuk mengajukan Rancangan Undang-undang Amnesti. Jika itu dikabulkan, itu akan membuat eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra bisa pulang ke negaranya meski pernah dijerat kasus korupsi. Rancangan itu akhirnya ditolak, tapi massa anti UU Amnesti itu kemudian berganti menjadi massa anti-pemerintah.

Kelompok demonstran ini telah kalap dengan upaya Yingluck Shinawatra untuk mengembalikan Thaksin Shinawatra ke Thailand. Thaksin Shinawatra sebenarnya telah dilarang berpolitik selama lima tahun bersamaan dengan putusan hukumannya pada 2008. Namun, kuatnya jaringan Thaksin Shinawatra di partai dan pemerintahan mengakibatkan upaya-upaya untuk membuka jalan bagi Thaksin Shinawatra terus dilakukan.

Pergolakan ini adalah kelanjutan dari konflik delapan tahun antara kelas menengah dan warga pedesaan, yang sebagian besar miskin merupakan pendukung Yingluck Shinawatra dan kakaknya, Thaksin Shinawatra, yang juga bekas perdana Menteri.

Oposisi, Partai Demokrat dan Thaksin Shinawatra memang telah berseteru sejak penggulingan pemerintahannya oleh militer pada tahun 2006. Thaksin Shinawatra dijatuhi hukuman penjara in absentia karena melanggar kekuasaan pada tahun 2008. Untuk menghindari hukuman, Thaksin Shinawatra tinggal di Dubai sebagai pengasingan.

Kubu anti pemerintah bermaksud menggulingkan Yingluck Shinawatra dan mengakhiri pengaruh kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra, yang digulingkan lewat kudeta militer tersebut. Sejak Thaksin Shinawatra terguling juga Thailand seperti tidak pernah sepi dari krisis politik.

Yingluck Shinawatra penah menawarkan solusi dengan menggelar pemilu pada 2 Februari. Namun usulan itu ditolak pimpinan oposisi. Bahkan, kelompok oposisi mencegah para kandidat pemilihan untuk mendaftar ke KPU. Kondisi yang semakin memburuk membuat KPU mengusulkan agar pemilu ditunda sampai 4 Mei. "Perdana Menteri harus mempertimbangkan usulan dari Komisi Pemilihan," cetus Abhisit Vejjajiva, mantan perdana menteri dan pemimpin oposisi.

Aksi unjuk rasa anti pemerintah Thailand di jalan-jalan Ibu Kota Thailand ini, Bangkok sudah merenggut sembilan nyawa dan 550 lainnya terluka. Bom yang diarahkan kepada demonstran meledak lagi di Bangkok akhir pekan lalu. Penyelesaian krisis belum terlihat sejak Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen pada Desember 2013 dan menyerukan pemilihan umum (pemilu) pada 2 Februari 2014 mendatang. (reuters/time/channelnewsasia.com)

See Also

Pengangguran Di Amerika Serikat Menurun
Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.247 Since: 05.03.13 | 0.3306 sec