Nasional

Pengesahan APBD Molor, Gubernur DKI Tunda Danai Rekayasa Cuaca

Sunday, 19 Januari 2014 | View : 956

JAKARTA-SBN.

Hingga memasuki hari ketiga banjir besar di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ terus berkeliling untuk meninjau kondisi lapangan. "Yang mengerjakan (rekayasa cuaca) kan dari BNPB. Surat menyuratnya melalui kami (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta)," kata Jokowi.saat blusukan melihat pompa air di depan Mal Ciputra, Grogol, Jakarta, Minggu (19/1/2014). Rekayasa cuaca baru dilaksanakan 2 kali mulai Selasa (14/1/2014) lalu, menggunakan pesawat Hercules C-130. Pihak BPPT mengatakan rekayasa cuaca ini kurang maksimal karena harusnya menggunakan tiga pesawat sekaligus.

Mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi mengatakan, saat ini rekayasa cuaca di Jakarta dan sekitarnya sebenarnya telah dilaksanakan. Namun, rekayasa cuaca bukan dikerjakan melalui anggaran dari Pemprov DKI Jakarta, melainkan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI belum dapat mengeluarkan dana untuk membiayai rekayasa cuaca. Hal ini dikarenakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2014 belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Mantan Wali Kota Solo tersebut mengakui saat ini anggaran Rp 20 miliar untuk rekayasa cuaca masih menggunakan dana dari BNPB. Dana Pemprov DKI Jakarta belum dapat dipakai karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 belum disetujui DPRD DKI. "Kita (Pemprov DKI) belum karena anggarannya belum diketuk DPRD," cetus Jokowi saat meninjau genangan di Jalan Letjen S. Parman, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (19/1/2014) siang. "Jadi harus menunggu. Kalau mau pakai (dana APBD 2014), tunggu diketok DPRD, padahal sudah diajukan dari Oktober," tukasnya lagi.

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut Jokowi berharap agar DPRD DKI Jakarta segera mengesahkan APBD Tahun 2014. Keterlambatan pengesahan APBD, sambung Jokowi, tidak hanya berdampak pada molornya rekayasa cuaca, tapi juga sejumlah rencana program pembangunan Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyesalkan lambannya proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2014 yang masih terkatung-katung di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi berharap jajaran legislatif secepatnya mengesahkan APBD 2014.

Lambannya proses pengesahan APBD berpotensi mengganggu roda pemerintahan di Ibu Kota.

Rancangan APBD 2014 yang diajukan Pemprov DKI ke DPRD DKI adalah sebesar Rp 69,5 triliun, meningkat 38,7% dibandingkan 2013 yang hanya Rp 50,1 triliun.

“Jangan setengah-setengah. Bekerja itu kalau ya, katakan ya. Kalau tidak, ya katakan tidak. Kami sudah mengajukan APBD 2014 ke DPRD DKI sejak awal Oktober 2013. Sudah jauh-jauh hari kami siapkan,” kata Jokowi saat memberikan pembekalan kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Mantan Wali Kota Solo tersebut mengaku geram atas sikap jajaran DPRD DKI yang tidak mempedulikan pembangunan di Ibu Kota. Bahkan, Jokowi mengajak bertarung para anggota Dewan akibat molornya pengesahan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pemprov DKI. “Sampai sekarang anggaran belum juga disahkan. Kalau dipersulit seperti ini, saya mengajak bertarung saja,” tandas dia.

Jokowi mengaku khawatir jika pengesahan APBD Tahun 2014 DKI terlambat akan berdampak terhadap program kerja pemerintah dan mengakibatkan tingginya Sisa Lebih Pagu Anggaran (Silpa). “Kalau dinamika seperti ini, lebih baik kita bicara apa adanya. Nanti mulainya terlambat lagi,” tutur dia.

Kendati demikian, Jokowi mengaku tidak ingin terjadi gesekan antara eksekutif dan legisltif, sebab kedua institusi itu adalah mitra yang harus padu dalam menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota.

Pada bagian lain, Jokowi mengungkapkan, hingga akhir 2013, APBD 2013 DKI hanya terserap sekitar 84,5% dari total anggaran senilai Rp 50,1 triliun. Jumlah tersebut jauh dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar 97% dengan Silpa Rp 7 triliun. “Kita ini kan mitra, seharusnya tidak ada saling gesek. Tapi jangan sampai terjadi seperti tahun lalu, realisasinya saja hanya 84,5% dan Silpa Rp 7 triliun. Itu sangat besar jumlahnya,” papar dia. “Sangat disayangkan tidak terpenuhinya target yang ditetapkan. Realisasi 2013 masih rendah, hanya 84,5%. Artinya, membelanjakan uang saja kamu belum bisa dan sisanya masih Rp 7 triliun,” ucap Jokowi.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan instruksi Gubernur atau Ingub dan surat keputusan untuk mendorong peningkatan penyerapan anggaran di kalangan SKPD. “Semua kegiatan harus berjalan mulai Maret 2014 semuanya rampung dan penyerapan bisa lebih tinggi dibanding tahun ini. Apakah saya keluarkan Ingub atau Pergub agar 2014 mulai Maret kegiatan sudah berjalan. Tidak seperti tahun lalu, Juli baru berjalan sehingga harus mengejar belanja Rp 69 triliun. Kebiasaan seperti itu harus dihilangkan. Tradisi baru, Maret bisa dimulai,” tegas dia.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan lonjakan nilai APBD tahun ini cukup menggembirakan. Namun, hal tersebut justru mewajibkan SKPD untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan anggaran. Sebab, nilai yang dibelanjakan juga meningkat signifikan.

Di sisi lain, kalangan DPRD DKI yang dihubungi menegaskan keterlambatan pengesahan ini disebabkan meningkatnya nilai APBD yang cukup signifikan, sehingga DPRD DKI harus hati-hati.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengatakan, lamanya pengesahan APBD Tahun 2014 dikarenakan masalah administrasi. Banyak nomor rekening pos anggaran yang berubah sehingga membutuhkan waktu lama. Ferrial Sofyan pun memastikan APBD Tahun 2014 disahkan pada bulan bulan ini.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Asraf Ali menyatakan bahwa penanganan banjir memang memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, untuk jangka pendek dan berdasarkan pengalaman awal tahun lalu, Pemprov DKI seharusnya sudah bisa merumuskan langkah-langkah antisipasi agar banjir tidak melumpuhkan Jakarta. "Bagi kami, Fraksi Golkar DKI saat ini, bagaimana pemda menangani korban banjir dengan serius. Kalau masalah infrastruktur banjir, biar masyarakat yang menilai sendiri," cetusnya.

Sebelumnya, Manajer Penanganan Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional Mukri Friatna mengatakan, penyebab banjir bukan curah hujan, melainkan banyak hutan yang beralih fungsi. "Kalau menyalahkan curah hujan, nanti masyarakat ini takutnya musyrik, bilang banjir karena Tuhan, padahal hujan itu berkah," tukasnya di Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Walhi mencatat, banyak hutan yang ditebang untuk permukiman dan industri. Artinya, wadah untuk menampung hujan makin kecil. "Yang namanya volume air tetap segitu, nggak bisa berubah. Tetapi gentongnya ini yang dikurangi," tandas Mukri Friatna. (kom/id/ant)

See Also

Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.834 Since: 05.03.13 | 0.1956 sec