Nasional

Banjir Masih Mengepung Jakarta

Sunday, 19 Januari 2014 | View : 1727

JAKARTA-SBN.

Genangan air dan banjir di wilayah Ibu Kota pada hari ini Minggu (19/1/2014) membuat sejumlah ruas jalan, baik jalan utama maupun jalan-jalan di perumahan, di berbagai wilayah tak bisa dilewati.

Hujan memperparah kondisi genangan yang tak surut karena hujan Sabtu (18/1/2014) malam sampai hari ini, Minggu (19/1/2014), masih belum berhenti.

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ meninjau genangan di Jalan Letjend S. Parman, tepatnya depan Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (19/1/2014) siang. Jokowi mengaku pasrah atas kondisi genangan yang ada di sana.

Genangan setinggai 20 hingga 30 centimeter tersebut akibat meluapnya Kali Grogol yang berada persis di samping jalan. Debit air dari hulu yang tinggi tak tertampung sehingga meluap ke jalan. Akibatnya, kendaraan bermotor tidak dapat melintas di jalan itu.

Untuk menyedot air dari jalan ke kali, Pemerintah Provinsi DKI mengandalkan satu buah pompa. Jokowi pun menganggap satu unit pompa tersebut sudah maksimal. Pasalnya mau ditambahkan lebih dari satu pompa pun tak ada gunanya jika kali itu meluap. "Pompanya sudah berfungsi, sudah besar, sudah maksimal. Tapi ya air dari atas memang banyak sekali, jadi (proses penyedotan) memang butuh waktu," ujarnya di sela-sela blusukan tersebut.

Mantan Wali Kota Surakarta ini, Jokowi memprediksi, jika daerah hulu serta Jakarta tidak hujan dan muka air laut tak naik, genangan tersebut akan surut dalam waktu kurang dari 12 jam saja. Namun, Jokowi mengaku hanya hanya bisa pasrah apabila cuaca ekstrem kembali melanda DKI Jakarta.

Mantan Wali Kota Solo Jokowi pun meminta warga sekaligus pengguna jalan bersabar sembari pompa tersebut menyedot air dari jalanan ke dalam kali.

Berdasarkan pantauan, Jokowi yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak warna hitam-putih tersebut disambut meriah oleh pengguna jalan atau pun warga yang menonton genangan air itu. Sembari salaman dan memberi kesempatan warga untuk berfoto bersamanya, Jokowi memantau pompa air di tepi jalan selama sekitar 10 menit.

Setelah lima tahun, tanggul Kali Sekretaris kembali jebol. Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat H. Pamudji mengatakan jebolnya tanggul kali Sekretaris itu belum membahayakan warga.

Saat ini, petugasnya sedang bergotong royong untuk membangun penahan yang terbuat dari karung pasir. "Hari ini diusahakan selesai perbaikan sementaranya," kata H. Pamudji kepada wartawan, di lokasi, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (19/1/2014).

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat H. Pamudji menjelaskan, tanggul ini pernah jebol di tahun 2007 lalu. Perbaikan secara permanen akan langsung dilaksanakannya bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Yang terpenting adalah membuat tanggul sementara, dengan membangun tembok yang terbuat dari karung pasir.

Tembok tanggul jebol sekitar 30 cm. Debit air di Kali Sekretaris meluap akibat curah hujan yang tinggi di kawasan tersebut dan mengalir dari pintu air Manggarai yang telah dibuka. Luapan air Kali Sekretaris ini mengalir ke Kali Gendong dan Waduk Tomang Barat, Jatipulo.

Meskipun Kali Sekretaris jebol, H. Pamudji memastikan, warga sekitar Tanjung Duren aman dari banjir. Sebab, luapan kali Sekretaris juga mengalir ke Waduk Tomang Barat. "Makanya kita upayakan juga jangan sampai warga Tomang Barat yang terancam banjir, karena mendapat kiriman air dari sini," terang H. Pamudji.

Camat Grogol Petamburan Denny Ramdany mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari bantuan berupa alat potong besi, lampu, dan listrik dari Suku Dinas Energi dan Perindustrian Penanganan Jalan Umum (PJU) Jakarta Barat, maka ia menjamin, banjir tak lagi menghadang masyarakat Tanjung Duren, Jakarta Barat. "Di sini aman tenang saja, tapi ya namanya manusia, kita juga harus tetap berdoa semoga hujan yang turun tidak deras dan perbaikan selesai," jelas Denny Ramdany.

Berdasarkan pantauan garis polisi telah terpasang di depan tanggul yang jebol oleh pihak Polsek Tanjung Duren.

Masyarakat sekitar tampak berduyun-duyun datang ke lokasi dan mengabadikan momen jebolnya tanggul kali Sekretaris dengan menggunakan kamera handphone mereka. Ramainya warga yang melihat peristiwa itu, membuat arus lalu lintas kawasan Tanjung Duren terhambat.

Sebuah crane dari SDPU Tata Air Jakarta Barat pun tampak membantu pengerjaan pemotongan besi yang terdapat di tengah tanggul.

Sementara itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menilai setiap Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab dalam persoalan yang terjadi di kawasannya. Ketika Pemerintah Pusat turun tangan, Pemerintah Daerah tetap memiliki tanggung jawab

Terkait yang terjadi di Jakarta, mantan Wakil Presiden RI ini, Jusuf Kalla membeberkan persoalan Jakarta yang sampai saat ini masih bergulat dengan permasalahan banjir sedikit banyak akibat pemerintahan ibukota periode sebelumnya tidak melakukan porsi tugasnya secara baik dalam beberapa program termasuk 1.000 tower yang dicetuskan pemerintah pusat. Atas hal itu, Jusuf Kalla menyiratkan Pemerintahan Fauzi Bowo atau Foke tak responsif. "Waktu zaman Foke itu justru tidak mau (kerja sama), kalau dulu Foke cepat membebaskan tanah, cepat membangun tidak ada masalah seperti ini. Hanya waktu itu pemerintah daerah tidak responsif sama sekali," ungkapnya di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Minggu (19/1/2014).

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla melanjutkan untuk dapat berjalan secara baik, sebuah program harus mendapat sokongan dari semua pihak, apakah itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

Terkait proyek 1000 tower, Ketua Umum PMI ini meyakini jika pemerintah telah menyediakan rumah susun bagi warga, mereka yang tinggal di bantaran sungai akan dengan sendirinya pindah sehingga penataan sungai dapat dilakukan.

"Kalau misalnya 10 hektare dengan rumah susun bisa hanya 1 hektare, 9 hektarenya bisa buat daerah resapan. Makanya saya katakan 1.000 tower perlu untuk menyelesaikan masalah Jakarta,” urai mantan Wakil Presiden RI tersebut.

Dari laporan TMC Polisi melalui akun Twitter-nya, sejumlah ruas jalan tergenang air dari sedengkul sampai 1 meter lebih. Hal ini mengakibatkan beberapa mobil urung menerobos jalan-jalan tersebut. Di beberapa jalan, para pengguna jalan memilih balik kanan, sehingga melawan arus lalu lintas. Inilah beberapa ruas jalan yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

  1. Jalan di depan MOI Kelapa Gading, sementara tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

  2. Jalan dari Cengkareng arah Grogol.

  3. Jalan Kapuk Kamal (Rawa Melati), Jakarta Barat.

  4. Jalan di depan Citraland Grogol, Jakarta Barat.

  5. Jalan di depan WTC Mangga Dua.

  6. Jalan Daan Mogot, mulai dari putaran balik Pabrik Gelas hingga halte Jembatan Gantung.

  7. Jalan Wijaya III di depan Puskesmas Grogol Petamburan tinggi 1 meter.

  8. Jalan Satria 4, Latumenten, Jakarta Barat.

  9. Jalan Cililitan Kecil, Jakarta Timur.

10. Jalan Puri Kembangan dekat Panti Sosial Kedoya. (kom/tri/tem/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.999.340 Since: 05.03.13 | 0.2617 sec