Nasional

BPBD DKI: Curah Hujan Tahun Ini Lebih Deras

Sunday, 19 Januari 2014 | View : 1481

JAKARTA-SBN.

Kepala Bidang Informatika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan, curah hujan di Jakarta dan sekitarnya sepanjang Januari 2014 lebih lebat dibandingkan Januari tahun lalu.

Minggu (19/1/2014) di Balaikota DKI, Edy Junaedi mengatakan bahwa dari beberapa tempat pemantauan curah hujan, curah hujan tahun ini terlihat lebih lebat.

Edy Junaedi mengatakan, dari pemantau curah hujan Lebak Bulus sepanjang Januari 2013, curah hujan mencapai 385 milimeter per hari (mm/hari). Namun, pada tahun ini hingga Minggu (19/1/2014), curah hujan mencapai 409 mm/hari.

Sementara itu, pemantau hujan di Halim Perdanakusuma menunjukkan bahwa curah hujan tahun ini mencapai 633 mm/hari. Bulan yang sama tahun lalu, intensitas hujan wilayah tersebut 381 mm/hari.

Di Depok, curah hujan tahun ini tercatat 546 mm/hari atau lebih tinggi dibanding Januari tahun lalu, yakni 392 mm/hari. Adapun di Cengkareng, curah hujan pada Januari tahun lalu mencapai 480 mm/hari dan kini mencapai 551 mm/hari.

"Kami bukan mau membela diri. Ini data bahwa curah hujan lebih deras, bahkan sudah dua kali lipat," jelas Edy Junaedi.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Achmad Zukri menyatakan, curah hujan di Jakarta tahu ini lebih kecil dibanding tahun lalu

Senada dengan pernyataan Kepala Bidang Informatika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Edy Junaedi, Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Achmad Zukri menyatakan, banjir di Jakarta pada 2014 ini bukan karena faktor alam, terutama intensitas curah hujan. "Sebab, curah hujan di kawasan Ibu Kota pada tahun 2014 lebih rendah daripada curah hujan pada tahun 2013 ketika terjadi banjir lebih besar," terang Achmad Zukri di Jakarta, Minggu (19/1/2014).

Menurut Achmad Zukri, pada tahun 2013, distribusi hujan lebih banyak di Jakarta, sementara hujan di daerah penyangga lebih kecil. Pada tahun 2014, distribusi hujan tidak merata di seluruh Jakarta, tetapi hanya Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakart Selatan.

"Selain itu, hujan yang turun awal tahun ini tidak selebat 2013. Hujan sudah dicicil sejak malam tahun baru. Sementara itu, tahun lalu, hujan terjadi sekaligus selama beberapa hari berturut-turut, dengan intensitas lebat," ungkap dia.

Achmad Zukri membandingkan pantauan curah hujan oleh BMKG dari 18 titik tahun lalu dengan tahun ini pada hari saat banjir terparah.

Titik pantauan yang menunjukkan penurunan adalah Tanjung Priok, Kemayoran, Pakubuwono, Halim Perdanakusuma, Cengkareng, Kedoya, Pasar Minggu, dan Lebak Bulus.

Di luar Ibu Kota, titik pantauan Gunung Mas dan Citeko yang mencakup pantauan kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, sebagai penyumbang banjir menunjukkan bahwa curah hujan menurun. Curah hujan di Gunung Mas turun dari 76 dan 118,5 milimeter per hari pada tanggal 16-17 Januari 2013 menjadi 25 milimeter per hari pada tanggal 11-12 Januari 2014.

Adapun wilayah tetangga Jakarta yang curah hujannya meningkat adalah Depok, Dramaga, dan Citeko. Curah hujan di Depok naik dari 63,5 dan 64,5 milimeter per hari menjadi 65 dan 147 milimeter per hari pada tanggal 11-12 Januari 2014. Di Dramaga, curah hujan naik tajam dari 26-27 milimeter per hari menjadi 85 dan 102 milimeter per hari.

Banjir di Jakarta sudah memasuki hari ketiga. Hujan yang terus mengguyur Jakarta membuat banjir susah surut. Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, titik banjir tertinggi di Jakarta Utara terdapat di kawasan Kelapa Gading. "Untuk titik paling tinggi banjirnya itu di Kelapa Gading, terutama di Jalan Boulevard Barat. Kalau tempat lain (di Jakarta Utara) tersebar," papar Wagiman Silalahi saat dihubungi, Minggu (19/1/2014).

Menurut Wagiman Silalahi, pihaknya telah mengupayakan membuang air banjir ke laut. Namun, hujan tiap malam membuat usaha tersebut sia-sia.

Terlebih, salah satu penyebab banjir di wilayah Kelapa Gading tak kunjung surut juga karena penolakan oleh warga di perumahan TNI AL Kelapa Gading untuk mengalirkan air genangan dan banjir tersebut ke Waduk Kodamar yang berada di belakang perumahan TNI AL Kelapa Gading.

Adapun untuk wilayah Jakarta Utara terdapat 32 pompa yang difungsikan. Semua pompa tersebut dinyalakan secara bergantian. “Misalnya 3 nyala, 1 istirahat. Kalau nyala semua, takut nggak kuat," jelasnya.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi menambahkan untuk ketinggian air di wilayah Kelapa Gading setinggi 80 centimeter, Jalan Yos Sudarso setinggi 60 centimeter, Kapuk Muara 60 centimeter, Koja 40 centimeter, Pademangan 40 centimeter, Muara Baru 60 centimeter, dan Gunung Sahari 40 centimeter.

Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan masih berpeluang turun dengan intensitas sedang hingga lebat sampai Senin (20/1/2014) terutama pada malam hari. Selasa-Rabu (21/1/2014-22/1/2014), hujan akan berkurang, tetapi hari kemudian akan meningkat lagi. Puncak hujan diperkirakan berlangsung hingga awal Februari 2014 nanti. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. (kom)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.013.571 Since: 05.03.13 | 0.1833 sec