Nasional

Air Laut Pasang, Wilayah Jakarta Utara Bakal Lama Tergenang

JAKARTA-SBN.

Sejumlah wilayah di Jakarta hari ini Sabtu (18/1/2014) kembali dilanda banjir. Hujan deras yang terjadi sejak semalam di wilayah hulu dan hilir membuat puluhan wilayah di Jakarta, Bekasi dan Tangerang terendam. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Jumat (17/1/2014) kemarin hingga Sabtu (18/1/2014) pagi tadi mengakibatkan sejumlah kawasan di ibu kota terendam banjir. Tak hanya permukiman warga, jalan-jalan yang sedianya dilalui kendaraan bermotor pun kini menjadi lautan air.

Salah satunya terjadi di depan Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jalan yang biasanya selalu dipadati kendaraan itu kini tak bisa dilintasi. Hanya air berwarna cokelat yang tampak terlihat menutupi salah satu jalan utama di wilayah Kelapa Gading itu.

Banjir hari ini pun dinilai bakal lama surutnya. Hal ini disebabkan kondisi laut di wilayah Jakarta Utara saat ini sedang pasang, sehingga air tidak bisa mengalir ke laut. "Saat ini air pasar ikan cukup tinggi karena pasang, sehingga air banjir tidak bisa segera mengalir ke laut," jelas Kepala BPBD DKI Bambang Musyawardana kepada wartawan, Sabtu (18/1/2014).

Akibatnya sejumlah wilayah di Jakarta Utara akan lebih lama terendam banjir. “Wilayah seperti Pademangan, Kapuk, Penjaringan, Kapuk Muara, Tegal Alur dan lainnya akan lama tergenang karena air tidak bisa mengalir dengan cepat ke laut," terang Bambang Musyawardana.

BPBD DKI Pun sudah melakukan koordinasi terkait evakuasi para korban banjir. Sejumlah logistik pun sudah didekat dengan lokasi banjir. "Kami berupaya untuk memantau evakuasi, distribusi logistik agar lebih mendekat ke lokasi. Kita juga sudah koordinasi dengan TNI dan Polri," imbuhnya.

Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prabowo mengatakan pasang air laut atau rob turut memperparah banjir yang melanda Jakarta. “Kebetulan tanggal 13-16 Januari ini pada posisi bulan mati yang berpotensi pasang air laut naik sedang sampai tinggi,” jelas Prabowo di Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Hujan yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek tidak terserap, kemudian mengalir ke permukaan, maka pemukiman penduduk terendam, ditambah pasang air laut maka ketinggian air permukaan tambah parah.

BMKG memprediksikan pada 13-16 Januari 2014 maksimal pasang naik 1,1 meter sejak pukul 09.00-12.00 WIB lalu surut pada sore hari. “Pada tanggal 15 masih naik lagi sekitar pukul 08.00-09.00 WIB, pasang cukup tinggi sampai satu meter,” papar Prabowo.

Selain itu, Jakarta juga memiliki faktor utama terjadinya potensi banjir yaitu curah hujan yang tinggi dan kondisi permukaan.

Prabowo menjelaskan curah hujan dengan intensitas 50 mm-100 mm per hari atau tinggi terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

Di samping itu saat ini juga memasuki periode puncak musim hujan untuk Jabodetabek.

Sementara untuk kondisi permukaan, kecenderungan area resapan di Jakarta berkurang sehingga sisa air yang tidak terserap akan mengalir ke permukaan. “Ada kecenderungan daerah aliran air di permukaan berkurang bisa karena beberapa hal karena penumpukan sampah, atau wilayah alirannya menyempit karena berubah menjadi permukiman,” tambah Prabowo.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ mengatakan penyelesaian masalah banjir di Ibu Kota tidaklah sulit, asalkan mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat.

Bantuan Pemerintah Pusat dibutuhkan karena ada beberapa wilayah yang tidak termasuk wewenang Pemprov DKI Jakarta.

Bantuan diharapkan tidak cuma berupa dana, melainkan dengan membuat sodetan-sodetan sungai. Seperti sodetan dari Sungai Ciliwung ke Cisadane, sehingga air sungai dapat dengan cepat dialirkan ke kanal-kanal atau waduk, lalu dibuang ke laut. “Kalau dibilang sulit sih nggak sebetulnya. Yang penting pusat mau membantu buat sodetan. Ini proyek tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan dibangunnya sodetan ini, maka volume air yang ditampung Sungai Ciliwung dapat menurun dan memaksimalkan semua sungai yang ada,” elaborasi mantan Bupati Belitung Timur dan mantan anggota DPR RI tersebut.

Selain kurangnya sodetan, penyebab banjir Jakarta juga diakibatkan buruknya saluran air. Berdasarkan peninjauan Pemprov DKI, seluruh saluran air Ibu Kota dipenuhi sampah dan berada di bawah pemukiman warga.

Ditambah lagi dengan persoalan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) DKI Jakarta 2014 kembali molor. Padahal, sebelumnya politisi di DPRD DKI menjanjikan APBD akan diketok pada Rabu (15/1/2014).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengaku DPRD DKI menunda pengesahan APBD DKI. Namun ia enggan menjelaskan alasan keterlambatan pengesahannya. "Saya enggak update. Tanyakan saja sama ketua Badan Anggaran (Ketua DPRD)," cetus Politisi PKS tersebut, di Gedung DPRD DKI, Rabu (15/1/2014).

Sedangkan, anggota Komisi C (bidang keuangan) DPRD DKI Jakarta Ahmad Husin Alaydrus mengatakan, pembahasan APBD di Banggar masih terus berlangsung. “Kan ditambah Rp 2,5 triliun, jadi kita bahas lagi penggunaannya satu per satu, tidak bisa cepat-cepat, penambahan itu kan juga permintaan Eksekutif, bukan kita, jadi jangan salahkan kita kalau lambat,” bilang politisi Demokrat ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah pasrah dengan lambannya pengesahan APBD oleh DPRD DKI. “Ya sudah, kita tunggu besok, lusa, atau minggu depan, memangnya kita bisa maksa dewan yang terhormat itu buat ketok palu? Nggak bisa kan, Apalagi kalau bukan partai kita (PDIP dan Gerindra) bagaimana kita bisa memaksa?” tuturnya.

Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan tidak masalah Pemprov DKI berutang hingga miliaran rupiah, karena nantinya pasti dibayar, termasuk untuk Teknologi Modifikasi Cuaca.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan selama ini pihaknya telah melakukan tindakan untuk mengurangi banjir di Jakarta seperti normalisasi Waduk Pluit yang sukses membuat kawasan Gunung Sahari dan Pasar Ikan terhindar dari banjir. (ant/mer/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.009.480 Since: 05.03.13 | 0.232 sec