Nasional

Kementerian PU: Banjir Jabotabek Lebih Kecil

Wednesday, 15 Januari 2014 | View : 694

JAKARTA-SBN.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai banjir di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) tahun 2014 ini lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Banjir tahun ini, khususnya beberapa hari lalu, intensitasnya lebih kecil dibanding banjir sebelumnya,” tutur Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto dalam jumpa pers tentang penanganan banjir Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Namun, Djoko Kirmanto belum memiliki data berapa juta meter kubik air yang meluap dan menyebabkan genangan di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya. “Jumlah titik genang memang berkurang dibanding banjir awal tahun lalu,” sambung Djoko Kirmanto.

Djoko Kirmanto menegaskan selama ini sebenarnya Kementerian PU tengah melakukan upaya penanganan struktural secara masif untuk mengurangi dampak banjir di Jabotabek. “Jadi, tugas kami pembangunan struktural seperti normalisasi Kali Ciliwung, Kali Angke, Pesanggrahan, Sunter, dan sudetan Kali Ciliwung,” terang Djoko Kirmanto.

Djoko Kirmanto menegaskan secara keseluruhan program itu akan tuntas hingga akhir 2016-2017 dengan anggaran sekitar Rp 10 triliun.

Oleh karena itu, Djoko Kirmanto berharap peran non struktural seperti kebiasaan membuang sampah di kali dan tidak menjadikan bantaran kali sebagai tempat tinggal dan bangunan lain, hendaknya dihentikan. “Kegiatan struktural apa pun, tanpa didukung kegiatan non struktural, percuma,” tandasnya.

Djoko Kirmanto juga menyebut tren kejadian banjir di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan terus meningkat. “Ini tak bisa dihindari karena tiga hal,” jelasnya.

Pertama, bilangnya, secara global tren cuaca ekstrim akan selalu terjadi karena efek gas rumah kaca yang tak terkendali.

Kedua, air hujan yang turun ke bumi, jumlahnya kurang lebih sama, hanya saja, daerah resapannya cenderung berkurang akibat pembangunan gedung dan konversi lahan lainnya.

Ketiga, tambah Djoko Kirmanto, sungai-sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan karena daerah hulu yang tak tertangangi dengan baik.

Pengelolaan beberapa waduk di Jakarta telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Waduk Pluit, Waduk Ria Rio, itu tanggung jawab mereka (Pemprov DKI)," cetus Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Wakil Menteri PU, Achmad Hermanto mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini mengurus 185 situ di Jabodetabek. Dia mengatakan pada tahun 2014 akan ada satu situ lagi yang akan dikeruk kementeriannya.

Namun, Achmad Hermanto belum bisa memperhitungkan daya tampung air dari waduk dan situ tersebut, baik yang airnya bersumber dari hulu maupun air hujan.

Dia hanya memastikan bahwa kondisi banjir pada tahun 2007 masih lebih parah dibandingkan 2013 maupun tahun 2014. "Banjir pada 2007, genangan saat itu kan ekstrem ada sekitar 240 juta meter kubik. (Pada) 2013, belum bisa kami hitung, tapi lebih kecil, (walaupun) menghantam daerah vital," papar Achmad Hermanto.

Data PU menyebutkan banjir pada tahun 2007, total air yang meluap dan menyebabkan banjir di Jakarta mencapai 240 juta meter kubik dengan kerugian langsung mencapai Rp 5,2 triliun, sedangkan tidak langsung Rp 3,6 triliun. Sementara itu, banjir tahun 2013, PU mengaku belum ada datanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo mengatakan persoalan banjir Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Mantan Walikota Solo itu mengatakan banjir Jakarta terkait dengan 13 sungai besar yang mengalir melintasi provinsi ini.

Kewenangan pengelolaan sungai ada pada Kementerian Pekerjaan Umum sementara pemerintah provinsi daerah Jakarta hanya mengelola sungai kecil, saluran penghubung, dan saluran mikro.

Namun, mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi mengatakan dia akan melakukan normalisasi sungai tanpa terbelenggu pembatasan kewenangan itu. "Ada tanggul jebol (Tanggul Latuharhary), kami masuk juga kok. Kayak Waduk Pluit, harusnya itu wewenang siapa? (Pemerintah Pusat). Tapi, siapa yang mengeruk? Kami-kami juga," urai Jokowi.

"Saya enggak mau kalau kerja itu terkotak-kotak. Yang penting semua kerja cepat, fokus, dan tepat sasaran karena warga itu ndak mau tahu. Banjir di mana, yang dimaki ya saya," pungkas mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi. (ant/id)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.496.272 Since: 05.03.13 | 0.2711 sec