Nasional

Jokowi-Ahok Dinilai Lebih Inisiatif Bekerja Penanggulangan Banjir Ibukota

Wednesday, 15 Januari 2014 | View : 731

JAKARTA-SBN.

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menuturkan, pengerukan kali harus terus dilakukan agar kedalaman ideal bisa tercapai. Jika berhenti, malah berpotensi menimbulkan endapan lumpur dan penumpukan sampah lagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan menyebutkan tahun 2014 ini memang fokus kepada pengerukan kali. "Total ada 132 kali dan saluran penghubung yang akan dinormalisasi," bilang Manggas Rudy Siahaan.

Beberapa saluran penghubung yang akan dikeruk ada di Pademangan, Rorotan, Semper Barat, Rawa Badak, dan Penjaringan di Jakarta Utara. Kemudian ada di Tomang, Latumenten, Cengkareng, Duri Kosambi di Jakarta Barat.

Di kawasan Jakarta Timur, ada di Penggilingan, Cakung, I Gusti Ngurah Rai sisi Utara, Kramat Jati, dan Duren Sawit. Kemudian, di Jakarta Selatan seperti di Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, Jagakarsa, dan Pancoran.

Manggas Rudy Siahaan menambahkan waduk dan situ juga akan terus dikeruk. Bahkan Pemerintah DKI Jakarta sudah merencanakan untuk membebaskan beberapa lahan untuk situ dan embung. Seperti di Ciracas, Pekayon, dan Pasar Rebo.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bidang Pembangunan Mohammad Sanusi mengakui program pengerukan kali dan waduk sangat efektif mengatasi banjir. "Memang jangka panjang tapi ini langkah yang pas," tandasnya.

Mohammad Sanusi melihat komposisi anggaran untuk penanganan banjir tahun ini pun sudah pas. Lebih banyak pengerukan dibandingkan belanja alat berat. Tinggal, Mohammad Sanusi menegaskan, bagaimana Jokowi bisa menggandeng warga agar mau tertib.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga menyebutkan inisiatif pengerjaan proyek penanggulangan banjir selama setahun terakhir lebih banyak dimulai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah pusat, sambung dia, belakangan memulai pengerjaan setelah sebuah proyek dimulai pemerintah provinsi. "Pemerintah pusat cenderung mengikuti dan melanjutkan apa yang sudah dimulai pemerintah provinsi," papar Nirwono Yoga saat dihubungi, Rabu (15/1/2014).

Nirwono Yoga menjelaskan pengerjaan proyek di badan air pada kali, sungai, dan waduk berupa pengerukan dan pembuatan tanggul merupakan kewajiban Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan pengerjaan dan pembersihan pada daerah kiri kanannya merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi DKI.

Pembagian tersebut, imbuh Nirwono Yoga, menyebabkan wewenang keduanya tak bisa dibagi dalam persentase. Setahun belakangan, ia berujar, pembagian kewajiban ini masih saling tumpang tindih. Pembagiannya masih belum dilaksanakan dengan semestinya.

Nirwono Yoga mencontohkan, normalisasi beberapa beberapa sungai besar yang seharusnya dikerjakan Kementerian pada 2013 lalu terhambat. Penyebabnya, pemerintah provinsi belum berhasil memindahkan warga di sekitar sungai lantaran pembangunan rusunawa yang belum rampung.

Nirwono Yoga menyarankan Kementerian menyerahkan proyek penanggulangan banjir sepenuhnya kepada pemerintah provinsi. Kementerian tinggal membantu dari sisi pendanaannya saja. "Cara itu dapat mencegah aksi saling lempar tanggung jawab antara pusat dan daerah," terang Nirwono Yoga.

Pengamat Kebijakan Publik, Andrinov Chaniago pun berpendapat sama bahwa sudah banyak kemajuan yang dicapai Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi dalam membenahi masalah banjir Ibukota.

"Dilihat dari indikasi jumlah titik genangan dan lama genangan ketika usai hujan besar jelas terlihat signifikan untuk penanganan banjir dimasa Joko Widodo," urai Andrinov Chaniago ketika dikonfirmasi, Rabu (15/1/2014).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI), Danang Susanto mengatakan, titik banjir di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menurun. "Titik banjir menurun, saat ini ada 35 titik banjir di Jakarta," jelas Danang Susanto.

Menurut Danang Susanto, menurunnya titik banjir di Jakarta lantaran proses normalisasi sungai dan waduk sudah berjalan meski belum maksimal.

Andrinov Chaniago menuturkan jika ada yang membanding-bandingkan Gubernur Jokowi dengan Gubernur-gubernur sebelumnya dalam hal prestasi itu tidak masalah. "Asalkan tidak dimaksudkan untuk menjelekkan pribadi tapi pengukuran objektif maka sah saja," papar Andrinov Chaniago. (tri/kom/tem)

See Also

Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.823 Since: 05.03.13 | 0.1753 sec