Nasional

Wali Kota Depok Bantah Aduan Masyarakat Terkait Tanggul Kali Laya

Wednesday, 15 Januari 2014 | View : 1235

JAKARTA-SBN.

Hujan yang mengguyur Kota Depok membuat debit air yang mengalir ke Kali Laya Depok tinggi. Akibatnya, sungai selebar 3 meter tersebut itu jebol sepanjang 8 meter di RT01/RW02, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Air dari sungai yang jebolnya langsung merendam ratusan rumah di Perumahan di Kelurahan Tugu yang berada di bawahnya.

Hujan deras yang turun mengguyur wilayah Kota Depok, Jawa Barat sepanjang malam sejak Minggu (12/1/2014) pagi, membuat tanggul Kali Laya, Depok tidak kuasa menahan derasnya air, sehingga siangnya, Minggu (12/1/2014) tanggul tersebut jebol akibat tak mampu menampung debit air yang meningkat drastis akibat hujan yang terus-menerus. Akibat jebolnya tanggul, ratusan rumah di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, terendam air. Ratusan rumah terendam air, khususnya di perumahan Bukit Cengkeh dan Cimanggis Country.

"Ini karena debit airnya besar dan turapnya enggak kuat karena sudah lama," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Air dan Satuan Tugas Banjir Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, Zaki Mubarak kepada wartawan, Minggu (12/1/2014).

Menurut Zaki Mubarak, Kali Laya mulai jebol sekitar pukul 11.30 WIB, karena hujan lebat mengguyur Kota Depok pagi tadi. Air limpahan dari Kali Laya langsung terjun ke perumahan Cimanggis Country, di RW16, Tugu, Depok.

"Ada ratusan rumah yang terendam di perumahan ini, tapi ada juga yang belum ditempatin," ungkap Kepala Seksi Pemeliharaan Air dan Satuan Tugas Banjir Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, Zaki Mubarak, Minggu (12/1/2014).

Warga yang rumahnya terendam sudah diungsikan ke titik-titik yang sudah disiapkan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang sampai dengan ringan masih mengguyur kawasan Depok dan sekitarnya.

Limpahan Kali Laya juga menerjang ratusan rumah di perumahan Bukit Cengkeh I. Sementara banjir di Perumahan Bukit Cengkeh II dikarenakan Kali Jantung tidak mampu menampung air. "Kalau Bukit Cengkeh II karena jembatannya terlalu rendah sehingga air meluap," tambah dia. Selain itu, banjir juga melanda Perumahan Taman Duta.

Berdasarkan pantauan, ratusan rumah di sejumlah perumahan tersebut dimasuki air hingga selutut orang dewasa. Sementara di Jalan-jalan perumahan digenangi air setinggi lebih dari satu meter.

Kepala Seksi Pemeliharaan Air dan Satuan Tugas Banjir Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, Zaki Mubarak mengatakan mereka telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam. "Dievakuasi ke tempat khusus oleh Tagana," sambung dia. Evakuasi dilakukan karena air yang melimpah dari Kali Laya belum bisa dihentikan hari ini. “Besok pagi baru dikerjakan karena debit airnya masih tinggi," imbuh Zaki Mubarak.

Wali Kota Depok Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc. menjelaskan, bagian tanggul Kali Laya yang jebol Minggu (12/1/2014) siang adalah bagian tanggul yang dibangun sejak 2004 lalu dan sama sekali tidak bisa diprediksi. "Kemudian tanggul yang (jebol) informasinya (dibangun) dari 2004 lalu, jadi usianya sudah 9 tahun, jadi nasibnya begini, diluar prediksi kita," cetus Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meninjau perbaikan tanggul Kali Laya, Cimanggis, Depok, Senin (13/1/2014).

Namun, Nur Mahmudi Ismail sempat mengklarifikasi pertanyaan wartawan terkait adanya aduan masyarakat akan keretakan-keretakan pada tanggul yang tidak mendapat respon. Wali Kota Depok itu menegaskan, pengaduan tersebut sudah mendapat respon, tetapi tidak bisa langsung dilakukan tindakan tanpa ada anggaran yang jelas. "Infonya ada pemberitahuan diidentifikasi ada kondisi retak atau membahayakan, nah pemberitahuan itu tentu tidak bisa dilaksakanan serta-merta tanpa ada penganggaran yang jelas, saat itu sudah dilakukan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) jadi kita tidak bisa langsung merespon dengan pendekatan kedaruratan, karena namanya darurat itu harus ada bukti tentang kedaruratan," tuturnya.

Lebih lanjut, Nur Mahmudi  Ismail menyebut ada sekitar 100 rumah yang terendam akibat jebolnya tanggul Kali Laya. "Ada beberapa RW dan beberapa RT dan juga minimal ada 3 kawasan yang mengalami perendaman," tandasnya.

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Larangan Membuang Sampah Sembarangan.

Perda tersebut muncul setelah banyaknya lahan tidur di Kota Depok yang dimanfaatkan warga untuk membuang sampah. Warga juga dilarang membuang sampah di selokan, kali, atau sungai yang bisa mengakibatkan banjir.

“Dalam Perda ini, warga yang membuang sampah sembarangan bisa terancam denda hingga Rp 50 juta,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat Senin (13/1/2014) meninjau lokasi jebolnya tanggul Kali Laya di Cimanggis, Depok.

Namun, menurut Nur Mahmudi Ismail, Perda tersebut saat ini masih dalam tahap sosialisasi. “Tapi perlahan kita akan menerapkan sanksi tersebut. Kalau sekarang masih dalam tahap sosialisasi dan baru diberikan sanksi penyadaran saja,” terang dia.

Bila ada warga Depok yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, lanjut Nur Mahmudi Ismail, warga tersebut akan diminta untuk menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Bila masih mengulangi perbuatannya itu, sanksi akan diberlakukan dan mereka tidak boleh complain karena sebelumnya sudah menandatangani surat perjanjian,” tegas Nur Mahmudi Ismail.

Pemkot Depok, menurutnya, juga akan terus mengintensifkan gerakan memilah sampah, membuat bank sampah serta mengolah sampah menjadi kompos.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meninjau proses perbaikan Tanggul Kali Laya yang jebol. Berdasarkan pantauan, Nur Mahmudi Ismail melakukan tinjauan dengan ditemani Dandim 0508 Depok, Letkol. Inf. Mohammad Zamroni.

Pengerjaan perbaikan melibatkan TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0508, Depok, Jawa Barat. "Kita juga akan dibantu oleh pasukan Kodim 0580 Depok," katanya.

Dandim 0508 Depok Letnan Kolonel (Letkol) Infantri Mohammad Zamroni mengatakan, Senin (13/1/2014) mereka akan menurunkan dua regu dari pasukan untuk membantu perbaikan Kali Laya. "Kita akan membantu memperbaikinya besok," katanya.

Satuan Tugas Banjir akan melakukan proses perbaikan tanggul Kali Laya yang jebol tersebut dimulai Senin (13/1/2014). Sebanyak 80 petugas akan diturunkan dalam operasi Senin (13/1/2014).

Hari Senin (13/1/2014) upaya perbaikan tanggul yang jebol tersebut dilakukan dan diperbaiki setelah sebelumnya aparat fokus melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar Kali Laya. "Semalam kami melakukan evakuasi sampai dengan pukul 00.00 WIB," papar Dandim 0508 Depok, Letkol. Inf. Mohammad Zamroni, Senin (13/1/2014).

Dandim 0508 Depok, Letkol. Inf. Mohammad Zamroni dan sejumlah anggota Kodim lainnya langsung turun ke lokasi jebol di Kali Laya. Sementara itu, sekitar 3 kompi personil dikerahkan dalam upaya perbaikan tanggul yang jebol akibat hujan deras yang turun terus-menerus sejak beberapa hari belakangan.

Menurut Dandim 0508 Depok, Letkol. Inf. Mohammad Zamroni, Senin (13/1/2014) mereka akan memerlukan alat berat Beko, keranjang, pipa ukuran besar, batu, besi, bambu untuk perbaikan itu. Soalnya, kerusakan akibat jebolnya kali itu lumayan parah. "Itu yang harus disediakan, nanti kita kerjakan bareng-bareng," ucap Letkol. Inf. Mohammad Zamroni.

Diharapkan dalam waktu seminggu proses penambalan tanggul yang jebol sudah bisa diselesaikan. Namun perbaikan secara menyeluruh mungkin akan memakan waktu lebih lama.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya dampak bencana banjir di wilayah Jakarta Timur lantaran jebolnya tanggul Kali Laya, Depok beberapa hari lalu. "Wilayah timur (Jakarta) benar (bencana banjir meningkat) karena jebolnya tanggul kali Laya Depok," elaborasi Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa ‘Ahok’ di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Namun, mantan anggota DPR RI dan mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, kewenangan menutup kembali dan memperbaiki kembali tanggul tersebut masuk wilayah Pemerintah Kota Depok. "Kan itu Depok yang tutup. Mereka yang punya kepentingan. Bekasi, mereka lebih punya kepentingan. Tapi timur lebih parah, Bekasi juga, semua kena," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini. (tem/tri)

See Also

Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.857 Since: 05.03.13 | 0.1438 sec