Internasional

Demonstran Thailand Lakukan Mobilisasi

Sunday, 12 Januari 2014 | View : 536

BANGKOK-SBN.

Para demonstran anti pemerintah Thailand mulai melakukan mobilisasi di Bangkok pada Minggu (12/1/2014) sehari menjelang aksi ‘shutdown’ yang para demonstran rencanakan terhadap Ibu Kota di tengah upaya untuk menggulingkan pemerintah dan menghentikan pemilihan umum (pemilu) Februari yang akan datang.

Pergolakan politik negeri gajah putih tersebut telah diguncang selama berminggu-minggu oleh demonstran oposisi melawan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang merupakan adiknya Thaksin Shinawatra yang mantan Perdana Menteri Thailand. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah langsung menyerukan jajak pendapat pada 2 Februari 2014.

Para demonstran telah berjanji untuk mengganggu pemungutan suara, mengemas peralatan di lokasi utama demonstrasi di Bangkok dan mulai menyebar ke tujuh lokasi di seluruh kota menjelang upaya yang dilakukan pada Senin (13/1/2014) untuk memutus transportasi ke Ibu Kota Bangkok.

“Kami berharap segala sesuatunya akan berubah dalam cara-cara yang baik pada esok hari. Perubahan  yang kami ingin lihat bagi pemerintah ini adalah berhenti merusak atau pemerintah harus mengundurkan diri,” ujar Komol, seorang demonstran di lokasi.

Para demonstran anti pemerintah Thailand ingin menetapkan ‘dewan rakyat’ yang ditunjuk untuk menjalankan negara dan mengawasi reformasi pemilu yang tak jelas sebelum pemilu yang baru digelar sekitar setahun hingga 18 bulan.

Ini adalah bab baru dalam kisah ketidakstabilan politik dan kerusuhan yang sesekali melanda Thailand sejak Thaksin Shinawatra digulingkan dari kekuasaan oleh para Jenderal pendukung kerajaan pada tujuh tahun yang silam.

Para demonstran anti pemerintah Thailand mengatakan para demonstran akan memblokade persimpangan-persimpangan utama, menghentikan para pejabat untuk pergi bekerja dan memutus aliran listrik ke kantor-kantor pemerintah utama.

“Perdana Menteri Yingluck telah memerintahkan seluruh polisi dan personel militer untuk menahan diri sepenuhnya dan tidak menggunakan semua jenis senjata dalam menangani para demonstran,” tukas Wakil Perdana Menteri Niwattumrong Boonsongpaisan, salah satu dari beberapa orang yang memegang posisi, dalam konferensi pers Minggu (12/1/2014).

Wakil Perdana Menteri Niwattumrong Boonsongpaisan menambahkan bahwa pasukan keamanan hanya akan menggunakan ‘perisai dan tongkat’ tapi menuduh beberapa orang yang terkait dengan demonstran telah membawa senjata, termasuk pistol, bahan peledak seadanya, kembang api, dan ketapel.

Sedangkan, para pendukung Perdana Menteri Yingluck Shinawatra berdemonstrasi membela dia pada Minggu (12/1/2014), tapi menjauhi Bangkok, dimana orang-orang pergi berbisnis seperti biasanya.

Pemimpin demonstrasi Suthep Thaugsuban mengesampingkan adanya perundingan dengan pemerintah dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (12/1/2014), namun mengatakan dia akan mundur jika kekerasan meningkat dan terjadi perang sipil yang tak jelas, seperti yang ditakutkan sejumlah orang.

“Jika ini menjadi perang sipil, saya akan menyerah. Kehidupan rakyat sangat berharga bagi saya,” tuturnya seperti yang dilaporkan oleh surat kabar berbahasa Inggris, Sunday Nation. “Jika seseorang menghasut perang sipil, saya akan beritahu orang-orang untuk pulang ke rumah,” tegasnya lagi. (sundaynation/afp/rtr)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.613 Since: 05.03.13 | 0.1357 sec