Politik

Presiden SBY Minta TNI-Polri Tidak Anggap Remeh Pemilu

Thursday, 09 Januari 2014 | View : 603

JAKARTA-SBN.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa agar Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak menganggap remeh dan memposisikan Pemilu 2014 sebagai kegiatan pengamanan rutin. TNI-Polri tidak boleh memandang enteng pemilu.

Menurut Kepala Negara, meskipun Pemilu 2004 dan 2009 aman, namun hal berbeda bisa terjadi tahun ini. “Saya harus mengingatkan militer dan kepolisian harus mengetahui janganlah melihat sesuatu sebagai sesuatu yang rutin. Kegiatan satu ke yang lain, apalagi Pemilu itu bisa berbeda,” kata Presiden SBY di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/PTIK, Jalan Tirtayasa Raya No.6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014).

Menurut Kepala Negara, pengamanan Pemilu harus khusus dan TNI-Polri harus melakukan sinergi yang ketat. “Ada yang berpendapat karena Pemilu 2004 dan 2009 berjalan relatif aman pastilah Pemilu 2014 berjalan aman,” terang Presiden SBY.

Namun, pernyataan itu menurutnya selayaknya tidak diamini pula oleh TNI dan Polri. Begitu juga oleh masyarakat luas yang diminta Presiden SBY berperan dalam mencegah instabilitas politik di dalam negeri. “Tugas jajaran Polri mengemban tugas menanggulangi gangguan keamanan ketertiban masyarakat dalam mengemban tugas itu cegahlah adanya korban,” imbuhnya.

Pada tahun politik, Presiden SBY meminta pimpinan TNI dan Polri hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan agar tidak salah dimaknai oleh masyarakat. “Saya ingatkan hati-hati dalam mengeluarkan statement dan bertindak sebab bisa disalahpersepsikan oleh kalangan masyarakat luas,” tutur Presiden SBY.

Presiden SBY mengatakan cermat dan hati-hati dalam memberikan pernyataan juga sebagai upaya mendukung terwujudnya netralitas TNI-Polri yang merupakan buah reformasi TNI-Polri. (ant)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.664.872 Since: 05.03.13 | 0.1691 sec