Hukum

Anas Urbaningrum Tempati Sel Pernah Dihuni Mantan Bupati Buol

Friday, 10 Januari 2014 | View : 854

JAKARTA-SBN.

Setelah diperiksa selama sekitar lima jam, tersangka kasus Sport Center Hambalang, mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB HMI yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum akhirnya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas Urbaningrum tiba di KPK sekitar pukul 13.45 WIB dan keluar sekitar pukul 18.45 WIB.

Mantan komisioner KPU itu akhirnya ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, Anas Urbaningrum tampak santai menyikapi penahanan dirinya. Melihat ratusan awak media yang menunggunya di depan Gedung KPK, Anas Urbaningrum banyak mengumbar senyum. Tak tampak raut muka cemas di wajahnya.

Anas Urbaningrum ditahan di Rutan KPK sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang, Jumat (10/1/2014).

Menurut Johan Budi SP., Anas Urbaningrum ditahan hingga 20 hari ke depan. “Yang bersangkutan (Anas Urbaningrum) ditahan di Rumah Tahanan Jakarta Timur Kelas 1 Cabang KPK untuk 20 hari pertama," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo. "Perlu saya sampaikan KPK melakukan penahanan terhadap Anas hingga 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini," ucap Johan Budi SP.

Johan Budi SP. menyatakan penyidik memutuskan tidak jadi memeriksa Anas Urbaningrum karena tidak didampingi tim penasihat hukumnya. "Sepanjang empat jam tadi penyidik tidak melakukan pemeriksaan terhadap AU. Karena yang bersangkutan ditunggu beberapa jam tidak didampingi pengacaranya," bilang Johan Budi SP.

Setiap menggelar pemeriksaan terhadap tersangka korupsi, Johan Budi SP. menegaskan memang harus didampingi penasihat hukum. Menurut Johan Budi SP., penyidik sempat menawarkan tim penasihat hukum kepada Anas Urbaningrum, namun ditolak."Tapi kepada penyidik, yang bersangkutan mengaku sudah menunjuk pengacara tapi tidak hadir," tutur Johan Budi SP.

Johan Budi SP. menambahkan penyidik sudah berusaha menunggu tim penasihat hukum Anas Urbaningrum hingga pukul 17.00 WIB. "Tapi tim pengacara tidak juga hadir," ungkap Johan Budi SP.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum PB HMI yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum menempati sel di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi yang sebelumnya ditempati mantan Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu yang terjerat kasus dugaan suap Hak Guna Usaha (HGU).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di sel yang pernah dihuni mantan Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu. “Tersangka AU (Anas Urbaningrum) menempati (sel) bekasnya Amran Batalipu," lanjut Juru Bicara KPK Johan Budi SP. di Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2014) malam.

Menurut Johan Budi Sapto Prabowo, mantan Bupati Buol, Amran Batalipu dipindahkan ke rumah tahanan (rutan) lain sebelum Anas Urbaningrum masuk Rutan KPK.

Juru bicara KPK, Johan Budi SP., menyatakan Anas Urbaningrum diberi fasilitas yang sama dengan para tahanan lain. Johan Budi SP. memastikan Anas Urbaningrum tak mendapat fasilitas istimewa di sel itu.

Di dalam sel yang ditempati sendirian itu, sambung Johan Budi SP., Anas Urbaningrum hanya mendapatkan sebuah tempat tidur dan lemari kecil.

Anas Urbaningrum ditahan di sel yang pernah ditempati mantan Bupati Buol Amran Batalipu, yang berada di ruang bawah Gedung KPK dengan fasilitas tempat tidur dan lemari kecil, tanpa penyejuk udara namun dilengkapi kipas angin. "Anas menghuni kamar bekas Amran Batalipu. Fasilitas di sel Anas, saya kira sama ya. Tempat tidur, lemari kecil. AC tidak ada," kata dia di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2014). “Sel di ruang bawah tanah Rutan KPK itu juga tak dilengkapi pengatur udara (AC),” ujar Johan Budi SP.

Para tahanan KPK, imbuh Johan Budi SP., juga tak diperkenankan menonton televisi. Ia pun harus menggunakan kamar mandi bersama-sama dengan tahanan lain.

Soal penempatan Anas Urbaningrum di Rutan KPK, Johan Budi SP. mengatakan bahwa para penyidik pasti punya pertimbangan dan menilai tepat pilihan itu.

Soal kemungkinan Anas Urbaningrum berinteraksi dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, yang ditahan di tempat yang sama, Johan Budi SP. mengatakan bahwa penyidik pasti juga sudah mengantisipasi hal itu.

KPK juga mengkondisikan Anas Urbaningrum tidak berhubungan dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng yang juga sudah ditahan di rutan KPK terkait kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Hambalang. Andi Alfian Mallarangeng ditahan di lantai atas Gedung KPK.

Johan Budi SP. menjelaskan, Anas Urbaningrum ditempatkan di Rutan KPK yang berada di bagian bawah Gedung KPK. Sementara, mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng ditahan satu lantai di atas ruangan tahanan Anas Urbaningrum. “Rutan KPK di Gedung KPK ada dua, di bawah dan di atas. Saudara AU (Anas Urbaningrum) ditempatkan di bawah, ruangan atau selnya sendiri, yang agak pojok di bawah, sementara AAM (Andi Alfian Mallarangeng) ditahan di sel atas,” pungkasnya.

Anas Urbaningrum dan Andi Alfian Mallarangeng sama-sama ditetapkan KPK sebagai tersangka yang berkaitan dengan proyek Hambalang. Anas Urbaningrum diduga menerima gratifikasi terkait Hambalang, sementara Andi Alfian Mallarangeng diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.

Anas Urbaningrum berstatus tersangka sejak Jumat (22/2/2013) silam. Anas Urbaningrum diduga menerima sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor proyek Sport Center Hambalang.

Anas Urbaningrum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh UU Nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (kom/ant)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.855 Since: 05.03.13 | 0.1401 sec