Nasional

Mendagri Tetap Lantik Bupati Gunung Mas Terpilih

JAKARTA-SBN.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih tetap akan dilantik guna membuka jalan untuk penonaktifannya setelah berstatus terdakwa.

“Pelantikan itu menjadi pintu masuk untuk menonaktifkan Bupati Gunung Mas. Bagaimana kami menonaktifkan Hambit jika belum dilantik,” kata mantan Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (9/1/2014).

"Pelantikan tetap akan dilakukan karena itu menjadi `pintu masuk` untuk dinonaktifkan. Saat itu juga (Hambit) dilantik, saat itu pula dia kami berhentikan," terang mantan Bupati Solok yang pernah menjabat selama 2 periode atau 10 tahun.

Mantan Bupati Solok dan mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut menerangkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati menjadi bentuk pengesahan terhadap pasangan kepala daerah terpilih karena dalam upacara pelantikan tersebut dibacakan janji dan sumpah jabatan, serta penyematan lencana.

Dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dijelaskan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terbukti secara ‘inkracht’ melakukan pidana kasus hukum dapat diberhentikan langsung oleh Presiden tanpa melalui usul DPRD.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai memproses pemberhentian Bupati Gunung Mas terpilih, Provinsi Kalimantan Tengah, Hambit Bintih pascasidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Rabu (8/1/2014).

"Saya sudah meminta bagian Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk mengambil nomor registrasi perkara, karena saya sudah mendengar informasi (Bupati Gunung Mas) sudah dilimpakan ke terdakwa," ucap Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Setelah memperoleh nomor registrasi perkara, Mendagri kemudian akan menyiapkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara atau non-aktif Hambit Bintih.

Namun, Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, penonaktifan Hambit Bintih tersebut dilakukan jika yang bersangkutan sudah dilantik sebagai Bupati Gunung Mas. Oleh karena itu, lanjut dia, Hambit Bintih tetap akan dilantik oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang bersama dengan Wakil Bupati Arton S. Dohong.

Hambit Bintih ditangkap tangan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korups (KPK) terkait dugaan kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Bupati Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Hambit Bintih dan Komisaris PT. Berkala Maju Bersama (PT. BMB), Cornelis Nalau Antun didakwa menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sebesar Rp 3 miliar melalui anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa.

Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih didakwa menyuap mantan Ketua MK Akil Mochtar sebesar Rp 3 miliar untuk memenangkan sengketa Pemilukada Gunung Mas melalui pengusaha Cornelis Nalau Antun dan politisi Partai Golkar Chairun Nisa. Suap tersebut untuk mempengaruhi putusan sengketa Pemilukada Gunung Mas di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hambit Bintih sudah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu (8/1/2014) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bersama dengan Komisaris PT. Berkala Maju Bersama (PT. BMB), Cornelis Nalau Antun.

Bupati Gunung Mas terpilih tersebut dengan dakwaan pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 13 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP mengenai orang yang memberikan sesuatu kepada hakim untuk mempengaruhi putusan perkara dengan ancaman penjara 3-15 tahun dan denda Rp 150 juta-Rp 750 juta.

Hambit Bintih dan Arton S. Dohong ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah setelah memenangi perkara sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Jika Hambit Bintih diberhentikan sementara sebagai Bupati Gunung Mas, maka Wakil Bupati Arton S. Dohong bisa menjalankan tugas sebagai Bupati.

Hambit Bintih menambah panjang daftar hitam kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. (ant/jos)

See Also

Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Kalau Tidak Ada TMMD, Belum Tentu Ada Program Bedah RTLH
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.347 Since: 05.03.13 | 0.2439 sec