Hukum

KPK Akan Jemput Paksa Mantan Ketua Umum Partai Demokrat

JAKARTA-SBN.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah dalam proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya pada Jumat (10/1/2014).

Apabila pada panggilan ini Anas Urbaningrum kembali mangkir, KPK akan melakukan upaya penjemputan secara paksa.

Dikabarkan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mangkir dari pemeriksaan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo menjelaskan atas ketidakhadiran Anas Urbaningrim tersebut, KPK telah menyampaikan surat pemeriksaan untuk hari Jumat (10/1/2014). “Yang bersangkutan dipanggil lagi pada hari Jumat (10/1/2014),” kata Johan Budi SP., Selasa (7/1/2014).

Penyidik KPK, sambung Johan Budi SP., sudah mengantarkan surat tersebut secara langsung ke rumah Anas Urbaningrum.

Pada Selasa (7/1/2014), KPK diagendakan memeriksa Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Pemeriksaan terhadap Anas Urbaningrum ini merupakan kali pertama. Ini adalah panggilan kedua untuk Anas Urbaningrum. Pemanggilan pemeriksaan juga sudah dilakukan KPK sebelumnya, yaitu pada 31 Juli 2013 silam. Saat itu, pada pemanggilan pertama, Anas Urbaningrum tidak hadir. Anas Urbaningrum hanya diwakili oleh kuasa hukumnya, Firman Wijaya.

Nyatanya, pemeriksaan dan panggilan kedua ini juga tidak dihadiri oleh Anas Urbaningrum. Ketua Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) tersebut, Anas Urbaningrum menolak hadir dengan alasan karena ketidakjelasan sangkaan ‘penerimaan hadiah proyek lainnya’.

Dalam kasus ini, Ketua Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) tersebut, Anas Urbaningrum diduga telah menerima hadiah dalam pengurusan proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Belakangan, KPK memperlebar penyidikan perkara ini ke dugaan adanya aliran dana dalam pelaksanaan Kongres Partai Demokrat tahun 2010 silam di Bandung.

Sejumlah pihak yang terkait dengan Kongres PD sudah diperiksa, di antaranya adalah sejumlah petinggi PD, yaitu Sutan Bhatoegana, Saan Mustopa, Marzuki Alie, I Gede Pasek Suardika, Max Sopacua, serta Ketua DPP Demokrat lainnya.

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan penyidik KPK yang melakukan penjemputan paksa Anas Urbaningrum akan dibekali dengan senjata api. “Penyidik KPK dibekali senjata api,” kata Johan Budi SP. di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2014).

Johan Budi SP. menyebutkan senjata api tersebut dibawa bukan khusus untuk menjemput paksa Anas Urbaningrum, tapi memang standar prosedur operasional saat penjemputan paksa.

Soal penggunaan senjata api itu, imbuh Johan Budi SP., bisa dipakai penyidik apabila memang diperlukan. “Digunakan atau tidak, itu urusan apakah diperlukan atau tidak,” tambah Johan Budi SP.

Selain dilengkapi senjata api, dalam penjemputan paksa itu, penyidik KPK bakal didampingi petugas kepolisian, sebagai tindakan pencegahan apabila terjadi perlawanan.

Johan Budi SP. menegaskan penjemputan paksa baru akan dilakukan apabila pada Jumat (10/1/2014) hingga pukul 17.00 WIB tidak muncul di KPK.

KPK, lanjut Johan Budi SP., mengimbau Anas Urbaningrum untuk hadir dalam pemeriksaan tersebut. Kehadiran Anas, kata Johan Budi SP., juga bisa digunakan untuk mengetahui detail sangkaan kepada Anas Urbaningrum.

“Biar dia (Anas) tahu isi detail sangkaan yang disampaikan. Dalam proses penyidikan tak semuanya bisa dibuka ke publik. Kalau mau tahu ya nanti di pengadilan saja dibuka,” papar Johan Budi SP. (ant)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.841 Since: 05.03.13 | 0.1458 sec