Hukum

Mantan Kepala SKK Migas Didakwa Menerima Suap Dari Pengusaha Dan Pejabat SKK Migas

Tuesday, 07 Januari 2014 | View : 633

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) hari ini Selasa (7/1/2014) menjalani sidang perdana kasus suap SKK Migas di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa eks Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini menerima suap. Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) diduga menerima suap hampir Rp 30 miliar. Uang itu diterima mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu dari pengusaha dan pejabat SKK Migas. Hal itu terungkap dalam sidang perdana Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (7/1/2014). Suap kepada Rudi Rubiandini ini diberikan lewat pelatih golf Deviardi alias Ardi. Rudi Rubiandini kemudian meminta uang menyimpan dalam Safety Box Deposit milik Deviardi di Bank CIMB Niaga cabang Pondok Indah.

Rudi Rubiandini didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum KPK menerima uang sebesar SIN$ 200.000 dan US$ 900.000 dari Bos PT. Kernel Oil Indonesia, Widodo Ratanachaitong selaku perwakilan PT. Kernel Oil Singapura dan Fossus Energy melalui Direktur Operasional PT. Kernel Oil Pte. Ltd. Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya. Uang tersebut terkait dengan lelang terbatas minyak mentah dan kondesat di SKK Migas. Selain itu Rudi Rubiandini juga didakwa menerima uang sebesar US$ 522.500 dari Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Meris Simbolon dengan tujuan agar Rudi Rubiandini menyetujui penurunan harga formula gas PT. Kaltim Parna Industri (KPI) di SKK Migas.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) didakwa menerima sejumlah uang hadiah atau janji terkait usahanya membantu Widodo Ratanachaitong dan Artha Meris Simbolon dalam pengurusan pekerjaan di SKK Migas.

Dalam surat dakwaan, Rudi Rubiandini didakwa menerima US$ 900 ribu dan SIN$ 200 ribu dari Widodo Ratanachaitong terkait lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas dan US$ 522.500 dari Artha Meris Simbolon terkait penurunan formula harga gas untuk PT. Kaltim Parna Industri (KPI) kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Rudi Rubiandini juga menerima sejumlah uang dari pejabat SKK Migas. Tiga pejabat SKK Migas dituding menyuap Rudi Rubiandini, bekas Kepala SKK Migas. Jumlahnya SIN$ 600 ribu dan US$ 400 ribu. "Terdakwa Rudi Rubiandini menerima hadiah berupa uang, yakni uang sejumlah SIN$ 600 ribu dari Yohanes Widjanarko (Wakil Kepala SKK Migas) dan uang US$ 200 ribu serta US$ 150 ribu dari Gerhard Rumesser (Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas) serta uang sejumlah US$ 50 ribu dari Iwan Ratman (Kepala Devisi Penunjang Operasi SKK Migas)," ungkap Jaksa Penuntut Umum KPK, Andi Suharlis, Selasa (7/1/2014).

Selain dari keduanya, tambah Andi Suharlis, Rudi Rubiandini juga menerima US$ 50 ribu dari Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Iwan Ratman. "Pelicin" diterima Deviardi atas perintah Rudi Rubiandini. "Deviardi, atas perintah Rudi, lalu menyimpan duit Deposit Box miliknya di Bank CIMB Niaga Cabang Pondok Indah," beber Jaksa Andi Suharlis.

"Bersama-sama dengan Deviardi selama tahun 2013, menerima hadiah atau janji, berupa uang SIN$ 200 ribu dan US$ 900 ribu dari Widodo Ratanachaitong atau PT. Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) melalui Simon Gunawan Tanjaya (Direktur Operasional Kernel Oil Indonesia) dan US$ 522.500 dari Artha Meris Simbolon," ujar Jaksa Riyono saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Anak buah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yaitu Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karyo, disebut menerima US$ 150 ribu secara bertahap dari mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandi. Dalam surat dakwaan dijelaskan, Rudi Rubiandini pada awal Juni 2013 bertempat di Ruang Kerja Kepala SKK Migas lantai 40 secara bertahap menerima uang dari Gerhard Rumesser. Uang itulah yang selanjutnya dipakai Rudi Rubiandini untuk memberi Waryono Karyo. “Terdakwa secara bertahap menerima uang sejumlah US$ 150 ribu dari (mantan) Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Gerhard Rumesser yang selanjutnya uang tersebut oleh terdakwa diberikan kepada Waryono Karyo selaku Sekjen Kementerian ESDM," elaborasi Jaksa KPK Iskandar Marwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Selasa (7/1/2014). Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Rudi Rubiandini yang dibaca Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa Riyono membeberkan sejumlah peran Rudi Rubiandini. Antara lain ikut menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas Kondensat Senipah Bagian Negara pada 7 Juni 2013 untuk priode Juli 2013, dan menyetujui kargo pengganti minyak mentah Grissik Mix Bagian Negara untuk priode Februari-Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd. Selanjutnya, menggabungkan lelang terbatas Minyak Mentah Minas/SLC Bagian Negara dan Kondensat Senipah Bagian Negara untuk priode Agustus 2013, menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang pada lelang terbatas Minyak Mentah Minas/SLC Bagian Negara dengan Kondensat Senipah Bagian Negara pada 4 Juli 2013 untuk priode Agustus 2013. Juga, menggabungkan tender kondensat Senipah dan Minyak Mentah Duri untuk periode September-Oktober 2013. Terakhir menunda pelaksanaan tender Kondensat Senipah periode September-Oktober 2013.

Sedangkan pemberian dari Artha Meris Simbolon selaku Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), menurut Jaksa Riyono, agar terdakwa menurunkan formula harga gas PT. KPI kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Keseluruhan uang hadiah atau janji yang diterima Rudi Rubiandini diberikan melalui pelatih golfnya, Deviardi alias Ardi.

Terkait hal ini Rudi Rubiandini diancam Pasal 12 huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Atau Pasal 12 huruf b jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. (kom/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.491.079 Since: 05.03.13 | 0.3211 sec