Hukum

Kasus Suap SKK Migas, Deviardi Jalani Sidang Perdana

Tuesday, 07 Januari 2014 | View : 839

JAKARTA-SBN.

Pelatih golfnya mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.), Deviardi alias Ardi akan menjalani sidang perdana kasus dugaan penerimaan suap di SKK Migas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Deviardi bakal mendengarkan pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kasus yang sama, sidang Rudi Rubiandini dan Deviardi alias Ardi bakal digelar terpisah.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) menjalani sidang terlebih dahulu dan juga menjalani sidang perdana. Menurut jadwal, Deviardi alias Ardi bakal mendengarkan dakwaan pada pukul 09.00 WIB. Sementara Rudi Rubiandini mulai disidang selang satu jam kemudian.

Ardi adalah pelatih golf Rudi Rubiandini sekaligus menjadi perantara suap antara Rudi Rubiandini, Widodo Ratanachaitong, dan Simon Gunawan Tanjaya. Ada yang berbeda dalam sidang Deviardi.

Deviardi alias Ardi tidak ditemani pengacara. Saat ditanya Ketua Majelis Hakim, Matheus Samiadji, Deviardi menjelaskan pengacaranya sedang umroh. "Lagi umrah Yang Mulia," papar Deviardi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Deviardi menjelaskan, ia menunjuk pengacara Effendi Saman. Menurut Ketua Majelis Hakim Matheus Samiadji, sidang tidak perlu ditunda hanya karena terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Deviardi menyetujui.

Dakwaan terhadap Rudi Rubiandini dan Deviardi alias Ardi hampir sama. Deviardi didakwa menerima hadiah atau janji atas perintah Rudi Rubiandini. Ardi didakwa menerima US$ 900 ribu dan SIN$ 200 ribu dari Widodo Ratanachaitong dan US$ 522.500 dari Artha Meris Simbolon. Atas perintah Rudi Rubiandini, Deviardi alias Ardi menyimpan uang tersebut dalam Safe Box Deposit di Bank CIMB Niaga Cabang Pondok Indah.

Deviardi alias Ardi disangkakan menerima suap SIN$ 200 ribu dan US$ 900 ribu, atau setara dengan Rp 12 miliar, dari Komisaris Kernel Oil Private Limited (KOPL), Widodo Ratanachaitong, melalui perwakilannya di PT. Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya. Sogokan itu dimaksudkan supaya Rudi Rubiandini memenangkan Fosus Energy Ltd., dalam enam tender di SKK Migas.

Widodo Ratanachaitong saat ini berstatus warga negara Singapura. Dia pernah mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah di Indonesia. Terbukti dia adalah salah satu alumnus Universitas Diponegoro. Ayahnya merupakan orang Jawa dan ibunya merupakan warga negara Thailand. Tetapi, dia belum pernah sekalipun diperiksa oleh KPK dalam perkara ini.

Enam lelang itu adalah lelang terbatas kondensat Senipah bagian negara pada 7 Juni dan Juli 2013. Menyetujui penggantian kargo pengangkut minyak mentah Grissik Mix bagian negara periode Februari sampai Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd. Menggabungkan lelang minyak mentah Minas/SLC dan kondensat Senipah periode Agustus 2013. Menyetujui Fossus Energy Ltd., sebagai pemenang lelang minyak mentah Minas/SLC dan kondensat Senipah periode Juli sampai Agustus 2013. Menggabungkan tender kondensat Senipah dan minyak mentah Duri untuk periode September-Oktober 2013. Dan menunda pelaksanaan tender Kondensat Senipah periode September-Oktober 2013.

Guna memuluskan langkah itu, Widodo Ratanachaitong melakukan pertemuan dengan Rudi Rubiandini di Singapura. Di negara itu, Widodo Ratanachaitong memperkenalkan diri sebagai trader dan dan mengutarakan keinginannya ikut dalam tender di SKK Migas.

Dalam pertemuan itu, Rudi Rubiandini juga memperkenalkan Deviardi alias Ardi, yang merupakan pelatih golf Rudi Rubiandini.

Widodo Ratanachaitong lantas memberikan uang SIN$ 200 ribu kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi untuk memenangkan lelang di SKK Migas. Deviardi alias Ardi kemudian menyampaikan titipan itu kepada Rudi Rubiandini, dan kemudian Rudi Rubiandini mengatakan kepada Ardi 'Pegang saja dulu.' Deviardi alias Ardi kemudian menyimpan uang pemberian itu di dalam deposit box bank CIMB Singapura.

Kemudian, Widodo Ratanachaitong kembali mengundang Deviardi alias Ardi ke kantor PT. Kernel Oil Indonesia di Menara Equity, kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Di tempat itu, Widodo Ratanachaitong memperkenalkan Simon Gunawan Tanjaya kepada Deviardi alias Ardi sebagai orang kepercayaannya yang akan mengurus semua tender di SKK Migas yang akan diikuti oleh perusahaan yang diwakili Widodo Ratanachaitong. Antara lain Fossus Energy Pte. Ltd., Fortek Thailand Pte. Ltd., Kernel Oil Pte. Ltd., dan World Petroleum Pte. Ltd.

Supaya perusahaan yang diwakilinya menang, Widodo Ratanachaitong kemudian kembali menghubungi Deviardi alias Ardi dan menjanjikan akan memberikan kompensasi uang kepada Rudi Rubiandini, supaya Fossus Energy Ltd., dimenangkan karena sudah memiliki komitmen pada pihak ketiga.

Pada 19 Juni, Rudi Rubiandini sepakat mengubah kontrak pengangkutan kargo Fossus Energy Pte. Ltd., dalam lelang kondensat Senipah. Dalam perjalanannya, Widodo Ratanachaitong meminta Rudi Rubiandini menggabungkan lelang pengubahan kargo itu dengan lelang minyak mentah Senipah/SLC. Hal itu disanggupi Rudi Rubiandini.

Setelah itu, Rudi Rubiandini menelepon Widodo Ratanachaitong dan meminta disiapkan US$ 200 ribu. Permintaan itu disanggupi Widodo Ratanachaitong. Duit itu kemudian diserahkan Widodo Ratanachaitong kepada Rudi Rubiandini di Gedung Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto. Duit itu kemudian disimpan Rudi Rubiandini di dalam deposit box Bank Mandiri miliknya.

Widodo Ratanachaitong meminta Rudi Rubiandini supaya menangguhkan pelaksanaan tender kondensat Senipah periode Juli 2013 hingga selepas lebaran dengan imbalan duit.

Kemudian, Widodo Ratanachaitong mengundang Rudi Rubiandini dan Deviardi alias Ardi bertemu di Hotel Fullerton, Singapura, membahas teknis pengiriman uang. Dalam pertemuan itu, Rudi Rubiandini meminta komisi US$ 300 ribu. Widodo Ratanachaitong kemudian memerintahkan Simon Gunawan Tanjaya menarik uang sejumlah itu di Bank Mandiri cabang Wisma Mulia. Duit itu kemudian diserahkan kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi. Di hari sama, Widodo Ratanachaitong meminta Simon Gunawan Tanjaya memberikan uang US$ 400 ribu kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi. Tetapi karena kas PT. Kernel Oil Indonesia tidak mencukupi, Simon Gunawan Tanjaya menghubungi Kepala Cabang Bank Mandiri Wisma Mulia, Erwin Novianto, meminta disiapkan US$ 400 ribu.

Setelah uang tersedia, Simon Gunawan Tanjaya meminta Devi Ardi datang ke kantor PT. Kernel Oil Indonesia, kemudian menyerahkan uang itu. Setelah menerima US$ 400 ribu, Devi Ardi langsung menuju kediaman rumah dinas Rudi Rubiandini di Jalan Brawijaya VIII Nomor 30, Jakarta Selatan, untuk memberikan uang itu.

Saat akan pulang, Deviardi alias Ardi disergap dan ditangkap petugas KPK.

Deviardi alias Ardi dijerat dan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a UU Tipikor atau Pasal 5 ayat (1) huruf a jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Atau Pasal 12 huruf b jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 11 UU No.30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sejak 8 November 2013, juga terkait Tindak Pidana Pencucian Uang, KPK juga menjerat Deviardi dengan pasal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang. Tersangka Deviardi alias Ardi dijerat pasal sama, yakni diduga melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. (mer/ant)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.868 Since: 05.03.13 | 0.1442 sec